Border/Perbatasan (Don’t worry)

mau mulai dari mana ya, banyak banget yang ketakutan, sama halnya kaya saya yang sangat khawatir akan seperti apa nanti di perbatasan, padahal negara selanjutnya yang akan saya lalui lebih merietkan, tapi kok singapore yang jadi problema saya, ya begitulah, karena banyak hal yang membuat saya berfikir dan ini pertama kalinya juga. tapi kenapa kok saya gak bertanya bagaiman border di huay xai – Nong khai padahal itu daerah yang gak metropoloitan, tapi kok singapore yang jadi masalah, nah disini saya mau bercerita mengeai perbatasan yang saya lalui selama perjalanan kemarin. hayo kemana aja ya?

1. Singapore

haha, pas pertama saya mau kesana beberpa bulan sebelumnya panik, tanya ini itu dan takut ini itu, semuanya saya tanyakan, malahan saya kurang puas dengan jawaban mereka, saya pun mencari banyak lagi jawaban dari orang lain, rasanya berlebihan sekali dahkk.

pas nyampe singpore pada malam hari sekitar jam 8pm, saya menginap dulu di rest area transit, pagi harinya saya turun untuk check imigrasi, dokumen telah saya isi, saya mencantumkan nama hostel yang saya liat di sebuah web, saya tidak menginap disitu, namun sebagai antisipasi dan perintah sesepuh saya, maknaya saya memasukan, memang dalam form itu beberpa pertanyaan harus diisi, selain biodata pribadi tentunya kita mesti mengisi dimana kita akan tinggal di singapore, tapi itu tak mesti kamu nginap disana, hanya sebagai foramlitas saja. agar meyakinkan print web hostel/guesthouse tersebut.

berikan pasport dan form yang telah diiisi dan jawab pertanyaan si tukang perjaga imigrasinya, mengapa ditanyakan, ya selama dia mengecek kelengkapan kita, dia gak diem doang, makanya dia nanya-nanya dikit, karena kita orang yang baru pertama kalinya, makanya beberpa pertanyaan akan diajukan, seperti: dimana kamu akan tinggal?, bawa uang berapa?, boleh liat tiket pulangnya?, berapa lama kamu disini?, mau ngapain aja?, dan lain-lain. ya gitu doang sihhkk.

dalam mengahadapi petugas, kamu harus tegas dan murah hati/senyum, dengan tutur kata yang baik, dan sikap yang baik, jangan menunjukan gerakan yang mencurigakan, dan tenang menhadapi semua pertanyan.

jika si petugas meminta beberapa kartu identitas tunjukin aja, saya malah gak dipinta pun suka menujukanya bahwa saya adalah seorang mahasiswa, semua saya tunjukan termasuk ATM jika mereka ingin tahu.

KTP dan Kartu Mahasiswa, lumayan ampuh.

2. Malaysia

setelah saya bermain dan berkeliaran di spore, saya melanjutkan perjalanan saya ke malaysia, dengan menggunakan bus yang saya dapatkan di area bugis di jalan lavender. saya lalu berangkat ke johor bahru, ada beberapa jeins bus yang tersedia, gak jadi jangan bingung, karena dalam beberapa menit bus akan selalu ada, mungkin aja sampai malam.

beberapa waktu saya lalui hingga akhirnya saya ke perbatasan malaysia dan singapore, negara ini dibatasi oleh laut/sungai atau apalah, pokonya lega sekali. kami pun turun dari bus dan langsung naik ke atas, tangga di singapore dan malaysia banyak yang telah menggunakan eskalator. kami pun jalan kaki dengan tergesa-gesa, saya memberikan sobekan form yang saya dapat sebelumnya, lalu pasport saya juga di lihat dan saya keluar, kembali lagi ke bus, nah tiket yang tadi jangan sampe ilang ya, meskipun mobil yang kita tumpangi telah berlalu tapi bus lain masih ada tentunya dengan nama bus yang sama, tinggal tunjukan kembali tiketnya dan selesai.

