Luntang-lantung

setelah sarapan pagi du hue backpacker hostel, saya langsung ke statsiun dengan berjalan kaki, sekitar 5 kilometer saya tmpuh dalam waktu 30 menit kurang, hujanpun mengiringi langkaha saya.
di dalam kereta yang bersih dan sudah banyak penumpang saya duduk di kursi no 36, sepanjang jalan saya nonton tv yang terpasang dan terkadang melihat keluar karena signal tv ilang, dan wah banget, kita melewati tebing dan jurang yang sangat indah pemandanganya saat melihart kearah jendela.
kereta ini berangkat jam 8.15 pagi dan nyampe da nang jam 11.30 masih terlalu pagi, tapi sialnya setelh saya beli makanan dan masuk ke wc, saya menanyakan kearah mana airport dengan menggunakan isyarat tangan saya diluncurkan keatas supaya si penjaga wc ngerti bahwa saya mencari airport, ada seorng cewek yang mau megnantarakna saya dengan membayar 30.000 dong, akhirnya kami diantar, sayang sekali ini bukan airport yang besar, setelah bertanya saya mesti chekin besok pagi, dan seetlah menungu hilir mudik saya bingung karena tidak boleh istirahat di bandara. saya pun bingung, gak mungkin juga saya nunggu berjam-jam hingga besok, kenapa tak saya gunakan aja waktu ini untuk berkeliling, tapi saya pengen cepet pulang, gak ada nafsu lagi jalan-jalan.
saya pun keluar dari airport, saya mencoba untuk menyimpan ransel saya tapi di situ tidak ada jasa untuk itu, akhirnya saya jalan dengan memanggul ranssel dan untungnya gak begitu berat, saya pun mencari jalan inti untuk menandai di peta agar mudah untuk mengetahui dimana saya dan harus kemana saya, langit cerah tapi sesampainya saya di jembatan menuju china beach mulai mendung, saya pun hanya melewati jembatan itu saja, dan balik lagi, kemudian mengambil jalan terajuh agar pas saya kembali hari sudah gelap, tapi udah mau hujan, saya pun memotong jalan, dan punya ide untuk mencari internet kafe, hati ini udah gusar, pengen balik, sekitar jam 2.30 saya menemukan bebrapa warnet, saya memlih yang bisa buka fb, dan hasilny saya bisa mengunduh semua foto yang ada di kamera HP atau camdi, dan nyampe jam 6.30 saya hanya membayar 17.000 dong atau sekitar 8rb rupiah.
di danang ini banyak sekali pembangunan gedung tinggi, kapal-kapal yang berlabbuh dan toko-toko juga perniagaan. jemabtan yang menghubungkan dengan chian beach membentang kokoh, ada kendaraan yang tidak diperbolehkan lewat, namuan di sisi jembatan ini para pejalan kaki di sediakan jalanya, begitupun di jembatan lainya di kota-kota lainpun seperti itu, memang vietnam ini banyak sekali sungai, bahakn saya melewati banyak jembatan ketika menuju danang, pantesan aja tiket keretrta begitu mahal.
setalah malam hari di danang, saya hanya duduk termenung, di sebelah saya banayk orang yang telah lalu laalng, kebanyakan dari meraka adalah orang korea, dan gilanya yang saya deneganerin itu lagu sountrek jumong dan film saeguk lainya, hadoh mana mulutnya bau bir semua lagi, ampe bikin heneg. bukan bau yang baru minum bir tapi au yang kayaknya udah melekat karena sering minum bir. seumu oran kayaknya minum itu.
