hari ke 2 di hue

malam-malam tergganggu karena toilet di dalam kamar terkunci, ada seseorang yang menggunakan selama beberapa jam, saya pun menunggu dengan keinginan untuk kencing makin tinggi, akhirnya saya keluar kamar dan menuju toilet di lantai dasar, kulhat ada seorang penjaga dan dua orang bule yang sedang menggunakan komputer, saya turun tanpa alas kaki dan setelah kencing saya kembali ke kamar, padahal saya ingin menggunakan komputer tersebut.

bangun pagi, saya melewatkan solat saya, saya turun ke bawah dan pergi sarapan, seperti biasa makan mie lagi dan secangikir kopi. saya berencana akan mengelilingi citadel dan area di sebereng sana, dari semala cuaca tidak bersahabat, saya pun pergi dengan menggunakan payung hostel yang tidak ada gagangnya namun masih bisa di gunakana.

saya menyusuri jalan dan menybrangi jembatan, jarng yang menwari jasa ojek atau becak saat itu,jembatan-jembatan di vietnam bisaterdapat tempat untuk pejalan kaki, saya pun berjalan di atas jembatan yang sangat panjang ukuranya,

setibanya di kawasan citadel saya mencari di mana gate tersebut, kemarin sore perjalanan saya emang sudah melihat gate tersebut dan memutuskan untuk hari ini saja mengelilingi kawasan yang luas tersebut, saya masuk ke dalam gate tersebut, gak begitu mengejutkan dan biasa aja, di jalan sana terdapat musium yang berisi benda-benda bekas perang, seperti tank baja, helikopter, pesawat dan lain sebagainya,

saya pun mencari di mana center citadel tersebut, setelah membayar 20,000 dong saya pun masuk, namun saya lupa tidak naik ke atas lantai benteng gate utama tersebut,, saya llangsung ngeloyor gitu aja ke dalama, saya melihat ada sebuah bangunan berisi kursi dan benda lainya, payung saya bawa ke dalam dan di dalam saya melihat ada kursi kecil di kelilingi pembatas, ruangan/ bangunan yang bercat merah tersebut membuat saya penasaran, saya tak pernah mau cari tahu tempat apa tersebut, saya baru tahu tempat apa itu setelah menonton film kartun mengenai tempat tersebut.

saya meyaksikan film yang berdurasi cukup lama, saya menontonya dua kali agar saya tau meski bahasa yang digunakan adalah bahasa english, tetep sajasaya tidak dapat mengerti apa yang mereka katakan. saya baru paham ternyata tempat itu telah masuk ke salah satu tempat yang telah masuk daftar warisan dunia, saya menebak itu bekas kerjaan, dan benar saja ternyata itu adalah bekas kerajaan yang mengalmi restorasi setelah peperangan yang membuat luluh lantah peninggalan tersebut. filmyang di tayangkan sangat bagus dan ya betul lagi tebakanku setelah acara berakhir ada bendera korea selatan di daftar pembuatnya. korea gituloh pada jago bikin film bertema kerajaan.

saya masuk semakin ke dalam lai, di sebelah kiri banyak sekali orang, di situ terdapat banyak replika kerajaan dan sebuah toko sovenir yang menjual aneka barang bertemakan kerajaan dan vietnam. saya ingin membelinya tapi mahal banget, saya melihat ibu penjaganya sedang menyksikan film saeguk korea juga, di situ saya meminta untuk di foto ke pada 4 pengujung sebelum masuk ke toko sovenir tersebut. saya kembali ke tempat replika tersebut dan melihat banyak orang yang berfoto, ada sepasang turis domestik ayng mengenakan pakaian kerajaan dan berfoto di replika tersebut, lalu anak kecil yang berjenis kelamin cewek juga di foto orang tuanya, lalu dua cewek bule yang sedang memotret meminta temenya untuk do potret lagi, setelahnya saya memnita ayah dari anak perempuan itu untuk motoin saya dengan bahasa tubuh saya, saya menyuruhnya, setelah dapat foto si bule temenya meminta lagi di foto. dapet berpa kali klik ada seorang bapak-bapak yang melarang kami dan menujukan papan larangan, saya jadi malu ke pada ayah dari anak itu karena dia belum sempat di foto. tapi saya ketawa-ketwa sumringah karena si bule bilang saya mirip raja katanya. hmmmmmm

