LuangPrabang – Vanvieng include dinner di sore hari

karena bus yang menuju vientien meningglakan saya akibat tidak ada penumpang akhirnya memang itin saya dari semula harus ke vanvieng terlbih dahulu makanya saya tukar dengan tiket ke vanvieng saja, tiketnya pun berbeda, lebih bagus dan berwarna biru, untungnya si petugas tidak rese, saya cuma mengatakan bahwa saya ditinggalkan, akhirnya saya dikembalian 5rb kip setelah sebelumnya membayar 110rb kip untuk ke vientien, dengan membayar 105rb kips, saya menuju vanvieng, di kursi telah ada 2 orang korea, yang aku pikir mereka adalah orang jepang. saya pun mendekatinya dan melihat tiket yang dia beli juga, kami pun berkenalan dan saya mengeluhkan apa yang terjadi kepada saya, setelah mengobrol so asik saya dapat mengenal mereka, kami bertukar banyak cerita dan asiknya mereka seumuranku.

ketika bus akan berangkat saya segera menaiki karena takut ditinggalkan lagi,s aya mendapat nomor kursi 7, dan saya pergi ke venvieng. busnya adalah bus secondclass yang lumayan bagus, bukan luamyan lagi tapi memang baguslah. jalan yang beliku, menanjak dan dikelilingi oleh pegunungan juga rumah-rumah yang sangat miskin, dan segalanya mengenai laos, tapi jalanan sangat bagus, jarang sekali aku menemukan lubang-lubang di jalan, bahkan tidak ada mungkin.di awal kami diberi air minum botol dan tisu basah.

perjalanan yang di dominasi nanjak mudun dan berkelok itu pun membuat penumpang yang lain mabuk, bahkan di kursi sebelahku adalah sebuah keluarga dengan 4 orang anak, yang anak cewek dua-duanya mabok darat, di kursi sebelah dan kursi belakang, aduh kayaknya kesiksa banget tuh anak ampe muntahin semuanya, karena banyaknya yang dia muntahkan, saya bersikaf biasa aja. dan saya terus memperhatikan pegunungan, atau bahkan tertidur, yang berada di depanku, cewek juga dia mabok-mabok tapi menyembunyikan ekspresinya.

setelah jalanan luamyan mulus dan kala itu sore hari, maka kami dipersilahkan untuk turun dan pergi dineer,  oh iya saya lupa, tiket itu terbagi menjadi dua bagian, yang kecil adalah tiket yang akan disobek dan ditukar dengan makanan, dan yang besar adalah tiket untuk kita. saya pun turun, dan mencuci muka, terdapat bak besar juga yang banyak airnya, meskipun kota ini berdebu sepanjang jalan tapi airnya cukup besar dan jernih. saya pun masuk dan mencoba menukarkan tiket saya, saya malihat makanan yang disajikan cukup bersih tapi ada satu mangkok besar berisi daging BABI kuah kecap yang sinduk buat nyiuk daging digunakan juga buat nyiuk sayuran, saya bertanya kepada bule yang lain, apakah itu pork atau bukan, mereka mengiyakan. karena saya lapar dan tidak ada cara lain untuk berhemat, mau makan apa coba, yang saya mau nasi dan melihat masakn yang disajikan sangat bersih makanya saya ikutan.

saya memilih nasi + oseng bayam + Bihun + oseng waluh kuning, saya duduk di antara bule yang lainya, kemudian ada pelayan yang membawa mangkuk-mangkuk berisi sup kaldu dengan daun-daun yang aneh menurut saya. restoranya cukup nyaman, besar dan bersih. saya sempet menyiuk supnya, tapi saya kepikiran lagi. “haramkah?” saya pun tidak melanjutkanya, dan makan saja makanya yang saya ambil, di dalam oseng bayam  pun ada potongan daging, saya tak memakanya karena takut, cuma ada satu potong memang. setelah selesai makan saya menemui teman korea saya, mereka tidak makan karena mereka masih merasa kenyang saat sebelum kami naik bus mereka sempet makan siang di terminal, dan saat di pemberhentian sebelumnya mereka mungkin membeli camilan, atau memang memiliki banyak camilan di ranselnya.

saat di pemberhentian pertama saya kagum dengan view yang disediakan tempat itu, di pinggir tebing mereka membangun tempat itu dan kami bisa melihat pemandangan yang luar biasa hebatnya, saya hanya membeli buah yang ada di gambar ini, dan setelah makan malam itu saya memakanya satu gigitan keci, dan rasanya asem banget, anjrot. saya kasihkan aja, ke ibu-ibu yang membawa anak yang mabok di bus itu.

kemudian bus dilanjutkan lagi pada petang hari menuju malam, memang keadaan jalanya jauh lebih baik, tidak berlikuk-likuk dan banyak nanjak lagi. malam hari saya hanya bisa menyaksikan pemandangan yang gelap saja, dan kalo makan malam dilakukan jauh sebelumnya, mungkin semua yang dimakan bisa-bisa dimuntahkan kembali, ya perjalanan menuju vanvieng pun tak lama lagi, dan sekarang saya berpikir dimana saya akan menginap, saya ingin saya bersama teman korea saya lagi, tapi siapaa w, siapa yang mau bareng w, tapi setelah nyampe sana, mereka mau tuh nungturkeun aing. hahahahahahhaha

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s