oleh-oleh buat anak kampus, pelancong aneh

Kayaknya masih banyak pertanyaan dari temen-temen di kampus. Padahal saya begitu terbuka dan mau share, kalo gitu saya share disini aja ya!

Kata siapa ke luar negri itu mahal? Banyak buku yang saya baca dan bertebaran saat ini mengenai perjalanan mandiri, saya pun demikian beberapa buku menjadi kisi-kisi dan informasi juga sebagai motivasi untuk sebuah perjalanan. Banyak banget apalagi isi materi yang ditawarkan yaitu jalan-jalan ke luar negri/dalam negri murah.

Bagi saya yang banyak kemauan dan imajinatf juga tukang mikir kejauhan membuat saya semakin cepet update. Saya memikirkan banyak hal dan beruntunglah dari ambisi itu saya menemukan cara yang banyak gunanya. Yaitu melancong/backpacking. Nama itu sedang melejit sekarang tanpa mesti kita gabung dengan komunitas ini itu, kita bisa mengatur perjalanan mandiri oleh kita sendiri.

Saya menghabiskan 4.4juta untuk akomodasi 21hari, dan untuk tiket 1.4jt 3x naik pesawat (pulang pergi Singpore Rp. 1.030.000 dan Keberangkatan dari Danang Vietnam ke Kuala Lumpur Rp. 450.000) saya pun masih optimis untuk menekan budget tersebut. Hal ini dikarenakan jumlah negara yang saya kunjungi 5. Yakni ; Singapore, Malaysia, Thailand, Laos dan Vietnam. Dan itu untuk pertama kalinya, jadi maklumlah ya!

Saya memilih untuk solo (alone) traveling dikarenakan pertimbangan pribadi dan kenyamanan. Bukan gax punya temen atau gimana, malah banyak juga orang yang melakukanya bersama yang lainya. Mereka berkumpul dari berbagai kota dan pergi bersama. Hal ini mungkin saja karena ada wadah dimana kami bisa berbagi apapun satu sama lainya dengan kemudahan dan perkembangan sekarang. seperti teman saya yang berencana pergi dengan saya dan romobongan dari jakarta pada tanggal dan hari yang sama, namun saya memutuskan untuk berjalan seorang diri.

Dengan kemudahan tekhnologi juga membuat saya terbantu dalam merencanakan perjalanan ini. Setidaknya saya mulai bergairah melakukan banyak aktifitas di dunia maya, seperti ; menulis blog, baca-baca artikel, mencari info menarik dan lainsebagainya. Itu semua karena saya takut dan deg-degan mengenai semuanya tapi itu yang membuat saya menyukai dunia backpacker ini.

Pengen tau apa saja yang saya pikirkan dan kok bisa? Itukan yang kalian bingungkan?

Saya suka belajar mata pelajaran English, Saya juga suka menyanyi lagu-lagu berbahasa english. Saya orang yang bosenan dan plin-plan.

Karena saya seorang pria jantan agak berlebihan dan komedian, saya ingin seperti ayah saya, kuat dan penuh tantangan hingga kini dia hebat untuk keluarga di mata saya dan saya mesti lebih kuat dong! Makanya saya berfikir untuk melancong saja. Dan saya mendengar sebuah kunci ketika nonton televisi, yaitu BACKPACKER.

Ketika memblusuk dan mempelajari lebih jauh rencana saya ke luar negri dapat mungkin dilakukan bahkan dengan dana terbatas.

Why? Are u sure?

Hmmm, “baru pulang pergi ke Ciamis (kota kelahiran) doang dan lu sekarang mau ke luar negri, gila aja kali.” Atau saya kemasukan arwah gaib seberani itu, dan saya sendirian pula.

“Heh maneh wanian Rip!” Hahaha itu yang sering saya denger. “Terus-terus gimana aja Rip?” Mulai penasaran mereka. Yang nyebelinya mereka nanya “lu ngomong pake bahasa apa Rip?” Ini itu. “Helo makanya imajinatif dong!” #Agax sombong.

