menyesali, sampai mempengaruhi tidur dan pikiranku

saya diminta untuk menyampaikan kesan dan pesan saat acara pengukuhan kampus, menjelang wisuda biasanya diadakan seperti acara pelepasan mahasiswa yang telah sidanu g oleh pihak fakultas. karena salah satu teman melihat saya cukup mumpuni untuk melakukanya, maka saya pun diminta.
saya menyepelekan hal semacam itu, biasanya saya suka malas kalau harus mengawali dengan banyak salam hormat buat beberapa orang penting. saya lebih suka langsung ke poin, bukan berarti saya tak menghormati tapi apakah rasa hormat harus selalu ditunjukan dengan kata pengantar yang terhormat, atau yang saya hormati.
saya dipilih sebagai orang pertama yang akan menyampaikanya dari 2 jurusan dan 3 strata.
malam sebelumny saya tidur lebih awal karena tidak begitu sibuk di rumah, bukan untuk persaiapan, hanya ingin saja tidur lebih lama. kemudian pagi hari saya bekerja terlebih dahulu dan sudah dijatuhi kotoran burung dara, saya pun iseng membuat status di BBM “pagi-pagi sudah dipodolin, semoga hari ini gak sial.”
sebelum acara dimulai jam 8 pagi, saya sudah hilir mudik menanyakan apa yang mesti saya sampaikan, saya pun melihat kata pengantar milik mahasiswa D3 yang juga akan menyampaikan kesan dan pesan.
saya ragu harus bicara apa, saya tak begitu memikirkanya hanya menanti kapan saya harus ke depan. yang penting saya ucapkan kata pengantar, selamat dan sukses buat yang sudah lulus, ucapan sayang karena hanya sedikitan mahasiswa manajemen yang sudah sidang dari jumlah yang banyak,minta doa, dan sekian. ketika saya bertanya sayaa berapa lama saya harus bicara, saya diberitahu ya kurang lebih lima menit.
wow dalam waktu singkat itu harus ngomong panjang dan saya harus mewakili semua mahasiswa bukan pernyataan dari saya saja.
ketika saya dipanggil dan maju ke depan, lalu mengucapkan kata pengantar, tiba-tiba saya bingung alurnya harus seperti apa, seolah saya tak menemukan kata penghubung yang tepat untuk merangkai banyak kata, saya mentok dan bingung, akhirnya beberapa kata dan maksud saya ulang. mana kesan dan pesan saya bingung, bahkan mungkin seingat saya tak ada pesan yang terlontar, hanya permintaan maaf jika selama kuliah ada kesan yang kurang berkenan. bahkan saya mengakhiri kalimat dengan kata yang tidak begitu nice.
ketika saya kembali ke kursi saya bingung dan siap dengan komentar teman-teman. kemudian saya terpikir terus mengenai apa yang telah saya sampaikan tadi ke beberapa teman, mereka mengatakan that I am not like ussual. mungkin karena saya kurang latihan dan sudah lama tidak presentasi. 2 hari berikutnya saya terus memikirakan kejadian itu bahkan sebelum tidur hingga selalu bermimpi aneh dan membuat kepala sakit seperti pagi ini.
saya telah mengabaikan banyak hal, kepercayaan dan kesempatan saya untuk menunjukan saya bisa memberikan motivasi buat teman yang lain. .a
inilah pelajaran bagi saya yang selalu menganggap mudah dan remeh beberapa hal dan merasa sok paling bisa. hingga saya seolah mempermalukan diri sendiri di hadapan temen, orang yang meragukan dan dosen serta tamu undangan. saya juga tidak mempersiapkan dengan baik apa yang mesti diucapkan, seolah saya jago ngomong, tak membawa teks. hanya selembar kertas yang isisnya nama-nama orang yang harus saya hormati.
memang biasanya kalau saya beriacara membawa kertas, pad, atau media lain sebagai bahan bacaan ketika berbicara di depan, saya seolah stuck dan kadang jadi mengacaukan segalanya.
entahlah mungkin saya juga takut pendapat orang lain mengenai penampilan saya waktu itu, saya tak seperti biasanya dan sekarang banyak hal yang ingin saya ucapkan kembali dan sesali.

