luang prabang

datagn sore hari ke luangprabang, entah mengapa w ngunyem terus, makan ampe abis, dan w malah beli mie lagi aduh, mana mahal algi diatas boat ini, w abis erpa duit, makanan yang w beli selama dithailan hampir abis semuanya, ngunyem terus, dari muali kwaci, biji pumkin, lays, oreo dan sebagainya, hadooh,, didepan w tepat orang australia yang bisa sedikit berbahasa indonesia, di kursi samping w adalah orang laos, kayaknya tajir tuh orang, ampe memperlihatkan semu gadget dan kameranya, haduhh. di belakang w pun sendirian dan diem mulu, gak seperti bule kabnyakan, w bisa tenang di boat ini, senangnya hati w, setengahnya dari boat kemarin penumpangnya, tapi tetep w satu boat dengan yang rusuh kemarin hadoh, w pn hanya diem dan menikamti perjlanan ini, w mendelik-mendelik melihat batu yang terjungkal dan pemandangan gunung lainya, juga kegitan warga sekitar, ternyata di laos itu sapi berkeliaran dimana-mana.
kapal sederhan, memancing, madi di kali, kegiatan lainya aku perhatikan, merka yang menjadi objek bisikanku, dan batu-batu yang diletuskan oleh dinamit, hadoh demi kelancaran mungkin ya, banyak batu yang diledakan, dan juga sedang ditanam seperti paku besar yang mungkin itu yang akan meledakan nanti.
pada sore hari pun aku tiba di luangparabang, bingung memang, w sih gak begitu sulit dengan barang bawaan w, gak perlu masuk bagasi atau apapun, tingal pake dan pergi, w naik tangga untuk keatas, dan w mencari penginapan, eh buset hargany selangit men, aduuhh ampe puluhan dollar, gak sanggup dehk w. akhrnya w menyerha dengan kota ini, dan w berpikir untuk ke terminal aja, yaitu ke naluang station agar bisa lanjut ke vanvieng saja.
beberapa pedagang sovenir mulai menggelar dagannganya, akupun berjlan menyksikan hingga aku menukarkan uang, $1=7980. lumayan lah, ada yng bilang nukar di kota ini sedikit lebih mahal, makanya w nukerin cuma $30bath. eh sialan banget, ternyta ini rate paling tinggi selam w di laos,
w [pun menanyainya di mana w bisa mendapatkan guesthouse murah, sekitar 40000kip tapi lurus aja katnya, emang itu jalan sivavangong, yang kata buku disitu banyk guesthouse murah,, mana nihil,.
memang banyak bule ke kota ini, dari kedatangan yang bareng w aja seratus lebih, belum yang kemarin, akhirnya w jalan terus ampe ke lapangan bola, jauh meninggalkan keramaian, karena w mau menuju ke terminal, w tanya keman arah menuju terminal, setelah itu w jalan lagi, dan ada sebuah papan nama guesthouse, w pun masuk ke arah tersebut, ada bangungan bagus, rupanya itu adalah hotel dan guesthousenya ada di sebelahnya, w mendapat harga sekita 40000 dong, itu adalah rumah warga, banyak bagnet nyamuk, tapi selam w tidur gak ada tuh, bahkan aman-aman saja, tadinya w mau stay lama di kota ini, tapi w berpikir lagi, w ingin ke hanoi aja lah, menskip vanvieng langsung ke vientien dan mengambil bus ke hanoi, mau w sih ke halo bay, sekedar merefresh otak w yang inget keluraga terus,
w seger masuk kamar, kamrnya lega ada 2 bed di kamar tersebut tapi sayang gak ada colokan buat charger, aduh, ada kipas angin, handuk dan sabun. w segera mandi, enak banget airnya gede, tadinya w mau mencuci tas w, karena bir yang tumpah itu, tapi w urungkan,
setelh mandi dan solat, lalu w pergi ke central, agak serem memng, banyak tempat gelap dan w mesti melewati sebuah wat yang gede, aduuhh, serem banget, memang kala w p[ergi gak begitu serem tapi pas balik w kegirangan takut, hadoh.
w terus berjalan kemana tai kaki w melangkah dengan ransel yang membuat punggung pegal. night market pun sudah rame sekail, w masuk kawasan itu, melihat ini itu, dan menyaksiakn hal-hal yang jarang w temui, ada sebuah gang rame banget, rupanya itu gang yang menjual makan, disini abnyak banget makanan, dari mulai kue-kue hingga jenis makanan siap saji, w memilih membeli nasi goreng, katanya sih w mesti yang ngsuk sendiri, sistemnya parasmanan, apapun tinggal kita yang nuang, mau segimanapun ukurnya, tapi w memilih untuk dituangkan oleh penjualnya, hanya nasi goreng saja, padahal isitu banyak sayuran juga, w memilih si ibu itu karena tidak ada daging yang dia jual. kalo tau ini sisitemnya ngeduk semau w w mau ambil ampe besok, dan tololnya w nolak pas siibu ngeduk ampe muncak, w bilang no no no, to much for me, bayar 10000kip, padahal dengan uang segitu w bisa dapat porsi besar dan bisa buat besok pagi makan, tapi udahlah, mau giman lagi.
menyaksikan night market seanjang jalan, w hany membli sebuah dompet dengan harga 4000kip. w pun ketemu kathy, dia mendapatkan guesthouse dengan hraga 400bath, huh
lalu w balik ke rumah dan makan di rumah, w liat paman dan bibi pemilik rumah sedang makan, ya sudah w pun makan, di rumah itu air minum gratis jadi gak usah beli minum, tapi karena w slalu mersa tidak enak hati dan minuman yang w beli pun masih ada jadi ya sudah minum saja yang w punya.
tidur cukup pulas, dengan keluh kesah sebelumnya, memikirkan perjalanan berikutnya dan menyusun strategi, mengitung budget next episode dan segalnya, tapi berkahir dengan tidur.
pagi hari w langsung pergi dan berkeliling kota. ya kota kecil w mampu menglilingi selam 3jam, ternyata masuk ke sebuah temple dan wat itu bayar lagi, sekitar 20000-30000kip. cukup mahal emang, akhirnya w hanya melewati saja, bahakn mengjungi pulau sebrang yang terbelahpun mesti bayar 5000kip. yasudah w hanya jalan-jalan saja mengeliling central LP itu,  dan setelhanya w kembali ke rumah sekitar jam 11 pagi, w membeli gorengan harga satuanya 1000kip, w membli 5buah, ada pisang dan ubi, agak susah berinteraksi dengan penduduk, karena berbeda sekali dengan bangkok, disini jarang sekali yng bisa berbahasa inggris. ya w cukup sulit menjelsakan, dia gak paham w mau beli bnyak, masa w cuma beli satu biji, tapi w akhirnya daoet juga tuh 5 buah.

