Berkeliling Phuket menggunakan Motor

Saya berpikir kalo phuket island berukuran kecil dan semuan tempat menarik akan mudah dijangkau apabila menggunakan sepeda motor, saya pun mencoba menyewanya. Selain motor ada juga jenis truk warna pink yang bisa digunakan untuk mengantar orang ke tempat tujuan sesuai keinginan.  Sebenarnya kendaraan ini tak jauh dari tempat saya menginap bisa dengan mudah di dapatkan namun saya memilih menyewa motor dengan asumsi saya akan menjangkau daerah yang jauh sekalipun.

Dengan 200 bath saya mendapatkan motor klik one Honda yang sama persis seperti vario techno ya sama dengan motor saya di rumah. Dia meminta passport saya, saya berkata bahwa passport saya ada padanya sebagai jaminan kemarin karena saya tak mau membayar uang deposite/safety box.

Saya berkata bahwa saya tak membutuhkan deposite, tapi dia mengataan juga bahwa uang ini akan dikembalikan nanti karena apabila menyewa motor maka passport saya harus di tahan sebagai jaminan. Saya sutuju kemudia si mba petugasnya mengajak saya melihat motornya yang telah terpajang di depan guesthouse, dia mengecek kondisi kendaraanya dan menceklis bagian mana saja yang telah rusak, hanya ada goresan-goresan saja di motor itu, setelah itu saya diberi helmet, kondisi bensin masih banyak dan dia meminat apabila telah menggunakan bensin harus dalam keadaan penuh. Saya pun pergi dengan motor saya dengan helmet batok saya meluncur kemanapun, saya tak memiliki peta kota maknya saya agak bingung.

Di penjalanan saya mulai menyesali menyewa motor ini, uang saya tak terkontrol di hari pertama saya ke Thailand saya telah mengahabiskan lebih dari 1000bath lebih belum lagi saya harus mengisi bensin setelah ini, tapi bagaimanapun saya telah memutuskanya makanya harus saya nikamati semuanya.  Saya berkeliling seputaran phuket town tadinya saya mengikuti mobil truk pink yang memiliki tujuan ke area terkenal di pulau tersebut, tapi saya malah bingung karena gak menemukan jalan besar saya melewati area yang banyak sekali patung monyet, kemudian saya sampai ke tempat yang sangat asing sekali ke pelosok-pelosok dan saya berhenti dan masuk ke tempat yang lebih sederhana, saya melihat ada beberapa orang yang sedang melihat ikan atau sedang mengechek ikan yang mereka pelihara di dalam kotak kecil yang mereka kaitkan ke patok sederhana, ada juga deretan kapal-kaapal besar di area tersebut. Saya takut motor saya kena paku di daerah tersebut karena saya masuk ke tempat yang jarang penghuni. Pagi hari saya telah ke pantai yang tak begitu bagus, ada sebuah resort yang mewah di jalan buntu tersebut. Kemudian saya kembali ke phuket town dan masih bingung saya mencari jalan menuju ke patong beach.

Akhirnya saya menemukan jalan besar dan pelang penunjuk arah, saya pun mulai bersemangat, sebenernya saya ingin melihat sebuah temple tempat orang Thailand beribadah atau Wat. Beberpa wat membuat saya ingin melihatnya namun tak saya kunjungi karena tak berada di pinggir jalan.

Menuju patong jalanan mulai menanjak dan ada tulisan gede di tanjakan beruliskan patong town. Jalanan sangat nanjak sekali saya sempat berhenti di sebuah kelenteng namun tak begitu menarik kelenteng ini saya hanya naik dan turun lagi, tapi anehnya banyak sekali kendaraan yang membunyikan kelaksonya di tempat ini meski mereka sedang jalan, kenceng-kenceng lagi saya ampe mau marah apa-apaan sih?” saya baru menyadarinya mungkin itu adalah kuil untuk menolak bala di tempat itu karena begitu menanjaknya jalan menuju patong sebagai permintaan keselamatn mungkin mereka meminta doa dengan menyalakan kelakson atau berkunjung sejenak. Banyak juga yang berkunjung, kemudia saya lanjutkan perjalanan. Jalanan sangat mudun sekali saya tidak kenceng mengendarai motor karena takut dan tak terbiasa apalagi jalanan yang bulak belok mudun dan nanjak, bener-bener seperti serodotan yang terjal tapi jalanan bagus sekali, kenadaraan lain malah pada kenceng banget bawa kendaraanya ada juga wanita yang kenceng sekali mengendarai motornya mengalahkan saya.

Saya sampai di kota patong saya masih interest dengan wat. Ada sebuah wat di pinggir jalan tak begitu bagus saya pun meminta ijin kepada petugas karena kebetulan 3 orang seperti polisi yang berada di situ. Tak banyak orang di situ hanya ada rumah makan yang mungkin digunakan oleh orang local karena banyak sekali orang thai, saya masuk semakin dalam bener-bener sepi saya rada takut untuk berkunjung dan agak merinding, di sinilah pertama kalinya saya berkunjung ke sebuah wat yang sepi pula. Agak kotor karena banyak kotoran burung dara yang berkeliaran bebas saya kembali kemotor dan agak ketakutan, saya mencoba tenang ketika melewati anjing-anjing, asli saya takut dengan binatang ini tapi mungkin karena di Negara lain anjing sudah seperti kucing dan banyak berkeliaran mungkin akan aman saja makanya saya berjalan dengan tenang tapi dalam hati pengen berteriak dan lari.

