pergi ke bandung bersama teman

setelah diberi tahu dimana saya akan mendapatkan buku, saya pun pergi ke bandung, saya akan membeli banyak buku, saat kuliah saya diberi tahu kalo kami bisa mendapatkan harga buku murah di palasari, yaitu di BBC (Bandung Book Center), tapi saya ingin ke toga mas sekali yaitu di jalan supratman, saya pun telah melihat web dan mencatat alamat yang tertera.

setelah kuliah selesai saya segera berangkat, teman saya pun ingin ikut dari sebelumnya, karena saya suka banyak omong, jadinya dia ikut, padahal aku ingin banget sendirian, selain saya ingin usaha menjual buku lagi ke teman yang lain, otomatis dia akan tahu harga pokokny dan ongkos akan membengkak. saya pun gak enak hati, kemudian kita bersama ke rumahnya dan menyimpan motornya, dan dia naik motorku untuk ke rumahku menyimpan motorku juga,

saya mengambil ATM di rumah dan bersiap untuk pergi, kemudian kita pergi ke statsiun klari, namun tidak ada kereta tujuan ke bandung langsung dari sana, kami pun mencari alternatif lain, yaitu menggunakan bus, kami pun naik bus AC yang kedua, karena kami ingin menggunkan bus yang ekonomi saja, namun karena lama kami menunggu akhirnya aku memtuskan untuk naik bus yang kedua lewatnya, dan kami pun terpaksa mesti berdiri di dalam bus itu dengan harga yang sama dengan yang duduk, dan saar di bandung dia berkata “kalo kita naik bus yang pertama, mungkin kita akan bisa duduk”. saya sebagai orang yang suka jalan, saya paham karena itu hari sabtu dan di sore hari, makanya banyak banget yang naik, begitupun dengan bus pertama, mungkin keadaanya akan sama, namun teman saya mungkin mengerutu dihatinya, tapi saya tak menjelaskan itu,s aya hanya diam saja dekh.

selama di jalan saya ingin sekali bikin cerita mengenai nasib kota saya, alhasil saya hanya membaut sebauh status seperti ini “naas banget sih kota w, padahal ini kota besar, kenapa kalah dengan cikarang, kenapa tidak ada bus antar kota yang menulis tujuanya dengan nama kota saya, dan saya mesti membayar ongkos yang sama dengan penumpang lain yang berasal dari cikarang, buset jauhnya juga gak kira-kira” saya jadi sangat benci sekali. anjing *kasarnya)

setelah sampai di terminal leuwi panjang pada sore hari, kami solat magrib terlebih dahulu dan membeli air minum botol besar, kemudian naik angkot ke tegal lega dan dilanjutkan ke palasari, kami pun hanya mendatangi beberap toko, karena sudah malam, saya menemukan buku yang kami cari seharga 60rb, saya pun membelinya 4 buah, tadinya ingin memebli 8 karena merasa sangat murah sekali, dan penawaran toko yang lain 75rb, saya pun bingung, kemudian kami pergi ke toga mas dengan berjalan kaki, jauh sekaliĀ  dan agak rumit perjalananya, setelah beberapa kali kami kebingungan kemana kami harus mengambil jalan, kesini di salahkan, ke sana di salahkan, sudahlah kami ingin mencari statsiun saja dan bertanya kepada beberpa orang, saya bertanya dengan buru-buru, hanya karena saya jarang mengucapkan terima kasih karena buru-buru dan takut udah tutup, teman saya mengatakan saya tidak sopan, dan kurang didikan lah istilahnya, padahal saya sudah jelas ketika yang ditanya menunjukan dimana arahnya, karena yang ditanya semakin melebar jawabnya ya saya gak mau lama-lama, tapi saya kesel dikatai seperti itu.

kami pun tak sempat ke statsiun, kami lanjutkan dengan menaiki angkot hijau no 1 ke tujuan kami, saya pun menemukanya, teman saya kelihatan tak sering jalan, meski dia masih bisa mengimbangi kecepatan jalan saya, saya segera masuk dan mengesalkan sekali buku yang kami cari originalnya hanya beda 15rb, betapa kesel dan membuat pikiran saya kesel, kami pun hanya membeli buku pesenan dosen terlebih dulu, aku hanya memikirkan itu terus dan kurang baik apa coba, saya menawarkan teman saya buku yang ori, awalnya dia kekeh dengan buku KW.

kami duduk sejenak di depan toko sambil beristirahat, saya bingung dan termenung sambil sesekali mengajak ngobrol teman saya, saya tidak mengekspresikan diri saya terbebani dengan adanya dia disamping saya. saya mengenjoykan diri dan so asik aja, kami pun mencari dimana kami akan menginap, kami makan terlebih dahulu, di sebuah kedai pecel lele, setelah makan makanan yang enak si lele itu, saya masuk ke sebuah sekolah dasar untuk meminta izin beristirahat disitu, terlihat beberpa orang di ruang guru tersebut yanglagi leha-leha, mereka melarang kami dengan alasan pernah ada kejadian buruk, kami pun pergi, lalu kami menuju masjid besar yang kami lewati tadi, di masjid itu terlihat banyak orang dan mobil kami tidak tahu ada apa disana, makanya kami mencari makan terlebih dahulu.

