Singapore Gazebo!

jadwal keberangkatan pesawat dari jakarta ke singpore yang aku ambil adalah jam 4 sore, namun beberpa saat pesawat delay karena ada hambatan atau apalah itu namanya.

akhiranya penerbanganku terlaksana sudah, aku tidak duduk di samping jendela, aku hanya mencuri sesekali kilauan lampu saat sampai di singapore, di sampingku ada dua orang, anak dan bapa, anaknya memesan makanan dan si pramugari memberi juga hadiah sovenir kepada mereka, entah hadiah untuk apa, anak yang duduk disamping jendela itu sibuk dengan makanan yang belum dia makan, kedua orang itu keturunan china.

pesawat telah mendarat, saat itu sudah malam hari sekitar jam 8 malam, aku bingung mau kemana, aku berniat mencari tempat tidur, berulang kali aku bolak-balik dan bertanya pada orang lain, aku pun menanyai bule yang akan pulang, aku tak mendapat jawaban pasti, akupun berjalan lagi ke pusat inforamasi, aku bisa jalan kaki atau menggunakan eskalator berjalan lurus, aku celingak-celinguk sendiri, di depanku ada pusat informasi, akupun bertanaya kepadanya, dia ramah kepadaku, dia seorang wanita india dan aku pun meminta inforamasi kepadanya, dimana aku bisa menginap. aku sebenernya takut untuk bertanya kepadanya, takut diusir atau diinterogasi, tapi dia mau tuh nunjukin padaku.

aku meminta map singapore tetapi yang ada hanyalah map changi airport, aku pun memainkan komputer yang terkoneksi ke internet secara gratis, lumayan banyak juga komputer itu dan langsung bisa digunakan, namun ada durasinya, kadang komputer mengclose sendiri aplikasi yang kita gunakan, dan semua data kita terlogout otomatis, tapi masih bisa digunakan kembali, tentu saja kita mesti mengulangnya lagi, bukan mozila atau internet eksplorer tapi software khusus untuk menggunakan komputer tersebut, facebook saya pun mesti di konfiramasi karena mungkin saya menggunakan di luar negara, jadi ada beberepa syarat atau pertanyaan pengaman dari facebook.

aku pun kebingungan akan tidur dimana, akhirnya aku menemukan tempat rest areanya di lantai dua, di lantai satu sebenarnya ada, hanya saja tidak sepi, akupun mencari sofa yang nayaman, aku mencoba menyamankan diri ini. ada seorang ibu separuh baya yang senyum kepadaku dan membolehkan aku tidur, dia tidak melarangku, ibu itu menggunakan kerudung terlihat seperti orang arab.

aku pun bisa tidur hingga pagi hari, setelah itu aku pergi ke toilet dengan semua barang bawaanku, aku mengisi wadah air minumku dari wastafel yang ada banyak. aku membaca banyak yang mengatakan bahwa air di singapore bisa langsung di minum.

aku segera turun ke pintu imigration check, saya melihat ada dua petugas tua di samping sebelah kiri, aku bertanya kepada mereka, rupanya itu bukan imigration check. mereka adalah security atau apa, aku pun ditanyai oleh mereka, mereka meminta pasportku, melihat identitasku, meminta ATM dan KTP, kutunjukan juga kartu Mahasiswa juga, mereka juga menanyai dimana aku akan tinggal, aku akan berada di singapore berapa lama, mereka meminta tiket kepulanganku, aku menceritakan kemana ruteku selama aku traveling, makanya mereka menanyakan berapa banyak aku membawa uang. ya gitu-gitu aja sih.

hari itu masih pagi buta, sehingga di airport masih sangat sepi, setelah mereka menanyaiku banyak hal, aku diperbolehkan menuju ke imigration check, aku menyerahkan pasport dan form yang telah aku isi sebelumnya, pada malam tadi.

form itu berisi pertanyaan standar seperti biodata dan keterangan tujuan di singapore, seperti alamat dimana aku akan tinggal selama di singapore, ya gitu aja gak ada yang aneh, mereka melihat semuanya dan menanyakan bebrepa pertanyaan, aku menunjukan semua biodataku, seperti tiket kepulangan, kartu yang menyatakan bahwa aku mahasiswa. aku pun masuk ke singpore pada pagi hari.

untuk alamat penginapan, bisa di dapat di internet, tulis saja alamat tersebut atau print website penginapan tersebut, tak perlu menginap di situ kok, karena si petugas gak ada waktu untuk mengecek kebenaran anda akan tinggal.

aku bertanya aku akan pergi ke bugis street kepada petugas, aku mesti pinda ke terminal 2 dahulu untuk mendapatkan MRT, rupanya airport ini sangat luas dan seperti mall. aku berpindah terminal dengan menggunakan sky train, agak kiku karena aku belum pernah menaiki alat ini, ya santai dan sok iye aja, berlaga pintar dengan melihat cara orang lain naik atau apalah.

