hariku dengan seminar7 april 2012

kemarin adalah hariku, aku berniat membuat catatan ini pada malam kemarin tapi aku kecapean karena sebelumnya saya bermain ke rumah temen, mungkin mereka ingin merayakan dan bertemu dengan saya setelah beberpa minggu saya sibuk dengan kegiatan saya di kampus, novi mengajak saya kerumahnya seperti biasa untuk makan soto, dan saya mengajak ubay untuk pergi kesana, tapi ubay ngambek karena ada something yang kami bahas dan diapun pulang.

seminggu terakhir sebelum hariku saya sangat sibuk sekali menyiapkan segalanya untuk kegitan seminar, bukan hanya saja saya sih yang sibuk, semuanya juga seperti itu. tapi kali ini saya sangat bersemangat sekali karena ya apa yang sedang saya pikirkan kali ini sangat berbeda dari sebelumny, saya sangat rajin kali ini. bersama teman panitia yang kebanyakan satu kelas dengan saya, kami semakin kompak dan bersemangat untuk mengejar semuanya meski terkadang banyak hal yang bikin kami ngotot.

suka duka, keceriaan, ketawa bareng, selek-selekan, menggerutu, hujan-hujanan, ngotot-ngototan dan banyak hal deh. apalagi kadang kami merasa sangat terbebebani sekali karena saling mengandalkan, tapi semuanya harus kami pertanggung jawabkan dan saya berfikir saya diam pun dunia tak akan berubah, saya harus lebih super dari pada orang lain apabila saya ingin sukses.

semangat itu saya dapat setelah saya melakukan perjalanan saya saat masa libur uas kemarin, makanya pikiran saya sekarang tidak lagi meruetkan hati saya, saya ingin damai dan membahagiakan semua orang, meski kadang saya sangat over ketika ngobrol, saya jadi banyak omong (cerewet) tapi tak apalah mereka juga menerimanya dan itu selalu bikin gak jenuh karena kadang ada hal yang bikin kami kesel atau bete.

tentu saja semakin mendekati hari H yang bersamaan dengan hariku, saya harus kesana kemari, tugas saya sebagai seksi acara dan time kiper yang kerjaanya adalah menyiapkan dan menyuruh orang sesuai pekerjaanya, namun itu sangat agak sulit bagi saya, kadang saya merasa kurang nyaman ketika menyuruh orang lain padahal sesuai dengan pekerjaanya, makanya saya kadang menghendel pekerjaan orang lain oleh saya sendiri, karena tak seperti saya, ketika saya berkata “tolong ambilkan meja di sana” jarang sekali yang langsung mendekati saya, mereka saling memalingkan tugasnya atau menghindari, tapi tak apalah mungkin mereka jarang kerja kuli seperti saya, saya beruntung saya gak cengeng ketika saya mesti berhadapan dengan tugas seperti kuli karena telah terbiasa dengan ajaran orang tua saya.

dari situ saya belajar lagi dan agak menggerutu, mungkin jika nanti Allah mensukseskan saya, saya tahu betul apa yang orang bawah rasakan untuk bekerja keras, dan rasanya anak sekarang pada belagu, makanya banyak pemimpin sekarang yang hanya bisa berkata seintelektual mereka, tapi kenyataanya mereka tak mau tahu dan bertindak seenaknya saja. ini lah yang saya pelajari sebagai hikmah dan mengikhlaskan kecapean tugas saya. saya mesti bertanggung jawab terhadap diri saya sendiri. memang iya panitia yang di susun kekurangan banget dengan para pria, sehingga kami merasa kekurangan, belum lagi panitia yang gak hadir, sakit mendadak, menghindari pekerjaan, sibuk mencari makanan, poto22an, ya semuanya dehk . tapi saya pecicilan saja menghibur yang lainya.

