hotel Ibis

ketika berjalan setelah dari palasari kami hanya mengikuti arah di penunjuk jalan yang kami tanyakan tadi, kami berjalan sangat jauh dan saya melihat tulisan TRANS STUDIO menyala, ternyata kami tak jauh dari gerbang menuju tempat itu, kami pun melewatinya dan saya melihat Tulisan IBIS HOTEL yang sekarang ada di iklan itu, yang mengatakan dirinya hotel terbesar. saya melewati dan heran kenapa disebut terbesar, padahal dari depan dekat gedung trans hanya berukuran biasa saja dan kaya hotel kebanyak. di situ terlihat ada pos polisi, kami pun bertanya bagaimana cara kami menuju ke Jl. supratman, lagi-lagi kami disalahakan.

si petugas mengatakan bahwa kami mesti balik lagi ke arah semula, atau masuk ke area perkampungan ketika menemukan rel kereta. saya pun kekeh karena orang yang ditanyai oleh saya semula mengatkan bahwa arah yang kami ambil benar, saya pun jalan, tak jauh dari situ saya menemukan jalan kereta, ternyata itu bekas jalan kereta saya masuk gang, dan rupanya hotel ibis itu dikatakan besar karena memanjang ke belakang, dan saya jauh sekali jalan dan terus mellhat bangunan itu diluar benteng. buset panjang bener pantesan hotel terbesar.

kami pun disalahkan lagi karena jalan yang kami ambil salah, gak ada arah menuju tujuan kami, akhirnya kami memurtuskan untuk pergi ke statsiun karena kami tak perlu balik lagi ke tempat semula, kami pun menyebrang sungai kecil dibelakang hotel dan kami jalan ke arah kiri, rupanya itu makam. karena malam minggu banyak sekali anak muda yang bermain disitu, dikegelapan makam ada yang sambil mabok dan segala macam. makam itu sangat luas sekali dan padat oleh makam2. ya Tuhan, makam di injak-injak dan dipakai buat tempat begituan, bahkan banyak orang yang gak takut bermain di area itu, masuk makan sana-sini okelah.

sinting saya sampai ketakutan karena arah jalan terbagi dua, yang satu lanjut makam lagi yang lebih sepi dan saya taku satu lagi kampung, kami bertanya dan benar., kami pun melihat statsiun tersebut setelah bertanya dan jalah cukup jauh, ada pameran yang cukup besar rupanya. jadi jalan kereta yang dimaksud si petugas itu ini.

kami pun mengurungkan untuk pergi ke statsiun, akhirnya kami pun melanjutkan ke tujuan kami dengan mengamil angkot no.1

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s