coretan kecil buat ayah

surat ini ujang buat untuk bapa yang selalu ujang pikirkan, ingin sedikit menjelaskan hal yang tak bapa ketahui mengenai ujang.

bapa ujang tau, ujang belum memiliki tujuan dan belum fokus terhadap masa depan ujang, tapi bapa terlalu cepat untuk tidak puas terhadap ujang, ujang juga sedang berfikir untuk bagaimana ujang kedepanya, ujang merasa terbebani dengan semua yng ujang jalani hari ini, ujang kuliah pun menjadi beban yang selalu mengganggu ketenangan ujang atas kenyamanan hidup ujang atas perjuangan bapa, ujang sedang memulainya untuk memikirkan bagaimana ujang bisa berbuat untuk hidup ujang sendiri apalgi terhadap masa depan ujang, tapi bapa terus menekankan ke ujang seperti ujang ini tak ada kemampuanya, ujang sedang belajar pa, harusnya bapa mendorong ujang dan terus mengajari ujang, tapi bapa seperti yang tidak puas terhadap ujang, bapa mengeluhkan banyak sekali tentang ujang. ujang slalu melihat bapa kesel, marah dan memaki ujang di hapadapan orang banyak.

ujang ingin meminta maaf kepada bapa, ujang sadar ujang belum bisa mengontrol sikaf dan tindakan ujang, ujang keburu kesal karena ujang memang merasa ujang telah melaksanakan hal yang ujang rasa cukup baik. ujang tak pernah mencari perhatian, semuanya ujang lakukan atas kemauan dan kesadaran ujang sebagai anak.

bapa terlalu berlebihan dalam memarahi dan bertutur kata terhadap ujang, anak bapa sendiri apalagi kadang bapa mengatakanya dengan lantang di hadapan orang banyak, ujang terlihat bodoh dan maha pendosa di hadapan mereka, bapa mengatakan ujang tak tau rasa bersyukur. jika bapa menilai seperti itu, kali ini ujang hanya bisa diam dan tak mengelak semua perkataanmu, banyak teman ujang yang selalu ujang ceritakan, bagaimana mengenai kalian, ayah dan ibu, tapi penilaian itu telah bapa sampaikan, ujang hanya akan berpikir dan tak akan menjelaskan pada kalian, biarkan ujang hanya menangis pada kalian dan mengatakan terima kasih Tuhan memberikan orang-orang luar biasa itu.

bapa ujang harus bertanggung jawab pada semua tindakan ujang dan semua kehidupan ujang, bapa tak ingin melihatku seperti orang lain yang gagal, ujang paham semua demi kebaikan ujang, dan bapa tak ingin melihat ujang leha-leha dengan semua hal yang telah keluarga kita raih, tapi apakah bapa melihat semua itu pada semua anggota, kami mau membantu bapa untuk bekerja, dan tak ujang masih seperti biasa.

semakin ujang besar semakin banyak fikiran ujang, bapa ujang sering menuntut ini itu demi kelancaran usaha bapa, tapi kadang bapa tak mau mendengar atau bahkan acuh pada semua masukan ujang atau siapapun, bapa hanya ingin ujang bekerja-bekerja terus menerus, padahal bapa bisa memberikan pendidikan diluar itu untuk kemajuan dan ilmu baru agar lebih mudah, berilah kesempatan pada orang lain untuk bekerja, biar ujang belajar agar ujang lebih memikirkan bagaiman usaha ini untuk lebih berkembang, tapi bapa malah seneng ujang berlumuran tepung untuk bekerja. bapa mengatakan tak perlu sekolah, karena bapa pun tak sekolah bapa bisa membuat usaha seperti sekarang ini. ya memang benar apa yang bapa ucapkan, ujang juga tak mengelak, makanya ujang sesekali hanya membantu saja dalam prosesnya, namun apakah lebih baik jika suatu saat ujang menggantikan ayah, ujang memiliki akademis yang lebih baik. namun bapa melunturkan semangat ujang. seperti sekarang sudah ada adik ujang yang telah mulai rajin bahkan menjadi kebanggaanmu, ujang akan ikhlas, namun jika pun nanti ujang akan mengikuti usaha bapa, mudah-mudahan itu hasil dari keringat ujang, bukan dari warisanmu, ujang telah banyak mengikuti kalian, ibu yang mengajarkan aku bisa masak, ayah yang mengajarkanku dan menuntunku secara menekan, itu menjadi modal ujang.