pulang malam dan saya mesti kembali pada pagi harinya, setelah mandi dan subuh, saya pergi ke kampus, semua barang saya masukan termasuk baju baru yang saya beli, saya tak sabar memakainya karena saya ingin tampil maksimal meski muka saya semakin hitam, hehe, tapi saya ingin menunjukan diri lain saya bahwa saya tak hanya bisa jadi kuli saja. intelektual saya ingin saya tunjukan dan saya ingin terlihat berbeda. saya meminta  uang kepada ibu untuk membeli sebuah baju, saya pun meminta dua samping baru untuk perlengkapan acara seminar besok, ibu memberiku dan saya mengambil samping di lemari di kamar kecil, saya cari dan saya mendapatkanya. tiba-tiba saya terhentak dan merasa sedih saya bangga kepada ibu dan saya menikamati aroma kamar yang orang tua saya pakai. rasanya nayaman sekali dan seperti orang tua lainya ibu menyimpan barang-barang kain lainya dengan bbaik dan sederhana wewangian alami dari kain-kain itu yang saya cium membuat saya semakin sedih dan bahagia memiliki ibu sepertinya, saya telah meminta maaf kepadanya dan memberi tahu besok adalah hariku, keluarga kami tak biasa mengetahui kapan aggota keluarganya merayakan harinya, saya sedih belum bisa memberikan yang baik pada orang tua. ibu selalu baik meski tak memanjakan saya. terima kasih ibu.

saya pergi untuk memebli pakaian dan saya kembali ke aula, saya mengikuti gladi resik malam itu, saya selalu bahagia ketika berkumpul dengan rekan semuanya, tapi tak kepada semuanya saya bisa seperti itu. saya mengirimi ayah saya sebuah pesan singkat, saya menyuruhya buatkan ibu rumah yang nyaman untuknya ketika beristirahat.

saya kembali pulang kerumah dan beristirahat, para senior menyruh para pria menginap di aula, tapi saya tidak dan acuh. bukan maksud saya acuh hanya saja saya akan merasa nyaman ketika tidur di rumah.

subuh itu hujan mengiringi saya tak berniat memakai kostum saya saat itu meski saya menyiapkanya dengan sekasama, saya kemudian menyusunya di backpack saya, seperti biasa bawaan saya selalu kembung, entahlah padahal banyak anak kampus membawa barang bawaanya seringan mungkin, tapi saya kadang membawa sebanyak mungkin tapi itu semua saya perluka, saya harus ke aula itu early morning. dengan baji koko dan jeans pendek yang kumel bersih di selimuti jas hujang setengah badan saja saya menuju kampus saya.

saya ingin tidur sedikit lagi, ku nyalakan henpon dan ku chek 2 akunku yang mulai rame oleh teman yang mengucapkan selamat atas hariku. ada teman yang mengabari gak bisa hadir, saya tak membalasnya karena berfikir itu hanya alasan, tapi saya memaklumi dan itu kenyataanya.

saya tak membawa sarapan, panitia pria menginap di sana, saya mencuci kaki saya yang kotor karena genangan air dan tanah, saya menyapa teman saya, dia tidak bisa mandi karena gak ada air, ketika saya mencuci kaki pun air tak mengalir hanya ada air di ember yang tinggal satu gayung, temanku tak bisa tidur pulas karena kedinginan.

saya segera memberesi kesiapan ruangan beberpa gorden saya perbaiki.

hampir semua panitia telah ada di dalam ruangan, kami bersiap menyiapkan, saya sibuk menyruh yang lainya.

waktu semakin bergulir, hujan tak berhenti juga. padahal malam hari saya melihat keindahan langit yang tak habisnya membuat aku bersyukur atas malam menuju hariku, namun pagi hari tak mendukung karena hujan itu. tapi kami siap saja untuk membuka acara apabila beberapa faktor bisa tepat pada waktunya, ada wakil pemimpin kota kami yang akan memberikan sambutan dan membuka acara kami, namun acara molor karena menunggu kedatanganya, padahal motivator kami telah datang sangat on time sekali, kami mulai resah dan aku sedikit jengkel. hingga acara dimulai pada jam setengah sepuluh. beberapa susunan kami ubah.

acara dimulai, aku mulai bingung, ini rampak gendang maen masuk aja lagi, alasanya memang masuk akal karena perlu di set oleh para pemainya, kami mulai panik apalagi teman saya sms bahwa pemotivator mulai resah, karena waktu yang tak on time, dengan beberapa kepanikan itu kami sedikit membuat beberpa kesalah dan kekhwatiran yang apalagi membuat saya merasa down. opening ceremonial tengah berlangsung, kejadian konyol dan kelucuan yang membuat kami tertawa karena kebetean waktu yang molor, seru lumayan, opening berakhir dan acara ini hampir di mulai. perasan saya semrawut setelah beberapa kejadian dan kritikan dari teman yang lain.

saya berusaha mengupayakan untuk acuh, hingga acara inti berakhir, kami belajar manajemen resiko, waktu, bagaiaman keluar dari masalah, mencari solusi dan ya segalanya.