naik lagi bus, kemudian berjalan bentaran dan turun lagi, saatnya memasuki malaysia, disini santai aja, karena bus berhenti di sini jadi gak usah terburu-buru seperti sebelumnya, seperti halnya masuk spore disini kita mengisi form imigrasi kedatangan di malaysia, masukan beberapa pertanyaan, sama kok kaya yang tadi, tulis juga alamat hostel/guesthous yang akan kita tumpangin. mungkin imigrasi malay agak judes, tapi yang kita lakukan seperti di atas, sopan, tegas, dan gak mencurigakan, semuanya aman tekendali, jalan keluar dan chekout, sebelum menuruni tangga ada sebuah ruangan yang berisi informasi turistik malaysia, ambil aja, gretong men!!

3. Thailand

semua yang saya lalui kebanyakn adalah jalur darat, jadi setelah melewati malaysia, saya menuju ke hadyai. perbatasan malay dan thai ini luamyan rame, bahkan sangat rame sekali. kaya teminal. disini saya tak perlu mengisi form, ada seoarang ibu berkerudung yang memberikan jasanya, memang kaya kurang kerjaan tuh orang dan lumayan mahal sekali hanya untuk mengisiin form doang, dan semuanya mungkin di backup ama dia, luamayan loh 2 ringgit, siala dah. saya pun di panggil-panggil oleh si petugas, saya diajak ke pos dia dan menyuruh saya membayar 10 ringgit, sinting banget, mahal banget, saya bayar aja 8ringgit dengan merengek sedikit. si perbatasan ini uang ringgit dan bath bisa digunakan. memang di perbatasan ini mudah sekali tapi sial mesti bayar. damn

Nhongkai adalah perbatasa utara thai yang menghubungkan laos dan thai, berada antara sungai mekong, saya mengantri di pos keluar dari thai menuju laos, mengantri di pagi hari bersama bule dan yang lainya, setelah itu mendapatkan stelmpel meninggalkan negara tersebut dan udah, gak perlu bayar, posnya lumayan bagus, saya disuruh mengahdap ke kamer terus. kamernaya pun bergeser terus.

4. Laos

setelah menyebrangi sungai mekong saya menuju ke pos imigrasi, penduduk lokal, bule, wisatawan asia, bikshu dan lain-lain. ada disini, untuk kita orang indonesia masuk ke laos udah gratis dong, kita hanya perlu mengisi form yang diisi oleh penduduk asteng saja. gak perlu kertas lain, disini juga tidak perlu bayar, dan tidak ditanya apa-apa karena mungkin waktu itu sibuk banget. apalagi masih pagi.

saya lupa nama tempat imigrasi pasa saya keluar negara laos menuju vietnam, yang pasti udaranya dingin banget, dan waktu itu masih pagi sekali. saya sampai kedinginan. saya pun gak perlu jawab pertanyaan, karena supir bus yang mengkoordinir semuanya, awalnya kami yang mesti ngantri, tapi karena kelamaan si supir mau tuh bantuin kami.

5. Vietnam

setelah melewati laos, aduh lupa, apasih namanya, ntar dehk liat pasport w. kami naik lagi ke bus, lalu kami turun di perbatasan vietnam dan laos ini, saya turun dai mobil dengan membawa tas kecil doang yang slalu saya bawa, saya kemudian mengikuti antrian lainya dan menyerahkan pasport saya, saya mesti membayar 1 USD. atau 20rb dong.

ada seorang bule yang terus diperhatikan dan agak lama, karena poto di pasport dan muka dia seperti berbeda, hal ini dikarenakan janggut atau rambut di poto dengan keadaan sekarng, dia disuruh menandatangani sebuah kertas, lalu si pertuga menyamaknaya dengan pasportnya. begitu juga dengan pasportku, si petugas diem aja terus kaya orang dongo, saya deg-degan dong, anjrit itu petugas, bodo atau gimana, cuma mau nulis tanggal kapan masa habis saya di negara tersebut ampe mikir panjang, sinting, udah gitu gak nyampe sebulan lagi tanggal yang dikasih. diganti ama saya aja dehk

asli beneran ini imigrasi agak bikin deg-degan. pengecekanya ketat banget men, haha sintingnya saya ransel saya diem aja di bus, si bule-bule itu mesti memanggul tas gede mereka buat di check, yaelah w baru sadar kalo ransel saya nyempil di kaca bus. semua di check dan petugas-petugasnya ketus banget, ampe barang bawaan semuanya mesti diliat, di bagasi, di atas bus dan di mana-mana. sinting saya nunggunya ampe lama banget.

