hummmmmm CM

gak tau kenapa ini kota ingin banget saya kunjungin. saya sudah mencari tiket pesawat untuk langsung kesini ketika tiba di spore mau langsung ke kota ini, tapi saya lakukan dengan jalur darat dan memilih membli tiket untuk pulang saja dari vietnam, sempet ragu karena ketika di bangkok pun saya ingin pulang, tapi saya malah beli tiket ke kota ini, berawal dari tontonan tv vacation seleb itu, saya jadi pengen di tambah saya membuka web turism thailand bahwa bulan february ini hingga tanggal 14 akan ada festival bunga. wah kesempatan nih makanya saya pengen banget di tambah saya memebli buku aryanto yang backpackeran dari utara thai. sebelum beli buku itupun saya sudah mau pergi ke utara, aneh memang. tapi justru ketika di chiang ai saya gak banyak maen kesana kemari, menspesialkan pestival itu saya malah banyak berkeliliang di sekitar saja tak jauh-jauh dan mengunjungi yang menarik di CM. berikut cerita selengkap/kurang lengkapmya?

di kereta menuju chiang mai sebelah saya adalah warga lokal yang mau balik ke chiang mai, sepanjang jalan dia berkelakuan aneh dan bau sekali bir. sebenrnya saya selalu berharap bule di samping saya, anehnya tuh saya selalu duduk sendirian di awal, temen sebelahku itu pasti selalu datang belakangan. yasuadah mau tak mau nikamtin aja semalam ke chiang mai di kereta.
saya pun tak banyak hal yang dilakukan, paling baca buku yang semalam dibeli dan molor dengan kondisi bising banget, keretanya biasa aja, keadaanya sama lah kaya di Indonesia cuman agak mahal atau untuk jarak sejauh itu emang harga standar, siang hari saya tak mendapatkan kelas 3rd untuk keretanya, ada tapi mesti nunggu ampe jam 10 malem, akhirnya karena saya pengen cepet-cepet saya pilih yang 2nd class. bedanya cuma kursinya aja yang bisa digunakan seperti kursi bus bisa ditenggakan buat tidur. di dalam kereta cukup bersih dan jendela-jendelanya kaya jendela rumah di tarik ke atas buat nutup dan kebawah buat ngebuka, cuman gayanya kaya rumah banget dari kayu, cat gerbongnya warna kuning, kipas angin menyala sepanjang malam, di gerbong lain pun sama, apa yang ngebadaain, bedanya cuma kursi dan harga kalo yang ekonomi 271 Bath, kalo yang saya 391 bath., banyak banget bedanya mending milih yang ekonomi aja dehk.
saat tidurpun bising banget, di telinga tuh buset suara rel kenceng banget, karena banayk jendela yang gak ditutup dan emang gak ada angin masuk meski di buka. kipas angin pun hanya pajangan kali ya cuma muter-muter gak ada pengaruhnya, mana air conditionya.
tiba sangat pagi sekali masih gelap sekitar jam 5 pagi, udara juga sangat dingin, saya gak tau mesti kemana? saya tadinya mau sok akrab dan join bareng bule lah ke kotanya, karena saya bingung. tapi saya berajalan melangkah sendiri mencari pusat jalan. saya melihat ada bule cowook lagi liat map, saya pun menghampirinya dan melihat map tersebut, saya menanyainya dan tanpa keberatan kami berjalan bersama, gila ada ya bule yang mau jalan, jarang banget nih bahkan saya tak percaya. kami pun lanjut ke jalan mencari dan sesekali bertanya akhirnya kami menemukan jalan besar dan lurus mengikuti petunjuk, saya sampe di jembatan yang menghubungkan chiang mai, hari mulai cerah, banyak sekali bunga di pajang dan kami terus berbincang sambil berjalan, aku berikan mapku yang kutemukan di phuket saat check out, punya si bule irlandia, di map itu ada map bangkok dan chiangmai, bulak balik.
dari nawarat bridge kami lurus saja sampai kami melihat ;lampu merah, di depan lampu merah ada counter air asia. ada seorang wanita yang membawa tas segede bagong dan ransel kecilnya huh saya ampe pengap ngeliatnya, dia juga sedang bingung, tapi dia sangat easy going gampang bertanya pada siapapu, termasuk pada kami, kami segera mencari jalan keluar bersama, kami mencari guesthouse dan sekitar situ ada, cewek itu keliatan ingin segera beristirahat, tapi saya selalu berdoa dan dalam hati ingin kami bersama, ampe mohon-mohon dalam hati, untungnya beberpa guesthouse masih tutup dan gak ada orang kami pun menuju sebauh gate dan masih kelabakan, beberapa kali saya merekomendasikan nama guesthouse yang ada di buku aryanto. kami masuk-masuk gank sekali lagi jarang sekali guesthouse, kami terus mencari akhirnya si bule cowok itu ngajak sarapan pagi terlebih dahulu agar kita bisa langsung fresh lagi, saya sempet mau menolak karena takut kamahalan dan saya bingung mau makan apa, akhirnya say nyerah dan ikut saja, ada restaurant kami pun makan di situ, 80 bath ternyata, saya pun memilih menu yang sama dengan bule cowok itu karena saya bingung mau makan apa, fried rice yang saya minta belum ada karena dia hanya melayani sarapan saja di jam sekarang ini.