ternyata banyak sekali orang koea yang datang ke negara ini. saya hampir beberapa lama di kursi pojok itu, sebleum saya merasa tidak nyaman ada petugas yang melihat karena dari siang saya sempet bertanya, mungkin dia pikir saya apa gituh. akhirnya saya bertanya lagi bolehkah saya menginap di airport dan dia bilang tidak. akhirnya saya dengan berat hati keluar dan ke lantai satu mencari kursi, memang banyak sekali kursi ditempat itu tapi kursinya terbuat dari batu keramik dan keras, ya Tuhan dingin banget, sejak saya turun ke lantai pertama saya melihat banyak sekali orang, ada kamera juga dan orang-orang vietnam yang meliaht-lihat kaca, entah ada apa itu saya pun bingung, orang yang menunggu mereka itu seperti orang korea dan tulisan yang mereka lembai-lemabikan bertuliskan hurup korea, apa ini ada syuting? tapi saya pergi meningglkan mereka, say pun duduk dan mencari signal wifi, beruntungnya ada lagi ampe 24 jam malah, tapi sayang tidak bisa buka facebook.
semakin lama orang semakin tidak ada dan memningglakan saya, saya hanya termenung dengan wifi saya yang gak jelas saya mau ngapaian, saya keluarkan 2 sarung saya, lalu saya belitkan ke badan saya terasa agak mendingan saya bingung mau tidur gimana, berulang kali saya pindah dan mencari tempat yang nyamana tapi dingin banget, hari mulai larut say sempat tertidur bebreapa menit lalau sadar dengan kaki yang mulai dingin, karena sepatuku yang belum kering akibat hujan rintik-rintik di hue kemarin, saat dikereta pun saya mengganti dengan kaus kaki baru dan mendoblenya dengan pelastik agar tak tembus ke kaki, tapi karena di liatin pas di bandara saya lepas.
saya pun mencoba bergerak dan mencari toilet, ternyata pintu toilet di tutup semua, saya bertanya ke petugas rupanya pintu toilet untuk orang tua yang duduk di kursi roda terbuka tapi ada seorang satpam yang keluar dari situ pas kami buka rupanya dia tidur disitu, saya juga sempet berpikir senbelumny mau tidur di toilet, tapi saya takut terkunci besok hari, akhirnya menunggu pajar saya berjongkok di sela-sela pintu masuk toilet, aduuhhh dingin banget, ciputpun padahal udah di doble w pun sempet sedih dengan keadaan saya, tapi mau gimana lagi. pagi mulai menjelang kuliah tadaa seorang bule yang duduk dan dia menyapaku, setelah melihat layar keberangkatan saya ngobrol dneganya sebentar dan diapun pergi ke atas, pintu masih tertutup dan bebrapa jam kemudian mulai dibuka lagi, rupanya mereka tidur di bandara, beberapa wanita yang melayani juga datang dengan bajunya yang cantik dan sopan. saya pun pergi ke atas dan memebrsihkan diri, padahal cuci muka doang.
saya dudk lalau ada pria yang mendekati saya, akhirnya dengan bahasa melayunya yang agak lancar kami berbincang, saya memberikan bebrapa obat-obatan yang saya gak pake selama traveling, memberinya koyo dan kpi kapal apai yang gak pernah saya seduh. saya pun menempelakn bebrapa koyo buset panasnya minta ampun. kami menunggu dari pagi banget. setalh sekitar jam 8 pagi boardingi mulai dibuka, kami pun melakukan prosesi itu. dan menunggu lama sebelum check in ke petugas saya masih dudk denganya kaena kami pikir masih lama waktu keberangkatanya, setalh mendekati dan antrian mulai sedikit kami pun segera mengechek ke petugas, kami pun menunggu pesawat yagn akan kami tumpangi, pesawat datang lebih awal dan berangkat lebih awal juga tiba ke kuala lumpur lebih awal, perjalanan sekitar 2 jam 30menit dengan pemandangan yang mantab membuatsaya bahagia dengan posisi duduk di sebelah kaca, di sebelah say aadalah oran glokal yang tak mau lepas dengan henpon layar sentuhnya, aduh kesel banget hati w, mana so sibuk banget lagi, emang sebegitu menariknya ya hidup anda dengan gadget itu.? kami pun tiba dengan selamat alhamdulillah di kuala lumpur sekitar jam 1.30

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s