setelah tiba di kamar, w pun madi dan memberskan beberapa perlatan, w mempoto lapangan tempat permainan kelereng besar segede bola kasti itu, yang dimainkan oleh orang dewasa, dan ajang judi mungkin. membersihkan diri dan berbackpacking ria, lalu w mgneisi air minum di luar, dan cabut w ke naluang bus statsiun.

cukup jauh memang sekita 5km lebih, w pun agak bingung diman letaknya, akhirnya dengan bertanya w pun menemukanya, deket stdion bola tempatnya, lalu w membeli tiket ke vientien dengan harga 110000kip, setelah w menunggu ada 2 orang yang mendatangi w, dia menwarkan bus mini untuk kesanan karena bus ini mungkin akan pergi jam 2 atau tidak pergi, tpi w bilang tidak masalah karena w pikir mereka ada lah calo, yang nyaranin ke w adalah supir bus ke vanvieng dan temenya adalah supir bus ke vientien, w pun sempet bersedih dengan keaadaan w, w inget mereka lagi, lalu setelah jam 12.30 sweperti time untuk keberngkatan bus dia berngkat, tapi bus itu ngebut dan cepet banget perginya, dia menngglakan w, w sempat mengejranya tapi ternyata dia tidak berhenti an terus ngebut, auuh, w pun complain ke penjual tiket, untungnya tuh tiket bisa ditukar, akhirnya w memilih buat ke vanvieng aja, dan si penjula tiket mengembalikan uang 50000kip, jam 1.30pm bus berngkat, disitu ada dua orang entah china atau jepang, kami pun mengobrol ternyta dia orang korea dan dia seumuran, yang satu sangat interest banget karen w banyak mengetahui hal-hl korea, apalagi film saeguk yang w sukai. kami pun semakin akrab dan bersama-sama menginap i bungalo selam di vanvieng, ohhh thanks.

dalam tiket itu include makan, rupanya dikasih air minum juga pas di awal, dan makan malam ketika mendekati vanvieng, soalny kalo makan duluan, yang aa semua makanan yang w makan keluar semua karena gunung, entah mengapa w kbagaian no 7 seperti tanggal kelahiran w, dan ya alhamdulilah nyampe vanvieng selamat.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s