hahhah galau

tiap pagi itu bagaikan neraka, rasanya aku ingin sekali menjerit dengan semuanya, mengapa ini slalu terjadi? orang tuaku yang mwmbuka usaha kerupuk membuat keluargaku berubah kehidupanya, dari dulu yang namanya tenaga kerjalag yang menjadi pengehambata semuanya, usaha ini telah kami kembangkan selama 10 tahun lebih, suka duka kami hadapi dan aku sangat bersyukur karenanya. pegawailah yang membuat suasana semua kacau, satu persatu pada pulang, gak tahan banting hanya diomel sesekali juga, merasa sangar cape bekerja dengan kami, aneh rasanya, kami mencari pekerja dari ciamis dan sekitarnya, usaha kami berada di Karawang, karena ayahku lahir di ciamis dan banyak pembuat/pedagang dari ciamis. bukan aku gak mau bantu atau gimana, aku sangat ikhlas membantu mereka dan senang sekali bisa membantu, aku juga jarang main bahkan terkesan anak rumahahan, aku bahkan suka mencancel semua keinginanku karena tak rela tidak membantu mereka, ibuku yang kerja keras tak pernah ingin liburan atau leha2, aku ingin menikmati hal yang beda tapi aku kaya mendapat tekanan yang kubuat sendiri karena aku kasihan dengan mereka, dan dengan kondisi ayahku yang galak, entah mengapa inilah yang membuat aku resah. subuh menjelang, suara adzan yang jarang aku dengarkan terngiang lagi menyelimuti tubuh yang tak ingin kusadarkan, lalu kubuka pikiran baru dengan berfikir untuk jangan malas, aneh rasanya aku semakin malas akhir2 ini, aku biasanya tersadarkan oleh suara adzan, tapi sekarang aku gak mendengarnya sama sekali, aku pun ketakutan dengan karma kemalasanku. suara mesin terngiang sekitar jam5 pagi, terkadang ayahku marah2 dan membangunkan semua pegawai karena belum mulai kerja, aneh entah mengapa sistem ini berlaku, diapun mengagungkan kebudayaan, karena pegawai kerupuk bekerja pada jam segitu. kadang aku merasa tegang, apalagi dampaknya padaku yang disuruh bekerja, emang biasanya aku tanpa disuruh langsung bekerja, tapi sesekali aku merasa badmood dan dia seolah menyindirku, rasanya semua yang kulakukan seperti aku tak pernah berbakti sama sekali. dia kadang berkata kasar, menympahiku, marah2. aku meresa sakit sekali mendengar, aku slalu bertanya apakah aku kurang berbakti kepada mereka. aku ingin pergi tapi jiwaku menolak semuanya, aku merasa aku nyaman dengan rumah dan tak ingin meninggalkan mereka. tapi aku kesakitan dan kesepian. begitu dan begitu hingga berbulan2 ampe bertahun2 dan kita bisa bertahan ampe sekarang, tapi tolong aku, aku tak mau seperti ini,…. rasanya tak tenang dan resah sekali,,,

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s