aku menuju ke lantai dasar lagi dengan menuruni tangga berjalan yang sangat miring, aku melihat ada counter dan pintu masuk yang dihalagi besi atau papan dari pelastik, seperti halnya kita masuk ke halte busway, tempat pengecekan tiket.

aku bertanya kepada petugas yang ada di counter itu, disitu hanya tempat penukaran uang dan kontrol saja mungkin, dijaga oleh pria dewasa dan aku menukarkan 15 SGD kertas ke uang koin, di sebelah kanan agak masuk ke dalam, ada mesin untuk mendapatkan card tiket, aku pun mencobanya, sebelumnya aku mencoba dengan uang kertas, tapi tidak bisa. akhirnya aku menukarkan ke uang koin, bergitupun bule yang bareng saya dan kami kebingungan. aku menekan layar sentuh kemana aku tujuanku, lalu kumasukan uang koinku dan aku mendapatka tiket, kalo ada uang kembali ya si mesin mengelurakan uang kemablianya juga. tiket itu berupa card, sebenarnya ada beberpa card yang disediakan singapore turism, mungkin aja di counter tadi ada juga card semacam itu. akupun masuk dengan menggesek card itu ke pintu setinggi pinggul. lalu aku menunggu MRT.

itu mungkin MRT yang pertama pagi itu, kami pun menunggunya, sudah lumayan banyak orang yang menunggu sepertiku, aku binggun mesti nunggu dari arah mana, lalu aku menaiki MRTnya, semakin lama semakin padat, aku melihat orang beragam sekali, ada yang ini, itu dan segalanya, masih pagi buta sudah banyak yang pergi ke sekolah, kantor atau ke tempat lainya, hmm apalagi seragam yang dipake oleh anak-anak yang akan sekolah, sangat unik sekali, yang paling aku sukai adalah anak lelaki india yang pergi sekolah dengan seragamnya, pake konde yang di depanya ada bulatan segede bola kasti.jadi pengen punya kaya gitu. lucu.

di statsiun bata merah kita harus berganti MRT dan melanjutkan ke masing-masing tujuan, aku pun hampir tidak engeh dan duduk terus di dalamnya, tiba-tiba ada seorang pria menyuruhku turun, dan aku pun turun.

widih hebat-hebat ya orang spore, pada udah pake I phone semua, hmm di dalam MRT tersebut aneh-aneh dehk, ada yang tidur, ada yang serius baca koran, ada yang gayanya alim, ada yang seksi banget, ada yang sibuk dengan I phonenya, ada yang semuanya dehk, gak tau orang spore aslinya kaya gimana?

aku telah sampai di bugis street, akupun keluar dari statsiun MRT, tak lupa ku kembalikan card yang tadi dengan mendapatkan uang kembali senilai 1 SGD, lumayan.

suasana masih agak gelap, aku telah sampai di bugis, aku melihat ada burung yang berkeliaran, burungny seperti burung jalak yang suka da di kurungan burung.

aku memotret gedung tinggi, menyaksikan bus yang bagus dan sekitarnya, aku bingung saat menyebrang di lampu merah, ada wanita cantik setinggi aku berpapasan, dia bersama temanya, tapi semakin kuingat dan spontan dia terlihat seperti chelsea olivia, aneh memang di pagi hari seperti itu masa iya sih dia berkeliaran di bugis. tapi memang gaya penampilan dia cakep banget. setarap seperti artis lah ya.

aku masih buta menganai bugis ini, yang kumaksud pergi kesini adalah melihat dan mencari dimana aku mendapatkan bus ke johor bahru, aku pun menemukan terminal itu di jalan lavender, aku bertanya kepada orang yang berada di situ “apakah aku bisa membeli tiket sekarang dan pergi nanti?” dia mengatakan tidak bisa. akupun melanjutkan perjalananku entah mau kemana, tapi uang SGD ku masih banyak. aku ingin pergi ke vivo city aja dehk. akupun belajar mempelajari rute yang akan aku ambil, setelah membeli tiket card, aku menaiki MRT dan turun kemudian melanjutkanya menggunakan MRT line ungu, setelah sampai, ternyata itu di sebuah mall besar, aku pun mesti naik ke lantai berikutnya, beberpa lantai.

terasa masih pagi tapi aku sudah akan pergi ke tempat itu, sengan membli tiket seharga 3 SGD aku bisa masuk, dan tiket ini bisa digunakan untuk pulang dan pergi. itu mungkin sama seperti skytrain yang ada di changi, keretanyapun kecil. gak seperti MRT. ada 4 halte/statsiun, aku turun di halte  dan aku keluar, aku keluar malah ke arah hotel karena mengikuti yang lainya, aku melihat banyak bunga yang ditata saat itu, aku mengambil panduan-panduan  yang tersedia secara gratis.

aku kebingngan dimana aku saat itu, aku berjalan dan malah mudun, aku melihat sela-sela kecil di pagar yang banyak tanaman meranbat, aku masuk dan berjalan ke arah itu, semakin ke atas seperti hutan, aku melihat ada taman yang agak aneh dan aku duduk di situ, aku melihat banyak tukang bersih-bersih, dan aku menikmati kue gepengku dan untuk mengganjal perut.