saya keluar dari vietnam di kota danang, setelah semalaman kedinginan diluar airport saya akhirnya mau pulang nih, gak ditanya-tanya cuma di stempel keluar aja. dan saya menunggu pesawat untuk balik. baru kali ini saya gaya-gayaan pulang dijemput pesawat. wkwkwkwkwkwkwkwkw

6. Malaysia

kali ini saya turun di kuala lumpur, karena memang tujuan dari kota danang untuk air asia, hanyalah ke kuala lumpur, setelah sampar di LCCT, saya mengantri seperti yang lainya, kali ini saya menadapatkan petugas orang india, saya pun menunjukan tiket kepulanagan saya, dan pertanyaan standar lainya, yang ribet dih itu, mesti mengeluarkan tiket lagi.

hah lolos juga, dan memang karena saya besok mesti pulang lewat spore dan memang ya saya menjawab semua pertanyaan dengan tegas, tapi memang gak usah takut kok, saya yakin kamu lolos-lolos aja. kalo kaga ya meraung-raung aja.

saya menaik bus dari bandar tasik selatan ke singapore langusng, tiket telah dibelikan oleh kenlan saya pas kemarin ke bromo. harag busnya 45ringgit untuk sampai spore, saya melihat tiket itu berisi keterangan tiketnya, tiket itu include tiket ke spore seharga 13ringgit, ehk buset mahal banget. untungnya saya sore hari saya berangkat dan malam hari sampai ke johor, si supir juga males nganterin kami yang sedikit ke spore, karena bus tujuan itu disatuin dengan tujuan ke johor, akhirnya uang dikembalikan lagi dan kami berhenti di johor. asikk uangku kembali 13ringgit, dan ongkos bus dari johor ke spore hanya 2.8 sing dollar atau berapa mahk, kurang dari 3sgd kok.

seperti biasa, karena ini malam hari saya mesti cepet-cepet chechk imigrasi, saya pun takut ketinggalan karena bus yaang saya tumpangin agak jarang keluar masuk spore, itu mungkin hanya ada sekali lagi pada malam itu,s aya buru-buru sekali, saya keluar dari malay.

7. Singapore

setelah melewati perbatasan malay saya turun lagi dari mobil wah disini saya makin was-was. saya memperhatikan ada orang gendut, makanya saya agak tenang karena mungkin dia berjalan dengan pelan, petugas menanyai saya, saya hanya menunjukan tiket kepulangan saya, dia memasukan no penerbangan di form saya, di sobekan yang untuk dia, saya pun diperbolehkan masuk, masuk singapore lewat border ini ketat banget, saya telah membuang silet saya pas di BTS, padahal sebelumnya lolos check di airport danang, saya membawa sebuah silet. saya mesti membuka semua benda yang saya bwa kecuali pakaian saya di border ini, dan agak ribet, dimalam hari seperti ini saya mesti ribet dengan pengecekan tersebut.

saya telah sampai di changi airport pagi hari, setelah semaleman saya tinggal di mc donal bugis. dan besoknya saya akan balik ke rumah saya lagi.

h,mmmmmmm tidak ada kata lelah dalam perjalanan kali ini, saya tidak ngedrop hanya beberapa hal saja ayng membuat saya terhenyak. terima kasih Tuhan atas kebaikan rejeki yang kau limpahkan kepada saya.

thanks for whoever yang telah membantu dan memberi dukungan serta masukanya.

semangat traveling. say no to HURA_HURA

salam luntang-lantung

dalam kehidupan ini banyak sekali batas-batasan, tapi jangan hal itu menjadi perbatasan buatmu untuk mengurungkanmu.

karena Tuhan tidak membatasi kemampuanmu jadi untuk apa bingung sebelum tahu pembatas itu.

huay xai

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s