Memang hal-hal kaya gitu bikin sebel tapi seru karena saya berkicau terus menceritakan. Dengan cara ini pun pede saya meningkat.

Tiap minggu uang jajan saya hanya 100rb, bayangin gimana saya ngencengin ikat pinggang buat menabung! Saya memang beruntung memiliki keluarga yang lumayan perekonomianya, makanya saya rajin membantu mereka selama satu semester dan terbukti saya masuk kelas sore terus. Di situ saya mulai mengumpulkan uang dan mengurus semua kebutuhan saya hingga membuat saya mengeluarkan uang keperluan dasar yang lumayan.

Sejak awal semester tiga saya telah mengumpulkan beberapa informasi. Saya mengatur jadwal saya dan memperhitungkan semuanya. Kuliah saya agak down kali ini, ditambah kalender kegiatan Universitas berubah karena kebijakan fakultas. Bahkan ada minggu tenang di UTS dan UAS. Padahal sebelumnya hanya sebelum UTS. Jadwal outingclas yang bersifat wajib pun saya tidak ikuti dan hanya bayar saja. Saya sempat khawatir karena tiket yang saya beli sesuai perhitungan dan saya bisa melakukan keduanya. Tapi kali ini saya mesti memilih antara  menghanguskan/menggagalkan melancong saya atau mengikuti kegiatan kampus. Akhirnya karena tekad saya bulat saya memilih pergi ke 5 negara pada tanggal 30 january 2012, dan itulah outing class saya sebenarnya yang membuat saya banyak belajar.

Jujur ya selama kuliah beberapa mata kuliah membuat saya tak semangat dan kurang nafsu untuk belajar, tapi emang saya kurang serius kalo belajar, namun dalam hal ini saya mengaitkan pemikiran lain berbarengan dengan jurusan kuliah yang saya ambil dengan backpacking ini, terutama bahasa saya rasa saya malah ngedrop gak ada peningkatan, saya malah bingung mau ngisi apa ketika ujian bahasa dan untungnya lulus aja udah bersyukur, dan ilmu management saya mesti berkembang setidaknya saya belajar memanage diri sendiri tapi setelah melakukanya banyak settingan yang saya dapat.

 

Nah, jika kalian ingin tahu ini beberap tips dasar bagi pemula khususnya saya :

  1. Pembuatan paspor, meskipun kalian tidak mau pergi kemana-kemana coba aja abikin paspor! Murah kok cuma 200rb lebih dikit, prosesnya juga gak rumit, yang mesti kalian bawa hanya ijazah; akta lahir, KTP dan kartu keluarga, lalu ikuti proses selanjutnya.
  2. Buka web sebuah maskapai yang selalu memberikan harga murah atau sering mengadakan promo, kalo kalian rajin mantau dan beruntung mungkin saja harga Rp. 0,- itu bisa kalian dapetin, dan pergi keluar negri bisa gratis alias bayar pajak saja. banyak sekali di beberapa negara bahkan banyak yang mengadakan promo gila-gilaan, bisa saja harga tiket pesawat sama dengan harga 1 mangkok bakso. gak percaya! cape dehkkkkkk, yang saya gunakan adalah AIR ASIA.
  3. Rencanankan kemana anda akan melangkah! belagunya orang kita adalah setidaknya pertama keluar negri itu ke Arab Saudi dan umroh atau naik haji, ya ampun kalian mumpung masih muda dan mau menabung ya kejar yang deket dulu lah, jangan mau langsung yang mahal, makanya dengan sekarang belajar, sapa tau kalian bisa mengakomodasi perjalanan ibadah kalian sendiri tanpa lewat lembaga atau travel agent. Hemm, bisa hemat 20-30 juta kan, sisanya ke Eropa 1 bulan cukup, tergiurkah?
  4. Setelah memiliki rencana kemana kalian mau melangkah maka saatnya menyusun aktifitas dan kegiatan yang akan di lakukan selama di luar negri, taksirkan segalanya melalui riset kecil/besar tentang negara tersebut, dari sini kita mesti giat mencari informasi yang tepat dan berpacu pada angka-angka karena angka duit kita terbatas kan? maka semuanya mesti kita susun, dari mulai; akomodasi transportasi, penginapan, makan, tiket kunjungan wisata dan lainya. sebagai bantuan awal coba sesuaikan dengan buku. Contoh seperti buku karangan Aryanto yang berjudul keliling thailand dalam 10 hari hanya 1,6juta. itu kalian bisa sesuaikan atau bisa kalian ikutin persis seperti itu.
  5. Mencari informasi penting udah lalu rapikan dan jadikan sebuah internary, fungsinya ialah sebagai jobdesc agar ada kontrol diri dalam melakukan semua kegiatan tersebut.
  6. And then go Abroad dan Action!

