hanoy

tiba2 kota ini terpikirkan ketika di luang prabahang, setelah dari kota ini yang menurut w mahal, w melanjutkan ke vanvieng, dan ternyata mahalan disini, rate dollar untuk kip juga bedanya 100kips untung w mendapatkan kamar yang nyaman yaitu bungalo dengan bus bed, ada juga 2 teman korea w, besoknya setelah mengelilingi vaNVIENG W BERTOLAK KE VIENTIEN, HADUH ITU MOBIL UDahmah butut, berdebu lagi, tapi itu membuat w terbuka betapa menyeihkanya hidup w sekarang dibandingkan mereka yang terlihat kampungan, w teringat keluarga w, betapa beruntungnmya w memiliki kehidupa sekarang, sore menjelang malam bus berhenti di central terminal vientien, w bingung mau kemana, gak ada yang nawarin w numpang ini itu, gak kaya orang lain yang dikeributin tukang taksi, tuk-tuk dan ojek, w aman-aman saja, setelah w foto ini-itu baru ada beberpa, w mbingung mesti kemana.
nyebrang sana-sini w kelabakan, akhirnya w mencari alternatif lain langsung pergi ke hanoi, bersama tukan ojek yang menwarkan harga 20000kip. w menukarkan uang dolar w di warung disini ratenya 7500 per $1.
bersama tukan ojek w ngebut ke southern bus terminal, dia pun seikit batuk karena kondisinya yang udah tua, ternyta vientien kota yang sngat besar, berbeda sekali keadaanya dengan pinggiran jalan menuju kota ini dari luangprabang ataupun vanvieng, setelah sampai aku tambahin ongkos ojeknya 5000kip, karena kasian melihat dia, w pun membenarkan rompinya, anda udah tua harus jaga kesehatan, dia tersenyum meski kaget w menyentuh rompinya, dia melihat w membeli tiket, w dapet dengan harga 220000kip, $30 dikembalian 20000kip, untung kan, masuk kedalam mobil dan mobilny adalah sleper seat, lumayan enak meski ada bule england yang belagu banget, sok taqjir menganggap w itu gak ada apa-apanya, kemudian mulalah penuh i mobil, disamping w orang korea lagi yang menyukai alat musk tradisional, lumayan punya temen baru lagi, meski kita jarang ngobrol. setelah mengalami beberpa kendala sampailah kami di perbatasan pada pagi hari, udara yang menusuk tulang hingga aku menggigil kedinginan aku mencoba cuci muka karena debu yang aku dapat selam pejlanan itu belum aku bersihkan, aku takut jerwata semakin banyak, setelah cek imigrasi kami melanjutkan perjalanan, pengecekan dilakukan sangat ketat, tapi tas w gak di chek apa2
jam 7malam mendekati terminal hanoi, ada seorang yang masuk dan menjelaskan bagaimana kami dapat menuju pusat kota, dia menwarkan diri untuk mengenkut kami di sebuah mini bus, dengan mebmbayar 30000dong kami melaju, aku pun tak mendapatkan dorm di hotelnya, lalu aku berjalan sedikit dan dapatlah di may de ville hostel, ini kali pertamnya saya nginap di hostel, asik bayar $6 dan include breakfast,, ohhhkkk,,

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s