ujang tahu bapa terkadang sangat baik sekali pada ujang, sisi baik bapa kadang membuat ujang kangen, tapi bapa sangat keras dalam berkata dan cepat menilai ujang dengan semua ketidak puasan.

dari kecil ibu tak pernah memanjakan salah satu dari kami, namun dalam beberapa hal ujang bersyukur sebagai anak pertama, ibu gak memanjakan ujang, bahkan ujang yang selalu dibedakan dengan yang lainya.

biarlah ujang tumbuh saat ini dengan pemikiran ujang pa, bapa ujang setiap hari membantu bapa, ibu dan mengerjakan yang sekiranya ujang senangi. ujang tak ingin membuat kalian khawatir pada ujang, ujang sedang ingin sekali berwirausaha, terima kasih atas ilmu yang banyak kalian sumbangkan dan berpengaruh pada kehidupan ujang saat ini, ujang hanya bisa berkata terima kasih saja untuk saat ini. ujang tak bisa menjadi apa yang kau inginkan untuk saat ini. ujang ketakutan setiap hari, penuh kecemasan dan kekhawatiran.

mungkin ujang harus keluar dari kenyamanan dari kalian selama ini, ujang bersyukur ujang dapat merasakan hal yang berbeda dari kebanyakan orang, penuh dengan ketidak terdugaan hidup dengan kalian, ujang bisa kuliah, bisa merasakan ini itu dan banyak sekali, ujang memang jarang mengatakanya pada kalian, biarkan nanti Tuhan yang memberi tahu kalian dan hati kalian akan menilai lain pada ujang. biarpun bapa keras dan egois tapi ujang merindukan pada saat perjalanan ujang kemarin, yang biasanya ujang sangar membanggakan ibu, tapi kemarin bapa lah yang ujang kengenin.

ujang inign seperti bapa, bapa sangat hebat, maafkan ujang yang kadang marah pada semua tingkah laku bapa, ujang hanya ingin kita lebih hebat lagi dengan semua aspek yang saling bersama, tak ada hura-hura, dan sombong. bapa telah bekerja dan berjuang hingga lelah sampai saat ini.

maafkan ujang yan gselalu membebani pikiran bapa, ujang memang tak sedekat orang lain terhadap ayahnya, ujang masih kiku dalam berkata dan berinteraksi dengan bapa, ya karena ujang anak pertama maka tuntutan bapa pada ujang semakin besar.

ada banyak hal yang belum ujang ungkapkan kepada bapa, bapa adalah pencitraan diri ujang untuk masa depan, ujang akan mengambil banyak figure dan salah satunya adalah bapa, ujang tak akan membangkang pada kalian, ujang tau batasan diri ujang. ujang belum bisa memberikan hal yang membanggakan untuk kalian, mudah-mudahan itu bisa pa.

ujang akan menghadapi kehidupan yang lebih berat, ujang akan terus mengasah kemampuan ujang. ujang akan seperti bapa, ujang akan jauh lebih hebat dari bapa. tunggu ujang dan kabar baik ujang. jika ujang tak banyak membantu bapa di pabrik, ujang sedang berlajar yang lain dan pikiran ujang pasti selau untuk kalian. ujang mohon doanya, ujang sakit hati dengan ucapan-ucapan bapa yang berlebihan, itu adalah doa. mengerikan mendengar semua doa itu. Tuhan tolong patahkan ucapan itu.

ujang bukanlah anak yang baik untuk kalian, tapi ujang tak ingin seperti anak yang lain, sebisanya ujang membantu dan berlaku baik dalam kehidupan ini. terima kasih AYAH

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s