Saya juga melakukan banyak riset kecil bagaimana saya menempuh negara tersebut, transportasi apa yang bisa saya gunakan, berapa harga tiket kendaraanya, penginapanya berada di mana, di mana kawasan turistiknya, bagaimana saya hidup di sana. Pokoknya semuanya pertanyaan dehk.

Saya bergabung dengan beberapa grup, bertanya ini itu membuat saya kadang malu dan pengen keluar dari grup tersebut. saya bahkan terkadang terlihat omong doang, makanya saya mesti membuktikanya.

dan berikut adalah beberapa hal yang penting bagi saya juga sebagai pedoman!

1. Niat, misi, ambisi dan harapan

Ya ALLAH terima kasih atas nikmat yang KAU berikan hingga aku bisa memperoleh kesempatan ini,pembukaan dulu ya!

  • Niat saya ialah belajar, memang acuan sebagai penunjuk arah adalah kota turistik dimana saya dapat memperoleh kemudahan dan akses dalam memudahkan saya melancong. tetapi saya pelajar yang belum menghasilkan banyak uang serta hati saya menolak untuk bersenang-senang dengan manghamburkan uang tanpa maksud yang jelas, itu semua saya niatkan untuk belajar dan mencari hal baru yang saya ingin rasakan seperti halnya traveler yang lain, jadi tempat turistik yang menjadi tempat belajarku.
    Belum saatnya saya merasakan segalanya, namun ini lah yang membedakan cara berfikir saya, yang dalam otak saya berbunyi seperti ini, dahulu saya mengumpulkan uang hanya untuk membeli sebuah barang dan itu hanya menumpuk di suatu tempat yang kemudian saya bosan menggunakanya, sangat mubadzir sekali. Dan kali ini berbeda saya ingin menabung untuk terus bergiat belajar dengan cara seperti ini, saya merasakan kepuasan batin saya.
  • Misi ingin menjadi orang yang lebih unggul dan mandiri juga pantang menyerah dan sederhana.
  • Ambisi saya, “want to know aja!” saya ingin kuat, ingin memiliki banyak teman yang berbeda, saya ingin bisa berbahasa english, ingin melihat budaya orang lain, ingin tahu seperti apa, ingin merasakan hal yang berbeda. banyak dehk kalian akan bosen atau ilfil ketika saya membicarakanya, tapi sejak saya melancong dan merasakan kesepian di perjalanan saya banyak melihat dan merasakan hal yang bergemuruh dalam hati saya, saya ingin melakukan apa mimpi saya yang dulu saya inginkan, yaitu bersumbangsih buat sesama, rasa bersyukur saya semakin dalam lagi, merenungkan kehidupan saya, semuanya membuat saya sedih dan berpikir ulang.
  • Harapan saya banyak, saya setiap hari sedih bahkan merasa berat untuk meneruskan perjalanan ini, semua ingin cepat saya lalui, saya rindu keluarga, rindu semuanya. saya selalu membuat harapan dan sempet curhat di depan danau di hanoy west lake. banyak yang saya utarakan kepada ALLAH, yang inti saya ingin memakmurkan orang lain.”Tuhan aku takut, aku tak tau apa yang akan terjadi di masa depan, aku takut gak bisa menjaga adik-adik, keluargaku, aku takut kami terbawa ke dalam golongan yang tidak baik Tuhan, aku takut melihat semua seperti ini, tolong Tuhan bantu aku untuk menjaga mereka dan tolong sampaikan terima kasih ku kepada orang tuaku Tuhan, hadirkan aku ke dalam mimpinya. terima kasih Tuhan, aku tak tahu mesti gimana lagi, banyak orang yang telah membantu keluarga kami Tuhan, keluarga kami telah sampai seperti ini, kami mohon ijinkan kami untuk memakmurkan mereka Tuhan, balas jasa mereka dan berikan mereka kemurahan rizky Tuhan! harusnya merekalah yang ada di sini menikmati semua ini, aku tak tau diri, beri mereka kebaikan Tuhan!” banyak banget lah yang saya utarakan saat itu. saya pun mewek bombai di saat udara dingin salju kota hanoy.