acara dimuali dengan pertunjukan sulap, saat acara berlangusung kami menyusun peralatan rampak gendang, kami tak banyak membantu hanya anak-anak kecil itu yang tau susunanaya, padahal anak kecil kami larag untuk naik panggung, acara dilanjutkan oleh rampak gendag yang tak lebih dari 15 menit, peserta cukup terhibur oleh tingkah anak-anak tersbut dan meminta memainkan gendang kembali.

aduh makin gereget dan saya tak hentinya melihat jam, karena tak enak dengan pemotivator. kami mengangkat semua gendang adan gamelan dengan tergesa-gesa.

lalu acara inti di mulai, saya langsung kembali ke belakang, acara motivasi itu tak banyak saya saksikan dan saya tak banyak mendapatkan motivasi dalam hal itu, kami beruntung mendapatkan pemotivator yang baik banget dengan kami, dalam mendukung acara kami, mungkin karena beliau bete hingga rasanya motivasi kurang bisa dia sampaikan secara total. beliau mampu mau berfoto bersama para peserta dan mengajak kami berfoto di depan universitas, kami sangat beruntung bekerja sama denganya, dan saya rasa sekali kok semua hal yang saya alami dalam belajar atau keseharian saya saat ini semakin saya sukai, bagaimana orang-orang hebat mengaitkan banyak hal yang saya temui dan saya dapatkan saat ketika saya menekadkan diri saya untuk melancong, saya banyak mendapatkan ilmu yang sangat berkaitan dan memang sagat saya sukai mengenai perjalanan mandiri ke luar negri, bagaimana saya mendapatkan banyak hal yang tak biasa yang saya dapatkan untuk hidup saya saat ini, itu selalu menjadikan saya termotivasi dan saya sering menggembor-gemborkan ayo atur perjalanan mandirimu, karena banyak sekali hal yang banyak kau saksikan dalam pembijaksanaan diri  ini ketika di luar negri, pokonya saya sering menulis banyak orang bijaksana itu sering melakakukan pembenahan dan peningkatan kualitas diri dengan perjalanan mereka di luar, dan banyak teman saya yang iba mendengar saya seperti tak mencintai negara ini, mereka berkata mereka lebih bangga untuk menjelejahi negara ini, saya tak bermaksud demikian saya jarang skali melakukan rekreasi dan saya lebih memilih menjadi pelancong bukan turis di negara orang dengan ransel saya dan manajemen diri . saya banyak mereplesikan diri saya untuk sebuah perubahan baru meski tak lama saya meresa sulit sekali tapi itu yang akan selalu menjadi pembenahan diri saya untuk melihat segalanya secara lebih sederhana dan penuh syukur.

saya hanya bercanda dengan yang lainya mengabaikan materi yang disampaikan. saya hanya menanggkap beberpa hal yang unik saja, apa yang di sampaikan pemotivator itu sangat baik sekali karena saya menyukainya dan ada kaitanya di mana banyak sekali materi yang disampaikan seperti halnya orang yang banyak melihat dari dunia luar, dia seakan mengalami hal yang banyak ia dapat ketika berada di luar, dia menceritakan dia jarang main tapi sekali main ke abroad, ya itu masuk akal bagi saya. karena saya merasakan hal itu.

hariku beragam dan amazing, hingga acara ini di tutup dengan bebrepa segmen seperti berfoto dengan pemotivator, pembagian doorprice, dan lainya.

kami pun mulai berontak setelah semua peserta pulang, saya menyanyikan lagu firework dan kami sibuk berfoto. beristirahat sejenak dan melanjutkanya dengan berfoto bareng pemotivator di depan kampus kami. kami pun kembali ke aula dan membereskan kursi lalu kami makan, dan evaluasi.

saya mengeluh dan menakutkan apa yang akan di sampaikan ketua pelaksana dan tim lain, tapi selama evaluasi itu kami saling curhat aja bagaiman tanggapan mereka mengenai acara tadi dan keluh kesannya saja.

saya hanya menjelaskan terima kasih kepada semua atas beberap moment yang kita lewati bersama, itu yang saya sukai, semua itu ada panggilanya masing-masing, kadang merasa tak adil merasa paling capek dari yang lainya, tapi itu yang akan membedakan kita untuk sukses itulah seleksi dari Tuhan yang akan memberi nilai lebih kepada kita semua, bukan bayaran hari ini yang akan kita dapatkan karena hari ini tak ada yang bayar, tapi nanti ada hal lebih yang akan diberikan Tuhan dan itu sesuai dengan apa yang anda curahkan.

