Mr. P di angkot No.5 Bandung

aku kembali lagi ke bandung, setelah kemarin kesana, aku mesti kembali lagi untuk membeli buku. Aku ingin berjualan dan membantu teman untuk membelikan mereka dengan mangambil keuntungan. ya ongkos kesana rupanya tidak murah dan saya pun hanya kebagian 40%, tapi tak apalah demi membantu, yang penting aku ada kerjaan aja.

buku yang aku beli hanya ada 12buku untuk satu judul dan 7buku untuk judul yang kedua, taregetnya 20 buku per judul tapi hanya ada segitu. memang aku sedang berfikir untuk memiliki toko buku, dimana menjual buku-buku perkuliahan, ya sedikit-sedikitlah aku berusaha. setelah mendapatkan buku saya naik angkot ke kiara condong, kemudian lanjut lagi dengan menggunakan angkot No.5 dari kiara condong ke terminal leuwi panjang.

terasa lama di angkot karena ramai sekali jalanan, ditambah lampu merah yang super lama banget. aku sedang mengejar bus tujuan karawang untuk malam ini juga, dan jam 7.14 pm aku masih diangkot. kenek yang membawaku ke bandung mengatakan bus terakhir ekonomi adanya jam 8 pm, aku kesel karena setiap berangkat aku kebagian yang be,r-ac mulu, maknaya ongkosnya pun 2x lipat, huh.

pada saat mengisi bensin, mobil berhenti di pom, lalu si sopir memberikan kunci ke petugas bensinya (cewek geulis) kemudian si supir keluar tuh, mengodok saku celana dan mengeluarkan uangnya, saya pun melihat uangnya lumayan banyak juga, si supir memberikan uangnya ke petugas saya pun memperhatikan si petugas yang menghidtung uang dan membereskanya ketika mengisi bensin, lalu saya menoleh ke layar perhitungan bensin yang mengisi, saya melihat si supir membelakangi kami kalo dari arah kami, lalu si supir berbalik kearah kami, ketika bensin sudah terisi dan tanpa saya sadari itu apa yang nongol. ya ampun itu si MR.P

saya tak begitu tertawa karena capek dan agak jenuh, saya hanya tertawa kecut tapi ingin segera menuliskanya. yang saya liat adalah…….?

seletingnya terbuka lebar hampir nyelangap, karena si supir emang bergaya baik dan rapi untuk ukuran umurnya dan mengingat profesinya yang hanya tukang angkot sebagus itu. seleting menganga lebar dan terselip kepala burung si bapanya kaya kepala ular yang kejepit celana dan yang muncul hanya kepala ularnya doang, dan untungnya warnanya putih. hebat bener si supir padahal mukanya serem, item, keras, kaya orang papua, ambon, batak dan kawan-kawan.

saya agak malu melihatnya, yang lain sih sibuk dengan gadgetnya, kecuali oran gyang di depan saya pun terus mengamati proses pengisian bensin. oh Tuhan selama perjalanan saya memikirkan bagaimana memberitahu tuh orang. hmmmm pusing.

saya pun sampe di depan terminal dan segera masuk dengan ransel anak bagong dan kardus berharga yang isinya buku doang, saya dapet bus tujuan bekasi ekonomi, saya mesti turun di kopo dehk akhirnya, beli bacang 2 runtuy dan tahu, lalu membaca buku kaunang yang dibeli. aduuuhhhh jadi pengen ke Korea dehkkk!

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s