2. Maksud dan Tujuan

“Apa sih maksud dan tujuan kamu Rip?” saya paham kalian menganggap saya banyak duit pergi ke luar negri, memang melancong ke luar negri bisa di katakan mahal dan bisa juga di katakan murah, namun bagi saya masuk akal dengan budget terbatas saya juga bisa melakukan apa yang orang lain lakukan, dan mungkin perjalanan mandiri dan budget terbatas akan memberikan pengalaman yang jauh lebih mengesankan dari pada menghamburkan uang dan hura-hura.

maksud saya adalah ingin pergi aja, tapi karena saya kuliah jurusan manejemen hal ini jadi penguat maksud saya, saya ingin mengembangkan ilmu saya melalui kegiatan real. ketimbang saya belajar teori melulu dan membuat saya ngantuk, saya akan asyik melakukan kegitan ini, tanpa saya sadari ilmu banyak mengalir dari awal saya merencanakan perjalanan.

Tujuanya sih agar saya bisa open minded, lebih percaya diri dan saya akan lebih kuat lagi. saya tak bisa mudah bergaul dengan orang lain, saya kuper dan kurang bisa cepat berinteraksi, tapi saya humoris banget makanya kalo saya udah deket ma orang, orang lain akan terhibur atau tersakiti.

3. “Lalu rip kamu kok bisa tau info-info dan gak nyasar?” Seperti yang telah saya ungkapkan saya menyusun segalanya dan mencari segalanya, saya sih jarang liat internary saat jalan, saya pun membuat internary hanya rute tranfortasi saja, saya jarang bahkan membuka tuh kertas, saya menggunakan insting saya saja, mengetahui rute besarnya atau akarnya dan kemudian saya jalankan, dan alhamdulilah saya bisa menambahkan kota yang tidak tercantum dalam daftar saya, seperti Hanoy, Phuket. disinilah yang menurut saya banyak ilmunya yaitu saat menyusun semua schedule dari mulai pengaturan jadwal, budget, waktu yang tepat dan semua harus pas dalam satu inti, yaitu berapa lama traveling?

kalo saya gak mau rugi dengan tiket pesawat, udah mah hampir 1 jutaan dan cuma di pakai sebentar lagi, kok saya malah melancong sebentar saja, kecuali dapet tiket murah. sangat di sayangkan aja, makanya saya memilih 20 hari.

4. “Emang murah ya Rip, kok bisa semurah itu?” Kalian mikirnya sih saya tidur di hotel atau di villa, di beberapa negara banyak sekali beragam pilihan, mungkin di kita nama-nama ini belum banyak di ketahui bahkan tidak ada, sehingga banyak yang mengira untuk tidur aja mahal.