aku pun menikmati pemandangan yang ada di sekitar, laut yang biru dan bangunan disekitarnya. aku menoleh ke samping dan kulihat patung singa besar, aku memperhatikan map yang aku ambil sebelumnya, taman yang ada di hadapanku rupanya ada di map.

aku diseputaran patung singa besar dan universal studio. kulihat sudah ada beberpa orang yang berjalan-jalan.

akupun mendekat kearah sana, dan kulihat saat itu masih sedang dibersihkan, beberapa bunga sedang di tata, kolam air di bersihkan, dan airnya sangat bersih sekali, aku semakin masuk ke dalam, di belakangku patung singa besa,r, yang entah kapan memuncratkan airnya, atau mungkin tidak, karena berhadapan dengan halte sky train dan hotel, kalo dimuncratin airnya kemana, atau memang itu bukan patung yang dimaksud.

aku semakin penasaran, aku berkeliling di taman itu, bunga-bunga yang mendadak di tanam itu terlihat masih segar, ada juga hiasan yang dirangkai dari bunga, aku sampai ke atas, ada sebuah gondola atau apalah, jika naik kita akan bisa melihat kota dari atas mungkin.

banyak bule dan banyak anak muda yang datang, tapi aku tak tau mereka pda kemana, aku mencoba teropong yang tersedia banyak, dan lagi-lagi karangan bunga yang sangat banyak.

aku kemudian turun setelah memandangi aneka bunga yang tersedia, sejuknya suasana saat itu dan indah sekali meski itu adalah hal yang dibuat-buat, tapi nyaman banget. manteplah patut di contoh.

semakin turun ternyata aku lihat aku dekat halte sky train, lalu kenapa tadi kenapa aku malah ke luar.

aku meminta beberpa bule bergantian memoto, aku pun senang ketika ada orang yang ingin berpoto, lumayanlah, sambil kenalan terkadang, nanyain berasal dari mana mereka.

lalu aku melanjutkan perjalanan lebih masuk lagi, wah semakin luas nih area, aku mengamati setiap hal yang aku liat, rupanya di depan adalah UNiversal studio. background bola dunia yang ada di foto beberpa orang bertuliskan univ stud, dihadapanku.

aku lama berada di area itu, mundar-mandir kesana-kemari, bergfoto sendiri dan ya panas-panasan.

aku pun baranajak memutuskan untuk pulang setelah berputar-putar area itu, kulihat semakin banyak orang di tempat itu, aku ingin mengambil foto di depan bola dunia, tapi malu karena banyak orang, dan pada siapa aku memita tolong.

aku kemudian kembali ke mall saat aku pertama kali masuk, aku beristirahat sejenak bersama orang lain, ada orang-orang asia yang sedang beristirahat, di seberang saya adalah sentosa island, aku memutuskan untuk ke little india, orchad dan chinatown, kemudian aku membeli tiket untuk ke little india.

di perjalanan saya kembali berfikir dan mulai merasa kesepian, aku gak punya peta singapore yang lengkap, jadi jalan-jalan kali ini ya seinget aku di internet aja lah.

aku ingin melihat little india seperti apa, dan kuurangkan untuk berkunjung ke dua tempat yang lainya. dikarenakan aku takut gak punya waktu banyak lagi untuk ke malaysia, tapi itu masih pagi menjelang siang.

aku pun sampai di little india, memang banyak sekali orang india yang turun di sana, tapi ada juga kok orang china yang rumahnya di sana, begitupun orang india yang tinggal di chinatown.

aku berkeliling di sekitar little india dan memperhatikan bagaimana kehidupan orang india di negara tersebut, banyak yang menjual sesembahan, bunga-bunga, emas, cd india dan semuanya tentang india ada dehk kayaknya disini,.

banyak juga bule di daerah ini, cukup ramai sekali apalagi banyak penjual emas, sepertinya orang india banyak yang suka menggunakan emas, kayaknya banyak sekali orang india yang menyukai menggunakan perhiasan ini. aduuhhh.

saya tidak ingin melanjutkan jalan-jalannya di negara ini, aku memutuskan untuk kembali ke bugis dan melanjutkan perjalanan ke Malaysia. saya pun kembali mengambil MRT untuk segera mendapatkan bus ke johor bahru, setelah sampai ke bugis aku segera jalan kaki ke terminal yang gak  begitu terlihat seperti terminal.

aku punya uang lembaran, aku kita aku membeli tiket ke seseorang yang berada di situ, karena banyak uang di meja itu, ternyata itu adalah tempat menukar uang, aku menanyakan diaman tiketnya, dia marah kepadaku dan menjelaskan bahwa dia hanya tempat menukarkan uang saja, tiket dibeli ketika naik kedalam bus.

aku menaiki bus dan berangkat ke johor bahru.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s