haik-haik they left me!

pagi hari saya bangun, mereka terlihat masih tidur, saya segera membersihkan badan dan turun ke bawah, tak lama kemudian German mendatangiku, dia menyalakan komputer dan saya segera menyalakan wifinya, saya hanya online menggunakan henpon karena tidak enak kalo pake komputer ama mama KHE apalgi pagi-pagi, kebetulan German lagi mau maen kompter dan saya nyalain aja tuh wifi.

saya turun lagi, suami si mama memberikan map laos untuku, mapnya sangat bagus, German merasa syirik kali ya saya di kasih, rupanya tak laam kemudian si bapa nyuruh saya untuk mencopi map tersebut, sialan, saya pun mencari tempat potokopian, tapi gak mau mencopi karena mapnya besar sekali, banyak kota-kota di map itu, bagus banget dehk mapnya, huh pantesan gak mau kasih saya. tapi gak apalah niat mereka kan baik.

setelah pukul 7 lebih saya memebli beberapa snack untuk bekal di boat nanti. saya ngobrol dengan fahmi, dan kami berpamitan, dia berencaana akan ke flower market karena kemarin belum sempet,  dan hari ini hari terakhirnya pula, makanya saya bilang ke mama “many people leave you, today mam:” dia bulang gak apa-apa.

fahmi pergi say akembali ka kamar, maria baru bangun tidur, saya memebreskan tempat tidur saya, dan segera bebenah, mandi dan segala macam, mereka pun begitu sibuk karena mereka akan pergi lebih awal, setelah selesai kami membereskan semuanya. maria memeberiku 3 butir coklat dia terlihat keren dengan pakaianya meski ala treker. kami turun ke bawah. si mama memanggil kami “cepat kalian kesini, paspor kalian mana? saya mau kasih kalian uang” dengan gayanya yang lucu abis. German lupa mesti menyerahkan potokopi paspornya akhirnya kami agak riweh.

kami berkumpul di meja sarapan, maria telah memebli mangga semalam dan yogurt, kami mengupasnya, gila pagi-pagi tapi saya juga minta, saya pun mengupasny untuk mereka, karena maria tiadk bisa mengupas secara benar. lalu maria menanyakan di mana kantor pos, karena saya tau di mana yaitu deket sekolah dan deket 3king monumen saya segera mengantarnya padahal saat itu mepet banget, akhirnya kami berjalan sangat cepat, maria sempedt bertanya apakah saya baik-baik saja, karena saya menyarankan slow, kalo saya mah hayuh aja mau cepet mau slow juga.

maria mengirim surat ke suatu lembaga, mungkin tempat dia bekerja atau study, terlihat salah satu petugasnya adalah lady boy, saya disangka orang thai lagi, mereka menanyakan sesuatu mengugunakan bahasa thai, setalh kelar dan bayar dengan harga yang cukup murah, saya sempet bertanya bisakah saya melakukanya? maria menjawab iya.

kami kebali ke penginapan, terliaht sekali kami terburu-buru waktu itu, benar saja sudah ada mobil yang menunggu mereka, mereka segera bersiap dan berkenalan dengan guidenya, lalu kami berpamitan dengan cara tergesa-gesa ya saya hanya bilang saya akan kangen kepada kalian, mereka memeluk saya, maria bilang kepada mama saya tak bolhe bersentuhan dengan wanita, karena sebelumnya saya pernah cerita apa yang boleh dan tidak boleh muslim lakukan, dia memeluk saya juga German memeluk saya juga, rasanya saya canggung mesti kaya gimana, saya gak pernah berpelukan sebelumnya tapi pelukan mereka nyaman qqkqkqkqkqqmqmq

saya menyusulnya ke mobil yang masih terdiam saya memeprhatikan mereka dan saya bilang saya mencintai kalian dan “you left me!” huhu

setelah say good bye saya kembali ke meja dan termenung, lalu ada tetangga yang memesan nasi, dan mama bilang kepada immy kalo kamu mau pesen saya sudah siap. tak lama kemudian saya memesanya, padahal waktunya tinggal beberapa menit lagi, saya memesan sop ayam dan nasi. wah setelah tersaji asli enak banget, ayamnya emang putih mungkin kelamaan di kulkas, tapi sayuranya dan bihun beningnya itu mantab banget, wahhh bener-bener thai banget rasanya, mama mengerti karena saya rewel takut pork dia udah tau lah. dan makanan mama enak banget. si mama slalu menanyakan good or not, saya katakan saja,. teman baikmu yang slalu kesini tiap hari beruntung memelikimu, makananmu enak sekali. saya memeberikan indomie soto kepadanya, memang banyak makanan di rumahnya tapi dia menerimanya, semogadia ketgihan.

mobil datang, saya segera bersiap, mama mengantarkanku meski ke depan, maria sempet bilang kalo mama mencitai saya. hummm. saya berpamitan denganya tak lupoa mencium tanganya lalu berpoto denganya, kami pergi dan saya mengucapkan terima kasih saya. mama selamat tinggal.

saya pun naik van yang luamyanlah lebih baik dan bagus. dan saya pergi ke nhongkai!

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s