saya tidak akan menyalahkan siapapun karena saya juga kurang kompeten sebagai time kiper. tapi acara ini baguslah, karena kita yang buat. semuanya hebat terima kasih kawan

beberapa teman mulai berpamitan pulang, bahkan sebelum evaluasi berakhir dengan berbagai alasan yang beragam. padahal ruangan belum tuntas kami bersihkan hanya menyisa beberapa orang saja yang mau membereskan termasuk saya sendiri karena saya harus bertanggung jawab, tak ayal seperti yang saya sampaikan banyak hal yang membuat mereka menghindari atau sebagainya. itulah seleksi alam.

hari kemarin adalah hariku, seperti hari-hari biasa tak ada yang beda dalam hariku, hanya bertepatan sekali dengan acara kali ini. hariku yang selalu aku renungkan dan aku khawatirkan.

bertambahnya umur membuat saya ingin lebih aware dan lebih banyak menekankan kepada perjuangan hidup saya untuk ke depanya, bagaiman saya harus fokus untuk masa depan saya, saya akan terus bertekad untuk melakukan perjalanan mandiri oleh karena itu saya akan menolak hal yang berkaitan dengan keterkaitan saya pada satu hal yang sangat kuat, saya akan independen saya hanya akan menjadi helper dalam hal apapun bagi penunjukan loyalitas saya. mimpi saya tak banyak saya minta kali ini, saya sedang berfokus untuk mengejar impi saya untuk mencari pemasukan pribadi untuk kebutuhan saya, saya hanya ingin jadi orang kaya yang rumahnya sederahan dan saya bisa berbuat untuk orang lain. menjadi pengajar dan sebagainya. saya ingin membuat tulisan.

indah banget Ya Allah atas karuniaMu, teman-teman saya mohon maaf kepada kalian, saya hanya berpesan mari kita beranikan diri untuk membuat satu gebrakan yang langsung berpengaruh dan hebat, saya belum sukses kali ini, mungkin saja kalian akan lebih sukses ketimbang diri saya yang kali ini banyak omong dan menasehati kalian, saya ingin memberi sebuah kata yang saya kutip seperti ini.

cobalah bagi anak muda untuk menabung uang, tidak hanya sebagai semboyan dan lakukanlah perjalanan mandiri, dimana di sana kita akan mendapat banyak hal yang sangat beragam, dan bagi anak muda dengan itu kalian akan menjadi pemimpin yang hebat yang luar biasa untuk negara kedepanya karena mereka belajar melakukan studi banding di saat masa muda mereka.

saya berterima kasih kepada guru-guru saya, mohon maaf atas perlakuan dan attitude saya yang kurang baik, kepada guru ngaji saya, kepada teman saya yang banyak memberikan pelajaran, kepada semuanya terutama orang tua saya yang memberikan seluasnya kebebasan yang baik bagi saya.

perlihatkan kepada orang tua kalian, saya menyarankan teman saya (kalian) untuk melakukan perjalanan mandiri.

terima ksih ucapanya untuk hariku.

terima kasih untuk temanku novi yang memberikan aku sebuah buku

terima kasih kepada ubay

terima kasih kepada sahabat-sahabat saya

 

if you think I am crazy talker, ya.

because I am crazy I have much ways.

gali potensimu, terus berkembang, gunakan masa ini untuk berkarya.

jangan cepat puas, tetap humble dan sederhana.

berjalanlah dengan cepat dan tegap!

jadilah pelancong yang bukan mencari tempat terbaik anda untuk berpoto,

jadikanlah jiwa pelancong untuk mempelajari diri sendiri

kata-kata motivasi itu banyak.

lihat diri anda sesuaikan dengan motivasi tersebut, apakah anda bisa.

tak hanya pintar berbahasa bagus di hadapan

tapi dengan penunjukan kemampuan diri pada semua aspek lebih penting

agar tahu hidup itu tak perlu hanya pintar

sayangi orang tua.

saya masih punya mimpi lagi, jika saya bisa saya ingin membuat skripsi menganai pariwisata dan ekonomi.

hmmmm kesampeaian gak ya! pa Ajat mohon bimbinganya

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s