Saya lanjutkan ke pantai patong yang terkenal itu sangat beda banget dengan kota phuket di sini lebih rame. Pokoknya tame banget deh sibuk banget apalagi di pantainya rame banget dengan orang-orang bule yang sedang berjemur ada juga penyewaan kursi tidur yang laris manis oleh turis. Saya tak lama di sana karena hari sudah mau siang tapi sudah cukup ramai dengan bule yang sedang membalur badan mereka dengan lotion, begitulah saya karena takut kehilangan motor tak lama saya disitu dan emang tak menarik selain melihat bule bertelanjang.  Lalu saya lanjut dengan berjalan lurus terus dari patong beach dan nanjak ke atas, pemandangn cukup indah air laut terlihat sangat biru sekali saya mengambil beberpa photo kemudian lanjut lagi ampe ke pelosok tuh bener-bener pelosok dan ke dalam hutan, saya pun balik lagi dan menemukan paradise beach namun jalananya hell banget mudun tajam menukik dan kecil tapi bagus jalanya, tak banyak orang di sini hanya ada orang bule dan pemandanganya lebih bagus dari pada patong beach karena berbaur dengan hutan dan pantai yang ada batuanya. Ya harus lah sesuai dengan namanya.

Saya pun kembali ke patong karena hari sudah mulai siang, saya mesti check out siang hari tapi motor saya kan mesti digunain ampe sore sayang banget udah bayar mahal. Tapi bensinya makin berkurang. Saya sempat berkunjung sebentar ke sebelah kiri sebelum pulang ke kota phuket. Melihat ada wanita menggunakan jilbab yang berjualan makanan di pinggir jalan saya pun berhenti sejenak dan memesan nasi goreng sea food dan air yang mahal skali. Setelah makan saya kembali ke phuket town dan sempet kebablasan entah kemana saya bingung. Dan pada jam 1 lebih saya sampai kembali ke guesthouse, saya mengambil barang bawaan saya (ransel saya).

Menyisir barang bawaan dan memeriksa ransel saya semuanya aman dan ada kemudian saya mencuci muka ketika saya mau berdiri saya menemukan map bagus dari gems gallery yang mungkin milik si bule irlandia itu jatuhkan. Saya turun kembali saya berdiam sebentra membuka hendphone dan internet karena ada wifi gratis saya pun mengeluhkan perasaan saya mengenai bebauan dan keseraman saya pada tempat-tempat sembahyang.  Saya pun kembali membawa motor dan ransel saya kemudian sejenak berkunjung ke terminal bus untuk membeli tiket ke Bangkok nanti malam, saya memilih bus 2nd class karena lumayan murah. Saya membeli air ke seven eleven dan lanjut untuk mengelilingi kota.

Namun karena bensin mulai mau habis saya memilih untuk menyudahi semuanya dan sudah lelah saya tak semangat lagi, saya pun mengisi bensin di jalur tempat saya menginap. Mengisi full seharga 90bath dengan gasoline yang berwarna coklat/keruh. Saya pun kembali ke penginapan dan berdiam, wanita yang memakai kerudung semalem datang dan mengucapkan salam kepadaku di common room lantai dasar kami pun mengobrol banyak dan bercerita ini itu. Saya senang mengobrol denganya. Malam hari saya harus pergi ke Bangkok. Masih sore hari saya memutuskan untuk menunggu saja dan mengobrol dengan yang lainya termasuk teh Ella itu. Administrasi telah saya selesaikan dan uang deposit saya dikembalikan lagi, saya hanya fb an aja terus dan mengobrol dengan mba ella, mba ella sudah banyak teman jadi ketika temanya datang saya tak banyak bicara lagi, saya pun memutuskan untuk menunggu di terminal saja, karena tempat saya membeli tiket itu bagus dan bisa menunggu di sebuah ruangan makanya saya memilih menunggu disana.

Membosankan ketika menunggu tapi mau apalagi saya mulai teringat orang tua saya dan agak sedih, melihat hilir mudik orang atau kadang saya bertanya bisakan saya menukarkan tiket, tapi untuk bus 2nd class hanya tinggal satu keberangkatan lagi dan bus nanti aka nada saat jam 7 malam dan berangkat pada jam 8 malam, mau tak mau saya menungggu dengan bingung sendiri takut kejadian tertinggal bus terjadi, semakin malam semakin bingung, bus ternyata tersedia di deretan bus lainya, berbeda dengan bus 1st class yang khusus parker di samping kios tiket itu.

Saya bertanya ke pada petugas dan mereka meminta saya untuk tenang saja, saya pun bertnya kepada penumpang lain yang kebetulan sama dengan saya tujuanya dan menggunakan bus yang sama. Bus pun tiba saya kemudian mencari di mana saya duduk setelah itu saya menyamankan diri saya di kursi tersebut dan cerita selanjutnya dapat di baca di nonton konfusius menuju Bangkok.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s