  • Hostel, ini adalah hotel kecil yang memberikan tarif murah, ada yang berlogo backpacker hostel atau sekedar hostel saja. Ketika di Vietnam saya menggunakan hostel karena hanya ada ini alternatif murah dan saya bayar semalam $6/129.000 Dong.
  • Guesthouse ini adalah rumah/ruko yang memberikan jasa untuk turis dengan harga murah, di dalamnya terdapat beberapa pilihan dan harga, seperti :
  • Dormitory adalah 1 kamar berisi 3/2 kasur bertingkat dimana kita bisa share dengan orang lain dalam satu kamar, harganya cukup murah. Single room adalah 1 kamar dengan 1 tempat tidur kecil, double room adalah 1 kamar dengan 1 ranjang besar dan seterusnya. Harga bervariasi dari mulai 45-90rb.
  • Bungalo adalah rumah yang mirip villa dan di sewakan ke pada turis, biasanya ukuranya seperti rumah kecil dan nyaman banget.
  1. Di Phuket adalah pertama kalinya saya mencoba alternatif penginapan dan memilih dormitory, karena itu pertama kalinya dan saya tiba sore hari, saya memilih yang dekat dengan terminal dengan harga 300Bath, mahal ternyata untuk ukuran Dorm.
  2. Di Bangkok saya memilih kamar double room 90rb karena tidak ada single room alias full, musim liburan dan besoknya mendapatkan kamar single room
  3. Di Chiang mai saya bersama sahabat yang baik dari spanyol dan irlandia di kamar dormitory selama 2 malam
  4. Di Nongkai saya mendapatkan 1kamar bersama 1 teman dan kamar mandi di dalam
  5. Di Pakbeng saya mendapat 1 kasur besar yang nyaman dan rumah penduduk seharga 75rb
  6. Di Luangprabang saya mendapatkan kamar dengan harga 43rb dan enak banget
  7. Di Vanvieng saya mendapatkan satu Bungalo baru dan nyaman banget karena wifinya kenceng banget seharga 43rb.
  8. Di Hanoy saya tidur di hostel dormitory selama 2 malam dan makan paginya mewah banget kaya hotel bintang 5
  9. Di Hue saya tidur di hostel dormitory juga dan biasa aja

 

semuanya sangat aman dan banyak orang baru bermunculan, disinilah seninya bagi kita berinteraksi dengan orang yang bergam, sungguh pengalaman luar biasa, ALLAH memberikan banyak jodoh yang luar biasa

5. “Paling mengesankan di mana Rip?” Di Chiang Mai dan Vietnam menurutku. kehangatan hubungan kami semua orang dalam guesthouse itu hmmm indah banget, saya mulai baikan lagh. Di Vietnam sih saya sukanya tidak seperti di Bangkok di sini mungkin karena cuacanya enak dan sedikit mirip kaya di indonesia. selengkapnya di blog saya.

6. “Siapa aja yang kamu temui dan yang kamu ajak ngobrol?”

Agak terbantu jika kalian bisa lah dasar berbahasa international/english saya pun cuma bisa dasar doang tapi ini yang membuat kita mesti giat dan gak usah malu, kalo malu terus yang ada kesepian dan jenuh kaya pertama kali saya tiba di luar negri luar biasa kesepianya.

Ella, kami bertemu di Phuket dan satu penginapan, ternyata dia orang bandung yang lagi ngeriset transportasi publik sekarang dia sedang melanjutkan pendidikan S2 nya.
Di bangkok banyak sih, pada umumny saya suka mengajak ngobrol yang lebih tua, di karenakan mereka lebih mau berinteraksi dengan saya yang di anggap warga lokal, betapa sangat welcomenya orang-orang tua itu. namun yang banyak ngobrol adalah RITA asal belgium yang ternyata malam itu adalah malam terkahirnya di Thailand.
Sejak menginjak kaki dari statsiun Chiang mai saya di pertemukan pria asal Spanyol dan di jalan kami dipertemukan lagi dengan wanita asal Irlandia dan kami menginap di suatu rumah yang sangat baik dan asyik, mama KHE NHOUSE I love you.
Di Naluang station Luang Prabang Laos saya dipertemukan 2 cowok asal Korea yang sebaya dan kami bareng selama di Vanvieng, hmmmm asik banget.