so I should show you, that I am smoker and loving SOCCER for people said that I AM a MAN gitu..

pertama anda buang-buang duit buat rokok, sehari 2 bungkus * 13 rebu = coba anak sama istri anda bisa anda kasih makan bergizi, buah dari uang itu.

smoker

kedua sehari 30 rebu buat rokok, sebulan 900 rebu, setahun anda bisa kumpulkan kurang lebih 10 juta dan lima tahun anda bisa naik Haji atau UMROH. (what stupid u are)

ketiga anda bisa memotong garis kemiskinan dengan mengalokasikan duit rokok untuk kebuthan sehari-hari, jangan diuber-uber mayarin KOSIPA (Koprasi Simpan PInjam berbunga selangit)

images111

keempat anda sehat, makanan anda saja belum tentu sehat, ditambah rokok. makin parah kan? anda membeli penyakit dengan rokok 2 bungkus perhari, dimana perasaan anda, jika anda drop anda sudah menyakiti hati keluarga.

kelima, anda pikir laki gitu merokok. napas anda sampai bau nikotin setiap hari, apalagi dipagi hari, apalagi ketika anda ingin mencium istri, apa istri anda tidak ilfil.

kelima pikir saja sama diri anda sendiri, kalau anda berpikir anda tahu mana itu yang benar dan buruk. ALLAH aja nyuruh berpikir!

http://lh4.ggpht.com/EAZHhzY9yZPorvmKf_Jwol9ekWwUMMBKO_aibdBRfIFRYMAXvyIkqLDWVV4_WZb6BKhxNMGdJFaaFvPPxPkEpwWC

mesti ada bukti, bawa air dalam gelas, masukin rokok, taro selama 5 jam, nah coba anda minum air yang berubah warna dan bau itu, nggak mau kan? seperti itulah dalaman badan perokok.

a truly man always loving his family and make his live precious in every moment.

alhamdulillah 92 Membanggakan gak sih?

minggu menjelang akhir agustus ini kami harus sidang, beberapa anak setiap hari hilir mudik ke kosan teman untuk mengerjakan tugas mereka, handpone mereka bahkan terabaikan. saya sudah mengerjakan beberapa bulan yang lalu, dan tinggal pemantapan tulisan serta edit sana-sini sambil mencari buku panduan yang pas. dan alhamdulillah ALLAH pun melancarkan itu semua, bahkan hal yang aku rasa kok bisa seperti ada unsur kesengajaan tapi justru itulah yang seperti nyata bahwa Tuhan itu menggemgam tangan dan menuntun ke suatu hal yang ingin kita temukan.

selalu ada revisi yang salah dan serasa sudah baik, tapi dosbing tahu aja bagian mana yang harus diperbaiki. ya hampir deg-degan juga dengan kondisi dosbing yang susahnya ditemuin akhirnya mendapatkan juga tanda-tangan ACC mengikuti sidang. hampir 80 lebih mahasiswa manajemen dan yang sudah mendapatarkan sidang itu baru 16, sisanya lebih dari bulan agustus belum sidang, harus membayar uang daftar ulang dan biaya 1 semester mencapai 1,4 juta.

ya memang motivasi untuk mengerjakan skripsi ini kadang pasang surut. kami juga seolah tak berkutik dengan sistem yang ada, alhasil kamilah yang dikira malas. justru kalau dosen sudah tahu skripsi itu mudah, karena mendapatkan datapun toh tak pure from consumer, dan meski iya dalam proses analisis terkadang tidak valid atau memenuhi standar hitung, akibatnya banyak juga yang otak-atik data. terus kenapa skripsi mesti molor seperti ini. hahahaha

ya sidang kemarin telah berakhir, dengan skor skripsiku 92 dan lebih tinggi dari pada yang lainya, bangga dong. meski semua materi manajemen pemasaran dalam otaku itu seperti tak ada yang menempel sama sekali. tapi alhamdulillah berkat analisis faktor yang cukup mudah dan objek penelitian yang juga sudah begitu familiar. sayang IPK ku 3,47. sudah berusaha ngejar untuk minimal 3.5 akan tetapi yasudahlah. ada 1 mata kuliah yang karena absenku ilang dan nilaiku jadi C juga males benerin ke dosenya.

