Disambut dengan breakfast Hue

tiba di Hue sekitar jam tujuhan, saya turun dari kereta, tiket aku minta kembali dan si petugas menyerahkanya, setelah keluar dari gerbang yang di jaga petugas, baik itu ketika pemberangkatan atau pun ketibaan, banyak tukang ojek, taksi dan anekdot-anekdotnya yang menawari semua orang, aku yang terlihat seperti warga lokal biasa aja jalan, tapi mereka yang melihat bawaanku mengejar dan menawariku.
seperti biasa aku menggunakan kaki ini untuk menuju kemanapun, aku menuju lokasi dimana banyak terdapat penginapan, setelah menandai ke mana aku telah melangkah dan bertanya ke pada beberapa orang akhirnya aku menemukan HUE BACKPACKER HOSTEL.
saat itu masih pagi, dan cuaca bagus karena terlihat cerah sepanjang perjalanan, saya segera konfirmasi. seorang petugas cewek yang masih muda sangat welcome menyambutku, menjelaskan ini dan itu bahasanya pun bagus, kalah sekali dengan aku.
aku di perbolehkan untuk mandi dan menunggu, breakfas masih bisa aku nikmati meski agak canggung, tapi si petugas tadi memang memperbolehkanya, akhirnya setelah mandi aku mengambil sebuah mie dan teh hangat, memasaknya dengan air panas dispenser dan menikmatinya, terasa nikmat sekali mie itu.
saya menyimpan anak bagong (ransel) ku di tempatnya, aku gak bisa menunggu berdiam diri menunggu kapan aku bisa memasuki kamar. aku meminta map dan pergi, aku masih menggunakan 3 celana dan 3 baju yang lama kelamaan membuat aku berat dan lutut terasa banget sakit. aku hanya berjalan sekitar area tersebut saja. di jalan de loi loi ke selatan. aku tidak berniat untuk menyebrang ke jembatan dinmana di sana terdapat Hue citadel.
setelah perjalana usai dan melelahkan saya kembali dan petugas tersebut mengantarkan saya ke kamar, kasur no. 3 menjadi tempat bermalam saya selama 2 malam. saya segera beres-beres. meminta kode wifi dan melaundry baju-baju.
sore hari saya ingin berjalan lagi, saya menyebrang Trang tien bridge kali ini, tapi cuaca agak mendung dan berkabut kali ini, saya pun hanya makan di KFC saja lalu kembali lagi menyebrangi jembatan itu, banyak tukang becak dan ojek yang agak kecut menawariku, saya jadi malu kalo lewat lagi.
saya pun kembali ke hostel dan segera bersih-bersih diri dan mengobrol dengan beberapa orang, keinginan untuk cepat pulang terus mender, saya terus berdoa agar dipercepatnya waktu itu, di sore hari saya memanfaatkan internet gratis, sering saya bolak-balik melakukanya, dan beruntuntungnya di sini bisa menggunakan facebook tanpa mesdti di seting ulang,

pada malam hari saya hanya berdiam di kamar, memanfaatkan fasilitas wifi dan yang bisa aku buka hanyalah web lain tanpa fb, akhirnya saya bikin beberpa postingan di forum backpacker Indonesia. huh membetekan, namun malam itu aku tidur sangat sore sekali dan bangun pagi sekali, seperti biasanya.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s