mendekati chiang mai

pagi sekali nyampe chiang mai, tapi itu tak menyurutkan langkah w, meski agak begitu ragu untuk menginjakan chiang mai, udaranya begitu dingin, aku berjalan dengan ransel yang nempael di bacan, pinggang, badan dan celana dalam. agak rinagan memang, dan aku tak sempat untuk cuci muka, di benaku aku akan melangkah kemana? dan aku mungkin akan mengikuti saran Rita untuk mencari tempat tidur di luar chiang mai city dekat dengan night market,tapi di statiun w melihat ada seorang pria bule yang sedang melihat peta, w pun ikutan melihat peta di papan board, setalh kita ngobrol dikit kita sepakat untuk jalan menuju chiang mai city, ya seperti biasa patokan w adalah sebiah river karena kita di thailand, maka akan mudah ketika mengatahui river berada, bisa kita susri atau sebaringi tergantung mana tujuan kita, kebetulan banyak river yang mesti di sebrangi, itu berarti suatu jemabatn menjadi hal penting.
dijalan kita saling bertanya, dia adalah german, tapi dibaca khermank, dia orang spain. kita berjalan dari statsiun sangat pagi sekali dan agak sedikit bingung, di beberpa jalan sudah terlaihat banyak bunnga, memang aku ke kota ini karena aku baca sebuah turism thailand, bahwa pada februari ampe tanggal 15 ada parade bunga, tapi tak begitu besar dari semua festival, ya nampak beberpa bunga di jalanan dan di jembatan. bingung dong kita mau nyari tempat tidur dimana, ya kita jalan aja sambil liat map, w hanya bisa menandai jalan man yang telah w injak jadi rute yang w injak gak akan menyulitkan w ketika w harus menuju mana?
saat kita menybrang ada juga seorang cewek yang memanggul tasnya yang gede banget, dan mungkin itu sangat lelah. dia bertanya kepada kita, ya kita juga bingung dong mau kemana, akhirnya jalan bareng, beberapa guesthouse belum buka, dan bersyukur w belum buka tuh, w berharap merka satu kamar dengan w, aduh w berharap pada Tuhan dari hati yang terdalam.
dia adalah maria, dari irlandia, gak begitu tinggi orangnya tapi sangat percaya diri, gak malu bertanya dan sangat menyenagkan orangnya, mau menjelaskan dan bersabar kepada w, aduhh Tuhan w kebaikan lagi.
beberpa guest house ttelah kita kunjungi, buku yang dari aryanto itu membuat maria ingin mencari di area rachavitri road, tapi w ingin menginap di tempat yang aryanto tunjukan di gambar letak rumah penduduk yang diesawakn padanya, karena tidak begitu jauh dengan racavithi road, akhirnya w mengikuti langkah kita menuju ke sana, tapi sebelumnya kita memutuskan untuk breakfast karena saat itu masih pagi sekali, w pun bingung karena w takut mahal kita makan di sebuah resto, karena w gak tau menu yang pas, w pilih nasi goreng belum ada karena menu itu hanya untk breakfast, ya w samakan aja dengan german dalam menu yang sama, hahah american breakfast gituloh..
cukup lama kita di situ, kita ngobrol ini itu, dan ke toilet, memng w bingung saat mau makan giman caranya, mana kuning telornya masih mentah banget tapi bagi maria itu sangat enak mungkin, kalo w mungkin udah muntah, hadoh,, w makan aja putih telornya, menunya adalah, 2 roti, butter, selai, juice (tomat/apa aja) dan tea/kopi. rasa jus tomat begitu aneh sangat asam ihkkk… w pun kesulitan gimana cara makanya, aduh ketauan banget w kampungan hahahhaha
kita pun cabut dan mencari tujuan kita, bebrap guesthous udah buka dan sangat mahal, kami pun berjalan dengan sedikti bingung, w mendahulukan diri aja, iar mereka ngikutin w, akhirnya setelah masuk jalan kita menemukan NHOUSE, langsung masuk dan menanyakan, aduuuhh lagi-lagi w di anggap orang thai, dan karena itu w ama yang punya ketawa, hahah ampe sekarang kaya di rumah sendiri asik banget enak ihhhkkk
kita masuk dan segera memilih dormitory, dan beruntung banget ada, jadi kita bertiga bisa menginap untuk malam itu, waw keajaiban Tuhan buat w, ada 4 kasur di ruangan itu, tapi si mama tidak membuka lagi, hanya untuk kita saja, membayar 150B dan deposit 200B, ini yang masih w bingung kenapa ada deposit segala, sempet mau menolak tapi malu kayaknya, aduuhhh.