Di Hanoy saya dipertemukan pria asal Taiwan dan dia lulusan Universitas Shoutheast Asia, saya diberi kopi Taiwan dan kami ngobrol banyak mengenai ketertarikanku pada Taiwan
Di Hue saya di beri ciput Peru dari orang Peru emang orang tua itu sangat baik banget.

Banyak banget yang saya temui namun yang paling berkesan adalah ya mereka ini, sebenernya gampang banget nyari temen itu, tinggal masuk bar duduk dan beli bir lalu gabung dengan hura-hura para bule! Yakin banyak banget yang akan didapatkan, dan pastinya asik tapi bagi saya tidak. bukan itu maksud saya melancong.

Sebenernya melancong saya itu mengasyikan, mengharukan, mengenaskan, menyedihkan dan segalanya. suka kesel banget kalo ada yang bilang “dih kamu mah jadi gembel ya disana?” Halo lebih baik saya dari pada anda, bisanya cuma berkata doang, padahal anda bilang ke luar negri segitu mahal. hmmm mau cara apalagi coba?

Saya merasa perjalanan kali ini banyak sekali memberikan hal berharga, saya tidak mengunjungi tempat yang sudah saya targetkan, saya hanya tinggal dan pidah dari suatu kota ke kota lain, itupun hanya mengekplore dalam kotasaja, semua saya lakukan dengan jalan kaki dan 2/1 hari kelar 1 kota saya keliling bahkan beberapa jam saja, semua itu mebuat saya merasakan hal yang sangat berkesan. selama perjalanan ini saya mengalami:

  1. Gegar budaya, syok ke negara orang lain, banyak perbedaan yang signifikan membuat saya kurang nyaman terhadap beberapa hal.
  2. Kesulitan makanan, karena saya muslim saya kadang kesulitan mendapatkan makanan yang halal, tapi mau gimana lagi saya tak bisa menghindari syar’i, saya menghindari yang memang di haramkan oleh agama, tapi semua makanan tidak lepas dari ayam, makanya kadang saya makan dengan ayam meski bukan muslim yang menyembelihnya, terkadang saya makan dengan mie saja, atau nasi dengan telur.
  3. Adaptasi, awalnya agak sulit tapi semakin kesini mencoba menadaptasikan diri, semakin cepat bisa beradapatasi semakin baik.
  4. Komunikasi yang terbata-bata, saya kurang bisa berbahasa english, beberpa bule cak cek cok entah ngomongin apa, intonasiny sangat cepat, saya tak bisa menanggkap apa yang mereka katakan, apalagi saya bertemu dan mendengar 3orang amerika, bener-bener cepet dan gak bisa di pahami.
  5. Kejahatan hanya di alami ketika saya pulang dari bekasi ke karawang saja.
  6. Rindu terhadap kehidupan yang di tinggalkan di karawang.
  7. Bingung duit dan Kesepian.

Banyak banget sih yang saya alami dan itu sangat mengesankan, lalu apa dampaknya buat saya sendiri?

  1. saya lebih optimis
  2. percaya diri
  3. lebih cinta negara sendiri
  4. peka
  5. meningkatkan rasa syukur
  6. humble
  7. pengen lebih sederhana lagi
  8. berpikiran positip
  9. dan lebih berani

Jalan-jalan itu tidak menyenangkan/menyenangkan tergantung dari orangnya, tapi jalan-jalan yang aku selalu inginkan itu memberikan arti hidup demi peningkatan hidup saya, terlebih ambisi saya yang sangat banyak, kini saya memikirkan banyak hal pula yang jauh lebih berarti.

Saya ingin kalian merasakan apa yang saya alami, banyak banget pengalaman yang akan kalian dapatkan dari hal yang kaya ginian, prinsip saya adalah dari pada beli baju baru, saya mending beli dolar dan menabung, lalu pergi dan mendapat banyak pengetahuan.