perkenalkan mereka itu adalah GERMAN di baca KHERMANK dan MARIA. kami makan ber3 di situ sambil ngobrol banyak ini itu, seru dehk pokonya saya malah keliatan binngung sendiri, mereka bilang jangan khawatir masih banyak oeginapan, kita bisa tidur disini kalo tidak ada,. kami pun melihat-lihat peta, ngobrol dan makan, saya agak bingung dengan cara makanya, yang tersaji, jus tomat yang sangat asam, teh pait, ritu tawar. butter yang keras, selai kecil, 2 telor mata sapi setangh matang, maria melahap roti dengan kuning telor seperti yang nikmat, saya malah tidak memkanaya hanya memakan kuning telurnya saja, sekali kita menanyai satu sama lain, seperti biasa kadang saya kurang ngudeng tapi mereka berusaha mengertikan dan mencoba menolong apa maksud saya, dan maria cewek yang sangat menyenangkan.

saya merekomendasikan banyak tempat yang murah, maria kekeh pengen melihat little bird guesthouse, tapi kami bingung setelah bebrepa kamar masih aja mahal, ampe kurasa bagian ini tidak ada lagi guesthouse, saya ingin menuju di mana aryanto sempet menginap di rumah penduduk yang disewakan, saya berjalan di rachawithi road dan belok ke kanan sebelum melewati sebuah sekolah, mereka mengikuti saya dan kami menemukan sebuah rumah, tara NHOUSE. kami segera menanyakan ke pada yang punya, ada 3 orang di situ, 2 laki dan 1 perempuan, si perempuan langsung menyapa kami dengan kata salam thainya, diapun menanyai saya menggunakan bahasa thai, sori I dont understand. I am indonesia, kami pun tertawa, dan berguyon, dia malah berkata saya seperti orang thai dan kambodia. setelah kami sepakat kami di beri handuk, air minum, tisu dan sabun, kami memilih dormitory kebetulan ada 1 ruangan kosong dan berisi 4 kamar tidur. ya kami sepakat.

setelah menunggu bebrepa menit kami segera naik kelantai paling atas, euih sepatu gak boleh dipake keatas, saya pun kelupaan, kami pun beristirahat dan sedikit bercengkrama Maria dan German tidak kebertana saya menunaikan solat, malah maria sering menanyai tentang agama saya, saya menwarinya oreo, lalu aku pergi mandi, humm kamar madi luar tapi nikmat banget, airnya gede dan hangat.

setelah itu saya ganti pakaian, mereka masih saja mengobrol dan pedekatean. saya pergi ke bawah dan saya langsung ngobrol dengan si ibu yang punya, saya duduk dan membaca buku kemudian saya meminta kode wifi untuk henpon saya dia pun memberikanya, tapi sebelumnya dia bilang kemana tujuan saya berikutnya, saya bilang mau ke luangprabang, dia pun langsung semangar menawari saya dengan paket slowboatnya, memang di rumahnya tidak hanya penginapan saja, di lantai pertama di gunakan sebagai administrasi paket tour, penginapan dan restoran kecil, ada dapur, toilet di lantai pertama, di lantai kedua hanya tempat jemur baju dan 2 komputer yang dapat kita gunakan secara gratis. dan kamar saya ada di lantai terakhir, semua kamar di pasilitasi dengan televisi dan tv kabel.

dengan membyar 150 bath udah cukup puas banget dehk. saya pun membayar si mama mengenai paket ke luangprabangnya seharga 1750 bath menggunakan slowboat, paket ini 3D/2N.  saya kembali ke atas dan solat, saya kembali ke bawah, si mama lagi ngupas pepaya, saya pun dikasih satu bilah lalu si mama memblend pepaya itu dengan banana dan saya di kasih lagi satu gelas, begitupun jimmi orang amerika yang udah bebrepa hari nginep dan dia orang yang mempelajari semua bahasa, orangnya asik gampang gaul.

eh iya saya jadi lupa dehk temen saya yang dua itu, yang cowo dari spanyol dan udah cukup tua/dewasa sekitar 38 dan yang cewek dari Irlandia. maria ini dia sebelumnya abis dari India. terkadang dia membicarakanya betapa mengasyikanya traveling ke India. selanjutnya setelah CM ke vietnam dan dia berencana mau ke Indonesia. hmmmmmm

bersambung dulu ya pemirsa

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s