setelah mendapat semua fasilitas dari si mama yang super baik banget seperti handuk, sabun, air minum kami diarahkan ke kamar, kondisinya bersih dan terjaga meski si mama gak memiliki pembantu dia mengatur semuanya bersama suaminya saja,a, dari mulai menyajikan makanan buat pembeli, agen travel ampe mengurus semuanya sendiri, waw,dia hanya memiliki 1 orang anak cewek dan kuliah di UCM. semuany bisa dia atas terbukti dengan kebersihan yang terjaga.
dan satu hal yang membuat asik tuh ibu-ibu bener2 sangat ramah sekali mungkin ini yang akan membuat kalian senang ketika ke manapun, dan w lebih suka tinggal di chiang mai dari pada tempat manapun di thai.
di kamar yang cukup besar kita rehat sejenak sambil ngobrol-ngobrol, memang w agak alot untuk mengakap pertanyaan dari si bule aduhh tapi mereka sangat asik banget, w beruntung bertemu merka, w pun mandi dan solat, w turun sesekali ke bawah, aduh si mama ngasih w jus buah dan kita ngobrol asik banget, w mencertiakan w sedih dan kangen keluarga, haha itu yang membuat merka sangat menjaga w, makasih ya, w pun berjalan2 mengelilingi batas chiangmai city bareng german, panas sekali hari itu, german menemukan 20B di jalan, tapi dia membelikan w minum, w memilih orange jus, di memebeli danta tapi rasanya kaya orson, mungkin haragany jauh lebih mahal dari pad uang yang dia temukan, w sih gak pernah mau kalo oragn lain membayari w, pokony aw gak pernah meneriama, dan yang bikin w gak enak ketika w mendekatnya dia malah membayar lebih dari pada uang yang dia temukan, hadohh gak enak deh w, seperti biasa w itu takut dengan temple di thai, ya atau w berlebihan dalam memandanganya sehingga membuat w berpikiran ada ini itu, makanya setiap w melaewati temple w suka agak ngeri sendiri, hadoh gak baik sih bagi w, harusnya w biasa aja, tapi rasa itu sudah menempel.
kemudian kita balik lagi ke guest house, ya hanya mundar mandir hilir mudik, w pun turun ke si mama buat minta kode wifi, akhirnya w dapet, si mama menanyakan kemana tujuan w, akhirnya w ditawari untuk mengikut package tour ke Luang Prabang dengan slow boat dan si mama kasih w diskon, w bayar 1750B, t agak mahal emang, tapi ya w bisa mengahbiskan waktu dengan tour di sungai mekong selama 3d/2N.
sore hari w mengobrol dengan temanya mama dan dia adalah sahabatnya ketika sekolah dahulu, si mama pergi sebentar dan membawakan gorengan pisang untuk camilan kita, waw, temeny pun sangat baik, mungkin karena si mama menceritakan w kangen orang tua, dan sangat sedih makanya dia mau menghibur w, aduhh jadi gak enak nih., tapi enak buat camilanya. sore ahari ada seorang yang masuk mencari penginapan, w suruh tunggu karena dsi mama sedang mengantarkan temnya balik. w suka tanya orang sekaranerasal dan w asik aja gitu, ternyata dia orang indonesia, Haha

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s