saya berjalan lagi dan terus mesem-mesem bahagia … saya mengelilingi area tersebut dan saya terus menyusuri jalan di satu area tersebut, saya sempat berhenti untuk makan di sebuah kedai, aneh memeng kedai tersebut banyak makanan yang di awetkan dalam keler besar dan makanan yang saya beli pun tidak begitu aku nikmati karena aku gak begitu menyukainya, beberapa orang aneh melihat saya dan membicarakan saya karena bukan orang vietnam, kami tertawa dan saya mencoba menghabiskan nasi dengan 2 telor mata sapi seharga $1, saya berencana mau melewati jembatan ke chon da vie yaitu danau di tengah sungai, tapi sayang di samping jembatan sedang ada pembangunan dan emang jembatan itu adalah jembatan buat kereta, hanya ada jalan kecil bagi transportasi publik dan ramai banget. saya pun belok saja ke kiri dan menuju phu xuan bridge yang jauh sekali, hadoh.

hujan masih terus mengiringi langkahku, kepala sepatukupun basah dan kotor, saya membersihkanya dengan menyebretkan ke rumput. terasa melelahkan rasanya.

setelah menyebrangi jembatan yang lumayan jauh saya menuju ke statsiun Hue, saya terus menggerutu karena jalanan yang di lalui harus mutar dan jauh sekali, setibanya di statsiun saya membeli tiket untuk perjalanan besok ke da nang, saya memilih perjalanan pagi hari, kemudian saya kembali ke penginapan yang jaraknya mungkin beribu meter, dan saya membersihkan diri, beristirahat, mengambil baju yang telah di cuci, maen komputer dan ngobrol bareng orang lain, di kamar kami beberpa telah meninggalkan hostel.

saya sering bulak-balik maen komputer saya mencoba mencari teman, di sampingku ada seorang pria tua yang sedang bermain komputer, aku pun mengajaknya untuk ngobrol, lama-kelamaan kami makin akrab, dia bahkan memberikan sebuah ciput, dia bilang itu dari peru negaranya karena ada motif binatang yang menjadi ciri khasnya, saya kira itu adalah milik hostel dan saya pun tertawa ketika menyadari ternyata itu beneran dari peru, memang agak bau bekas kepala orang tua, yaitu dia, tapi gak apalah meski ciputnya kecil. dia akan pergi ke hanoi malam itu, kami pun berpisah dan percakapan kami berakhir.

saat pulang saya sempet mampir ke sebuah toko baju, saya melirik sebuah baju untuk ayah saya, saya belum memberikany apa-apa untuknya, sayang harganya mahal, maka saya kemabli ke hostel, jaraknya pun gak begitu jauh.

di depan kamar saya mengobrol dengan orang belanda yang sangat ramah sekali, dia adalah seorang pelayan di supermarket dan sedang berlibur di asia tenggara dan saat nanti pulang dia mesti bersiap mancari pekerjaan lagi. kami mengobrol banyak mengenai saya, dia, dan semua hal yang kira-kira bisa saya tanyakan,

kemudian saya pergi untuk mencari toko baju dan saya mendapatkan sebuah baju di samping hostel saya seharga $7. saya pun kembali pada malam hari saya ingin berjalan sebentar dan ke depan, belok kanan dan saya menemukan penjual makanan seperti di hanoi, angin sangat kencang, saya di layani oleh seorang wanita yang masih muda lah gak begitu tua, jualanya bersij janya saja sepi atau karena saya kesorean, saya pun memesan sop nasi dengan kuah kuning seperti soto dan enak banget. uang yang saya punya saat itu hanya beberpa puluh ribu doang lagi. bener sudah sekarat saat itu, saya pun merasa kurang dan ingin mengenyangkan perut saat itu, sayang banget ini kuah makanan banyak, saya pun memesan nasi ketan, saya menunjukan telunjuk ke arah mangkuk yang dia bawa untuk temanya, dia meremas-remas nasi dengan sayuran, rempah dan daging, saya bermaksud ingin makanan seperti itu dengan harga 5.000 dong, dia pun segera mengabilkanya untuk saya, nasi yang sangat lengket tapi tidak lembek, kaya ketan lah mengenyangkan saya dan perut ini. sampai hostel saya lupa telah meniggalkan kwaci di tempat makan. hmmmm saya pun tidur agak maleman dan hanya sibuk dengan wifi saya, malam itu begitu ramai sekali hingar bingar di lantai dasar. dan kemudian saya tidur.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s