Saya juga berterima kasih kepada semua guru yang selama ini membantu saya, yang selama ini mencurahkan wawasanya untuk saya, saya ingin seperti kalian bahkan saya ingin jadi seperti kalian, saya ingin menumbuhkan jiwa-jiwa baru dan membentuk suatu kebanggaan yang bermoral. Terima kasih kepada guru ngaji saya yang membuat saya mempunyai pagar yang tinggi dan indah dalam membatasi hidup ini yang semakin saya lihat semakin membuat saya takut dan menangis.

Saya tidak menganjurkan kalian untuk mencari kesenangan dunia saja, jadikan semua ini tempat belajar, banyak tempat belajar di manapun, tapi hal ini mengajarkan saya lebih dewasa, saya membaca beberapa biograpi orang-orang yang sangat dewasa, mereka mencari kedewasaanya dengan keluar dari kenyamananya meninggalkan kenyamanan dan selimut orang tua.

Seorang yang sangat membuat saya terinspirasi, beliau adalah yang muncul dan memberikan saya kunci backpacker itu dan sekarang selalu menjadi wanita yang memberi saran baik bagi saya, dia sangat hebat terus menggemborkan misinya, mengajak anak muda untuk menabung dan melihat dunia luar. dan dia mengatakan apapun kemauan kita itu merupakan pangilan jiwanya masing-masing, dan dia mengatakan ini adalah Universitas terbuka, thanks To mba ELOK DYAH MESWATY.

Semua orang yang bertemu dan dipertemukan ALLAH kepada saya adalah jodoh baik dan karma baik saya, terima kasih buat kalian yang selalu memaklumi tingkah aneh dan konyolku, saya ingin kalian menemukan jalan kalian dengan indah.

Saya juga berterima kasih kepada orang tua ku yang mampu membuat saya  seberuntung ini dan merasakan nikmat Tuhan, entah berapa kali aku berbohong kepada mereka, menghianati mereka, membuat mereka kecewa dan khawatir. tolong Tuhan jaga mereka, berikan perlindungan kepada kami dan saudara kami!

Semua orang berhak dan bisa jangan pernah menyerah, ada jalan dari ALLAH semua ini saya juga mengandalkan keberuntungan, banyak sekali hoki yang saya dapatkan selama di perjalanan membuat saya selamat melakukanya. indah banget keberuntungan itu, entah perbuatan baik apa yang telah aku tabur hingga bermunculan keajaiban.

orang jahat dan baik itu ada di mana saja. kalo kita banyak berpikir tanpa aksi kapan mau siap mengahadapi hal terburuk sekalipun.

Beberapa pesan saya:

  1. selalu mengingat Tuhan ketika jalan, dan banyak berucap nama Tuhan
  2. kaitkan dengan belajar. saya belajar banyak mata kuliah dalam 20 hari
  3. sederhana dan sopan santun
  4. ingatlah orang tua.

ada beberpa hal yang membuat aku senang untuk di puji, “you have good heart, boy”, “you are like a king” ketika saya duduk di kursi replika raja HUE, heheheh jangan tergiur untuk di puji ya!

life is an adventure, ini giliranku mana giliranmusaya menyukai solo traveling!kalo mau baca selengkapnya dan kisah-kisah menarik saya bisa kunjungi

https://aripisbackpacker.wordpress.com

semoga bermanfaat bagi kalian. maaf sekali lagi bukan saya terlalu extrovert, niat saya hanya ingin memunculkan semangat kita, kalian teman saya, saya ingin maju bersama kalian. semangat anak manajemen UNSIKA 2010 I love you all

thanks before, I am sorry disturb you

wasalam

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

6 comments

  1. good job Rip. kamu makin berkembang dan makin dewasa. andai mahasiswa2 berusia 18-23 th semuanya menjalani perjalanan serupa, kalian akan jadi sarjana2 hebat yang tidak bingung mencari pekerjaan krn di kepala kalian akan terukir satu tujuan: berwira-usaha…supaya gak usah ngemis2 cuti ha-ha-ha….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s