Hanya satu pintaku

sebuah lirik lagu dari mocca yang slalu buat aku merinding dan menghayti kata-katanya bahwa aku juga ingini sepert dalam lagu itu.

memang kedekatanku pada orang tua selalu terbatasi oleh beberapa hal terutama ayah, bebrapa sfatnya yang arogant membuatku sering berucap sangat menykitkan dan ingin memusuhinya, tapi w masih berlakubak dalam keluarga ini.

melihat hal demikian rasanya aku selalu tidak ada anggapan baik dimata ayahku ini, entah kadang ibukupun tak setuju jika aku marah mendadak, akhirnya malah w yang terlihat salah pada mereka, padahal niatku ingin agar kita bisa sharng dan membentuk kerukunan sesama.

ayah & ibu aku sungguh berterima kasih pada kalian, mungkin kalian menganggapku tidak pernah bersyukur memiliki kalian seperti yang sering ayah tegurkan padaku, tapi dari lubuk hatku akusering menangis sendirian menikamati anugrah Tuhan memiliki kalian, tapi kalian selalu berpikir aku n buruk, apakah aku cukup burukk, apakah aku sangat membangkang pada kalian, tiap hari, banyak jam yang kuhabiskan dirumah, bahkan aku tak memikirkan bermalam mingguan dan diam diruamh, aku tidak meroko agar uang kalian tak aku porot, agar kalian tenang memiliki aku , agar aku tidak terjerumus pada hal lebih dalam yang lebih negatif. aku ingin bercerita denganmu, ingin dukunganmu, ingin membantumu, tapi kau balas aku dengan temprament yang buat aku malas untuk itu.

aku belum bisa jujur pada kalian mengenai keuangan, akusering mengambil uang ayah, mengumpulakan lalu membelikanya pada sesuatu, aku memang lancang dan sangat berdosa, tpi melihat kondisi ayah yang pelit padakudan aku menunggu pemberianmu tu lama sekali bagiku, aku bisa membeli semua yang aku butuhkan lewat itu meski aku mencurinya dari kalian, aku berfikiran ini mungkin akan jadi warisanku jika nanti aku tidak bisa bayar kembali apa yang telah aku ambil selama ini, hampir tiap hari aku mengambil uangmu, untuk apa? untuk memnuhi kebutuhan internalku, memang aku tidak royal dan hura-hura sepanjang hari tapi aku memiliki inisiatif lain, tolong percaya padaku jika nanti aku dipersalahkan, barlah aku tidak mendapatkan warisanmu, aku akan mempertanggung jawabkan semuanya, aku sering ketakutan dengan karma apa yang akan aku terima kelak, tapi Tuhan beri aku keringann dalam hukuman tu, maafkan aku Tuhan, aku sengaja dan terus melakukanya, maafkan aku. aku membutuhkanya.

ayah banyak hal yang aku pikirkan menganai usah kita, maaf jika ku bebicara lancang dan membuat kau sakit hati, sungguh aku memikirkan kebaikan untuk masa depan kita, mana mungkin aku memberikan masuka yang akan menghancurkanmu, aku ingin mengurangin bebanmu, kau terlihat lelah dan kusut berjuang untuk kami sepanjang ini, mohon rubahlah perilakumu untun\k lebih baik, agar lebih terlihat kau tertua dikelurga, agar kau lebih respon atas kebutuhan kami, lebih bijak lagi dan memikirkan kepentingan bersama, aku memang tak tau pikiranmu, tapi akutau kamu itu rapuh dan sensitip pada hal-hal yang menyentuh, kau juga memberikan apa yang kami mau meski tak langsung kau berikan, aku mengerti orang tua itu slalumendengarkan meski terlihat tidak.

ibu aku slalu ingin mengis menceritakanmu, aku sungguh bersyukur memliki ibu sepert mu, rasanya kau seperti figur yang terus membayngiku untuk bisa membatasiku pada hal yang tidak patut aku lakukan, pembelajran yang kau berik aku sungguh beruntung dibentuk menjadi seperti in, aku sering tak sepndapat denganmu, dan sering mss komunikasi, tapi aku mencintaimu bu, kau begitu baik padaku, kau adal pada kami, kami ingin kau bahagia, jangan terlalu keras bekerja, kau telah meraih segalanya, meski komitmenmu tinggi untuk terus kerja,dan jangan bermalasan tapi aku melihat kau terbujur kecapean ketika tidur, aku ingin menjagamu, memberimu ketenangan membahagiakamu, mengajakmu pergi berlibur, memberikan hadiah untukmu, mengurusmu dan memberikan hal bak padamu, maafkan aku bu, aku taudosaku padamu seperti apa, aku sekarang semakin malas, aku kurang giat seperti perintahmu, ibu jangan terlalu keras bekerja, sudahlah, nikmati berkahmu.

ibu jangan terlalu berlebihan dalam berkata, aku sering melihatmu mengunek-ngunek suatu hal, kadang aku mendenganr terlalukeras perkataanmu, tolong jaga ya bu, aku takut banyak hal yang tidak baik nantinya, sering beribadah ya bu, slalu ucapkan kalimat-kalimat baik. puji TUhan, dan sering berdoa. semoga ibu diberikan tempat indah dari TUhan.

saudaraku maafkan kakakmu ini yang belum bisa menjaga kalian membimbing kalin, aku harus mempertanggung jawabkan semuanya pada Tuhan nanti jik kalian berbuat buruk kakak takut dipersalahkan, jaga orang tua ya! tolong hargai mereka, jangan bercap kasar, lebih kenceng dari merka dan jangan buat merka menagis. aku juga ingn bercengkrama dengan kalian, tapi kelurga kita memang agak terbawa situasi lingkungan. maafkan kakak jika kakak kurang baik, dan tegur saja kakak mu ini!

Tuhan berikan aku keselamatan, jika ini akan menjadi akhirku, tolong hbur mereka beri mereka keikhlasan, memang aku bukan berprasangkan akan seperti apa aku nanti, aku mohon ridhoMU Tuhan. aku hanya manusia biasa yang sering mlupakan dan mengabaikan perintahmu, terima kasih memberikanku pengalaman hidup seperti ini, aku sangat mensyukuri nikmatnya, maaf jika aku banyak menggungakn uang yang belum menjadikan rezekyku, tapi Tuhan lapangkanlah pintu rezekiMU agar aku bisa menggunakanya untuk niatku yang tertunda. Tuhan maha segalnya bagiku, berikan aku jalan terbaik. TUhan berkati aku selama perjalanan 20 hari mendatang, atau mungkin KAU mentakirkan aku berlama-lama, atau terjadi hal yang buruk. entahlah. mohon lindungi mereka!

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s