kami masuk dan meminta izin, kami diperbolehkan dan, kami pun masuk lalu mencari toilet yang membingungkan dan solat, kami mencari dimana kami akan tidur dan kami pun tidur semaleman dibarengi suara mobil yang gila kaya balapan aja suaranya, suara rem yang sangat kenceng, gerung-gerunagan mobil dan segala macem berbunyi mobil dehk. kami bangun saat subuh, saya sudah bangun sebelum subuh karena pengen poop.

setelah solat kami pun diam dan mengobrol di pagi hari, temanku kesakitan kakinya karena salah posisi ketika tidur, setelah itu kami berjalan menuju statsiun yang sangan jauh. saya mengantri tiket yang panjang sekali, temenku aku suruh untuk sarapan pagi dan kembali lagi, saya masih mengantri. mengdapatkan tiket ke cikampek dengan harga 21500rb untuk satu orang, jadwal keberangkatan kami adalah jam 2 kurang 15 menit.

kami kembali ke toko buku, bayangin jauh banget kan, dari statsiun kiara condong ke jl. supratman. temanku kyaknya kecapean dan lelah, akuun begitu karena kurang tidur, saya hanya menawarinya minum saja. sesampainya di toko buku saya hanya membli 3 buku ori untuknya dan 2 temanku, saya berfikir semaleman, jikapun buku saya gak laku, saya akan sumbangkan saja ke perpustakaan. saya pun agak sedih namun harus gimana lagi.

kami mencari berbagai buku, namun susah sekali kami temukan dan pusing. ya akhrinya saya hanya memebli buku tersebut saja. kami pun kembali ke statsiun dengan menggunakan angkot. kami solat terlebih dahulu, aku pikir disitu bisa sekalian untuk tidur istirahat, ternyata membuat aku tak enak hati untuk istirahat, setelah solat kami pergi makan saja dan menuggu beberapa menit di statsiun.

dan benar saja kami tak bisa turun di statsiun karawang, kami mesti turun di cikampek dan naik angkot lagi. haduhh kesel. teman saya mah kekeh kami bisa turun, karena dia pernah pergi ke jawa dri statsiun ini, iya itu dulu saat w kemalang pun w kebablasan naik kereta ampe bekasi.

dan saat sampai di karawang, saya bertanya apakah dia akan turun di johar atau ke rumah saya dulu, dalam hati saya ingin sekali dia berucap di johar. tapi dia berkata ke rumah saya dulu katanya. aduhh kesel saya mesti mengantarkanya lagi. akhhhhhhhhh

dia memang baik orangnya, bergaul dengannya juga saya melakukan solat 5 waktu. dia juga pinter tanggal lahir kami pun sama beda bulanya saja. cuman unek-uneknya membuat aku berfikir lagi untuk melakukan perjalanan bersama teman, apalgi saya mesti mengantarkanya juga, ketika dikelas pun dia menggerutu karena buku yang dia tidak disampul. semalem saya mendengar buku yang dipesan dosen saya si kasir mengatkan kalo ingin disampul bayar lagi. ketika pagi hari memang saya mendengar buku disampul gratis, karena kecepetan saya bilang tidak. saya pikir temen saya tidak dengar. huh

dan ketika saya ingin berhitung mengenai uang, dia bilang nanti aja, malu katanya. ya ampun memangnya saya berkata atau berinteraksi dengan berlebihan, cuma ngomong doan dan pengen ngembaliin duit doang.

niat saya untuk jualan pun membuat saya kesel. saya gak tau mesti ngapain lagi. dan jebol kantong saya karena memebli buku yang anjing banget kaya tai barang KW. iya selama hidup ini saya gak mau yang KW2 atau yang merek2 biasa, maknya sekali ini membuat saya geram.

keesokanya teman yang lain mempertanyakan kenapa saya tidak memeblikanya buat yang lain, saya takut salah, karena buku yang di sarankan banyak dan ada edisi terbaru, membuat saya bingung, tapi teman saya ingin dan gak mau tau karena besok adalah mata kuliahnya.

udahmah pagi hari saya dimarahi oleh ayah saya, hingga ibu saya membela saya, karena saya terus menumpang dalam keluarga, padahal saat ini saya sedang berusaha untuk belajar, tapi ayah saya berkata sangat keras dan menyakitkan.

sore harinya saya kembali ke bandung seorang diri. dan saya membeli 19 buku, teman yang saya tanyakan lewat mesege ingin membeli sekitar 40 buku yang 2 macam. tapi yang ada disana hanya segitu dan esok22 lagi saya mesti kesana lagi untuk membli buku lagi.. haduhhh demi duit.

dan sekarang mau jualan voucer pulsa ahkkk!!!

damn, mendingan solo ketika bepergian kemanapun.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s