belajar dari buku toefl

between dan among artinya antara, tapi beetwen digunakan untuk 2 orang, among untuk 3 sampai lebih.
kata ought selalu diikuti to
enough ditempatkan di belakang kata sifat, didepan kata benda
kata kerja wish digunakan untuk menunjukan sesuatu yang sama sekali tidak atau tidak akan terjadi.
not only ………………. but also adalah kata sambung.
to be used to artinya terbiasa sedangkan used to artinya pernah
able dan ability tidak pernah diikuti kata depan or, sebaliknya able selalu diikuti to infinitive.
kata incapabele/mampu selalu diikuti kata of dibelakangnya.
kata kerja let tidak boleh diikuti to infinitive

Bodhgaya

pertama kali naik kereta adalah untuk tujuan ke Gaya Station from Howrah Station. if the train was on time we’ll be arrived on midnight. but delayed and waited as long 5 hours. Howrah station is very big and red like big castle. I am not bored but I am worry bout schedule and everything. watched schedule board and our train number in the last.

finally the train came and I looked for my name on passenger list in carriage door. I had have a seat and my seat/bed on the top. yihaaa and I have new friend from japan. though we didn’t make conversation before but next day we walk together.

we arrived in the morning and didn’t take a bath, outside from gaya station and take auto ricksau with deal price. Gaya to Bodhgaya is far away and price was not expensive. there a station and stopped. when we walk to tourist information, 2 mans approached us and offered accomodation, transport, and more. sometime disturbed and wanna scream.

the tourist information was simple and uncompleted. I think we were inside and will be uselless. the officer showed that we can book train on the next office. 2 mans continuous followed and talk his guesthouse. I was given up and booked his room. but only some times and save bags. we will back to gaya in the evening.

guesthouse was clean and new. after that, we arounding bodhgaya. visited some temple, and museum.

https://www.facebook.com/arips7/media_set?set=a.426232470818915.1073741836.100002964977094&type=3

https://www.facebook.com/arips7/media_set?set=a.426232470818915.1073741836.100002964977094&type=3

looked me and walking together

CIMG0008

I went to taz mahal on agustus 2013, for the first time I won’t inside to TM, becouse very expensive and some people who work as fotografer and tour guide know, that I was tourist. I back to my hotel (Gopal Hotel) and thinking if I didnt visit TM, I should come back again someday and maybe yes or no.

finally bought ticket and inside alone. there different aura when my feet steped and inside, I have read the Taz mahal history. taken picture every spot and made video, local people looked me as strange.

at noun, I penisive silence in front of mosque, I dreamed wanted like A king who made Taz mahal for his wife, and wanted to give the best for loved ones, my parents as King. then I taken wudhu and prayed Dzuhur.

I back to arounding TM and some people looked me as if wanted ask something, someone from them ask me and we are walking together. ohhh I had family again.
CIMG0007

menceritakan Impian yang mungkin tak direstui

kemarin setelah pulang dari acara wisuda, saya lihat bapa sedang diam dan tidak terlalu banyak pikiran, lalu saya utarakan. “pa saya ingin mencoba dulu di luar, ada program (WHV) dari pemerintah Australia yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia. diberi kesempatan setahun untuk bekerja sebagai apa saja, mudah-mudahan itu bisa nambah pengentahuan, koneksi, dan kemampuan lain. orang tua harus memiliki uang 50 juta sebagai jaminan, uang itu gak diberikan kepada siapapun, itu cuma agar pihak sana bisa percaya bahwa saya terjamin segalanya oleh orang tua.
banyak yang sudah kesana, mereka juga termasuk orang berada, tapi mau mencoba karena keuntunganya banyak.”

si bapa terdiam.

hari ini setelah ngajar di sekolah alam terbuka, si bapa bilang. “silahkan kamu mau mencoba di luar, kemauan bapa sebenarnya setelah kuliah itu kamu bisa fokus, bapa kan sudah bikin pabrik di kampung, kalau begitu mah bapa gagalkan saja. bapa lihat kamu itu lebih suka berkelompok (padahal nggak, wong ini individu),” dan beberapa ucapan lainya yang pada intinya dia berpura-pura mempersilahkan tapi menolak. dia tidak ingin saya mengambil langkah yang masih ngawang-ngawang sedangkan di depan mata saya itu sudah jelas tinggal saya jalani.

pemikiran saya mungkin melalui program semacam itu saya dapat keuntungan yang juga nantinya akan berguna, saya jujur ingin sekali berwirausaha, tapi saya masih muda belum bisa sefokus dia. saya juga ada kekhawatiran meninggalkan dia yang sebenarnya saya tak perlu khawatir. terkadang ada beberapa kejadian yang begitu sakit saya terima karena ucapan dia atau cara mengajar dia. sehingga ada masa saya ingin meninggalkan rumah ini.

saya sedikit menyesal, harusnya saya nabung dulu saja dan tak usah memberi tahu, tapi apabila saya memberi tahukanya tiba-tiba, itu justru akan membuat dia jadi bingung lagi, apalagi kalau rencana dia sudah berjalan. saya masih haus untuk belajar, bermain, menghirup aroma kebebasan. yang pada intinya saya ingin menikmati berbagai pengalaman sebelum saya benar-benar terkungkung oleh pekerjaan yang bekerja 7 hari dalam seminggu.

ya ALLAH.

wisuda

wisuda diadakan kemarin tanggal 11 bulan oktober, saya masuk dalam bagian sesi ke 2 yaitu dimulai dari jam 1 siang. saya pergi bersama bapa dan ibu. setelah sampai saya duduk di kursi yang telah diber tanda dan mengikuti prosesi acara.

kami sibuk membenarkan busana dan sesekali berfoto terus, suara sound system yang kurang jelas membuat sesi sambutan tidak begitu saya dengarkan. setelah itu pemindahan tali yang ada di toga di mulai dari mahasiswa yang cum laude. fakultas kami kebagian lebih dulu, sehingga saya berada di urutan ke 20an yang maju pertama.

nama saya dipanggil dan saya maju, lalu naik ke panggung, setelah itu saya menundukan kepala dan dekan fakultas memindahkan tali di toga, lalu bersalaman, setelah itu jalan lagi. nah ketika saya jalan mahasiswa yang duduk di depan menyaksikan seolah gusar dengan saya yang jalan terus, saya bertanya dalam hati apa yang saya lakukan. kukira karena jalan saya kecepetan. kemudian saya mengambil tabung dari ka Prodi dan bersalaman, lalu turun dari panggung dan difoto. kembali ke tempat duduk.

sekian lama saya memikirkan reaksi mahasiswa yang tadi duduk di depan, ketika saya sadar ternyata setelah bersalaman dengan dekan dan jalan ke tengah itu saya harus berhenti dan menunduk memberi hormat, ternyata hal itu tidak saya lakukan. akhirnya saya membuat lagi satu kesalahan, dan terus kepikiran dengan hal itu. apalagi di luar orang tua menyaksikan kami melalui layar televisi.

acara pemindahan tali sudah kelar, dan melewati beberapa bagian lagi acara pun tuntas. setelah itu saya jadi kurang percaya diri, saya dan keluarga berfoto untuk mengenang momentum ini. berkumpul bareng teman pun hanya sebentar lalu kami pulang. akhhh ternyata wisudah itu cuma begitu ya!! tadinya sempat tidak mau ikutan, sayang sekali padahal gak perlu beli baju, celana, sepatu baru. apalagi yang perempuan sampai menggunakan kebaya sewaan cukup mahal, serta membayar jasa make up.