sekarang ini tinggal revisian setelah sidang, nah apakah akan sulit lagi mendapatkan tanda tangan penguji? biasanya sih begitu. hahahahahaha

kasian saja sama temen-temenku yang lain, padahal di kosan ada beberapa orang yang sudah selesai dan karena susahnya minta acc ke dosbing, akhirnya mereka ya harus rela membayar lagi. ada isu bahwa wisuda itu bulan september, dan semoga bener juga bahwa 5 september universitasku menjadi univ negri. biar dapat ijazah negri juga lah. haha AMIIIIIINNNN.

semangat kawan-kawan, nah tinggal ujian berikutnya: dewasa dan memulai kehidupan yang mandiri.
10621485_920843324609261_122998744_o

eh pas kita dinyatakan lulus diminta berfoto, giliran mahasiswa doang yang difoto, tiba-tiba ada yang ngeguyur air koco plus telor, waduh anak-anak jadi pada bau. awalnya air itu tak mengenaiku, tapi anak-anak menyeretku dan menidurkanku lalu menggusurnya ke air tersebut.

setelah acara semua itu dengan pakaian bau ayam/telor kami pun membooking tempat karaoke bareng-bareng merayakan hal itu bersama staf dan penguji. wahh makananya enak-enak, jadi prasmanan.
10643249_920812607945666_1605812569_n10638899_920849151275345_1929502341_o10647318_920843274609266_335188484_o10647472_920925494601044_1801059971_o10650564_920813784612215_1750536876_o
eh pas karokean pada diem-diem malu, cuma aku saja yang berusaha aktif dan goyang-goyang, bodo ahk meski depan dekan dan dosen. hahahahahaha terus pas diakhir ketika semua dosen sudah pulang, kami menghabiskan beberapa lagu dengan suka cita, mereka mulai pada mau berani. lagu GIGI yayayayay dipilih oleh ketua tim kami, haha dan akhirnya kami malah perang minuman diguyur-guyurin ke baju. jus, air teh, dan lainya. alhasil bajuku jadi berubah warna… ahkkk tapi seruuuu.

ok siap

ya selama setahun belakangan saya merasa dikuras energi, karena harus bekerja langsung ke bagian produksi. dalam diri ini terlalu membludag keinginan untuk mempelajari apapun sedangkan hati ini seolah merasa terpenjara akibat setiap hari mesti bekerja.

cara kerja lama yang terus dipertahankan dan harusnya sudah musnah dari muka bumi ini, membuat saya rewel dan berdebat dengan orang tua. saya terlalu mengkritisi dengan sistem kerja yang diterapkan. sesekali nampak seperti lebih baik saya bekerja mati-matian dari pagi buta ampe matahari terbenam dari pada sekolah. padahal dengan cara menambah beban biaya untuk pegawai harusnya kami tak mesti terlalu khawatir hati dan keadaan tak menentu.

terkadang saat ayam berkokok atau suara adzan bergema, saya meminta untuk tetap bisa menikmati kasur, saking capeknya.

mungkin perasaan saya saat itu diliputi ketidak adilan dan opini yang sering tak didengarkan.

saat ini saya akan menyelesaikan perkuliahan dan memilih untuk segera membuat orang tua bisa percaya dengan kinerja saya memanage usaha keluarga. saya meminta untuk memegang keuangan dan tetap juga bekerja sebagai pegawai di bagian produksi, lumayan dari situ saya bisa menabung uang. otak saya pun kini diliputi dengan jenis investasi apa yang bisa saya ikuti.

sebelumnya pun saya bersyukur sekali memiliki orang tua seperti mereka, dan mungkin apa yang saya alami satu tahun belakangan ini justru membuat saya mengenal dari dasar dan harus lebih tegar. kebanyakan saya memudahkan sesuatu hal, karena merasa fasilitas tertentu bisa saya dapatkan dari orang tua. saya selalu terobsesi dengan kata-kata sukses, bahkan untuk menambah rasa percaya diri banyak buku yang saya beli dan saya merasa bahwa saya harus mempelajari banyak ilmu. meski sejujurnya saya menjadi lemah untuk mengingat banyak hal pula.

saya bukan anak yang baik, tapi berusaha untuk tidak ikut-ikutan seperti yang lainya, kebanyakan nongkrong. obsesi saya pada kata sukses itu membuat saya kadang berpikir ulang. misalnya saya seminggu jadi suka tidur malas-malasan, rasanya nasib buruk akan menimpa saya dan hal itu tidak normal dalam hidupku.

begitupun dengan energi yang kudapat setelah pulang dari India. rasanya tidak begitu maju dalam hal pemikiran, ya lebih baik melihat negara yang maju-maju sehingga kita semakin terpacu dengan kemajuan itu sendiri.

saya lebih bersyukur lagi ketika jalan yang orang tua buat sudah seperti jalan tol bagi saya, tinggal saya mau ke tempat mana dan bisa dengan cepat. orang tua sudah membukakan dan membentuk usaha mereka, tinggal saya yang harusnya berjuang membuatnya semakin besar. untuk meraih impian lainya untuk aksi yang lebih baik. saya pun bisa mencoba mengelola beberapa hal meski belum sepenuhnya diberikan, justru tahapan itu harus buat saya lebih sabar.

Ngomongin mengenai antrian

sungguh Alhamdulillah sekali ALLAh memberikan anugrah kepadaku. di facebook tadi ada postingan foto mengenai antrian. sebelum ke sana, bapaku pernah berkata “yang penting kalau ingin sukses, jangan pernah mengambil hak orang lain.”

dalam postingan mengenai antrian itu, ternyata kalau kita tidak mengantri dengan baik itu juga sudah mengambil hak orang lain. juga beberapa hal mengenai manfaat jika kita mau mengantri dengan baik atau etika yang seharusnya ditanamkan agar menjadi etika baik.

dalam tulisan itu pula ada kalimat, “kami tidak khawatir anak-anak tidak hebat matematika, kami lebih khawatir apabila anak-anak tidak mengenal budaya antri.”

ok karena di atas saya nulis rasa sukur, karena saya sudah diberi kesempatan untuk bisa jalan-jalan ke luar negeri. jika dikaitkan dengan budaya antri. ya tentu saja saya pernah mengalaminya dalam beberapa hal.

keterbatasan bahasa dan perbedaan membuat saya juga merasa harus bersikap baik di tempat orang lain. contohnya saya harus membeli tiket kereta. mungkin kalau di Indonesia kita bisa lihat deh tempat antrian di statsiun kota.

kayaknya mereka baru mau antri bener-bener itu pas rebutan tiket mudik saja.

nah di luar negeri sendiri, India mungkin masyarakatnya bisa dikatakan sama aja. ya thailand dan malaysia mungkin lebih baik dari India. membeli tiket dengan bahasa berbeda, dengan mata uang berbeda, kemudian sistem berbeda, kartu reservasi berbeda. membuat kita harus mencari tahu dan berani bertanya. kita yang sudah bisa melakukan tahap-tahapan itu juga ketika mengantri lebih sabar, mau saling bertanya satu sama lain dalam antrian. kita juga menghargai orang lain, mau rela menunggu orang lain. dan hal ini terbawa ke kehidupan kita sendiri ketika balik dari negara orang lain. makanya saya suka dengan perjalanan mandiri, ya karena hal-hal demikian justru banyak mengajarkan hal baik.

semoga berguna.

antrian check in thailand from laos border

antrian check in thailand from laos border

CIMG0864