Hari 4st sudah di Bangkok

Tak terasa bus yang membawa kami telah sampai, yaiyalh tak terasa orang bus berangkatnya malam hari dan saya tidur semalaman. Bus berhenti dan sampai di terminal Bangkok bersamaan dengan bus 1st class yang berangkat satu jam lebih dulu.

Kemudian saya turun, beberapa bule kebingungan sama halnya kayak saya. Taxi mulai raman begitu juga dengan mini van saya barena aja dengan bule yang bingung saat itu empat orang bersama saya, teman pria tua yang berbeda bus dengan saya saat ke Bangkok dan mengobrol sedikit di phuket terminal bareng dengan saya mencari bus, mereka telah memiliki kertas tanda booking untuk penginapan, saya mah boro-boro yang penting saya nyampe ke khaosan road aja tempat yang terkenal seantero jagat di kalangan para traveler.

Dengan bus bernomor 511 dan bercat kuning yang mau memudar saya menuju ke khaosan road, bus ini langusng menuju khaosan, para bule Nampak tak begitu percaya pada saya ada seorang warga local yang lumayan fasih berbahasa englishnya memberitahu para bule tersebut. Agak trendi dengan gayanya yang agak aneh sih ya okelah.

Bus masih lowong saat meninggalkan terminal tapi kemudian ramai dengan para penumpang yang di dominasi oleh warga local, saya membayar dengan 15 bath dan unik sekali tempat uang dan tiketnya, kenektur yang meminta uang adalah seorang wanita yang sudah tua lah sekita 40an, rambut keriting dan baju seragam seperti seorang sekertaris yang bekerja di kantor, stoking dan sepatu hitam pun lengkap sekali. Saya membayarnya dan mendapatkan karcis kecil yang dirobek dan di dapatkan dari wadah seperti bambu terbuat dari bahan seng, wadah itu di bolak-balik hingga berbunyi karena banyak uang receh, uang  lembaran pun bisa dimasukan begitupun dengan karcisnya dia mengambil dan menyobek sedikit menggunakan alat tersebut, panjangnya sekitar 50 cm.

Bus sangat penuh sekali untungnya saya masih bisa duduk tapi tak enak juga dengan penumpang lainya, karena udah metet banget, si kenek tadi mencolek saya dan memberi tahu bahwa saya telah sampai di area khaosan road. Saya kemudian turun dan berjalan, bertanya sebentar kepada orang dan saya di tunjukan jalur khaosan, masih sepi sekali waktu itu, saya mencari dimana penginapan yang saya  dapatkan informasinya dari buku yang saya bawa, saya mencari semua hostel, guesthouse atau penginapan, penuh dan tak ditemukan membuat saya bingung, saya bertanya dimana rainbow hostel dan guesthouse lagi-lagi penuh kemudian saya ditunjukan oleh pegawainya mungkin saya akan mendapatkan penginapan yang murah di area belakang, saya berjalan sedikit ada sebuah gerobak di gang kecil yang menjual makanan dan saya mungkin bisa menanyai mereka karena ada pikiran kalo saya masuk ke tempat terpencil mungkin saya akan mendapatkan penginapan murah, gang itu berada diseberang seven eleven tak jauh dari rainbow hostel. Saya masuk dan bertanya apakah ada jalan menuju ke belakang, penjual makanan itu bilang iya. Tapi saya bingung dimana jalanya karena yang ada adalah ruangan tempat tinju yang terbuka pintu dan rupanya itulah jalanya saya harus masuk dan melewati ring tinju tersebut.

Saya pun jalan kemudian melihat penjual mie di gerobak kemudian belok ke sebelah kiri karena melihat ada tulisan guesthouse dan saya masuk untuk menanyakanya. Saya pun mendapatkan kamar double  room Karena untuk single sudah penuh, yasudah saya dengan terpaksa memilih dan membayar 300bath. Nama penginapan tersebut sitdhi guesthouse di lantai pertama adalah ruang administrasi, travel agent, restaurant mini, penyimpanan ransel, café internet dan ruangan kamar berada di lantai dua dan tiga, tangganya pun kecil sekali dan terbuat dari kayu tapi asik banget, berada di area soi rambutri road di belakan national art museum. Setelah saya menyimpan barang bawaan langsung saja saya menemui penjual mie yang tadi dan makanlah saya disana, mie yang saya pilih adalah mie kewitiau kemudian dia menggoreng seperti mie goreg lengkap dengan telur dan sayur yang fresh. Saya bisa menambhkan cabai bubuk, gula, bubuk kacang di toples yang tersedia di depan saya, ada juga jeruk mipis atau karoket isi macam-macam. Saya hanya menambahkan cabe dan kacang. Mie dihidangkan di piring steropom dan sumpit yang semuanya sekali pakai. Semua saya habiskan saat itu dan penjual mie itu langsung pergi, ada pria tua yang menemani saya di café kecil yang gratis wifinya, saya gak tahu jadi saya numpang duduk saja.

Kemudian saya kembali ke kamar, saya mencoba untuk bermain internet dengan membayar 10-30 bath perjam.  Di guesthouse inilah saya mulai sedih, sejak dari kamar hingga saya ingin bermain internet untuk menulis beberapa kisah, upload ataupun say hai ke pada teman saya. Setelah itu saya kembali lagi ke kamar, buset saya semakin sedih sekali saya ingin pulang dan gak mau meneruskan perjalanan ini lagi, ditambah jumlah hari yang masih lama sekali saya ampe guling-guling nangis, kemudian saya balik lagi ke komputer membuat catatan yang saya ingin sampaikan karena kesediah saya yang disebabkan kerinduan pada orang tua.

Saya memang tak bisa lepas dari yang namanya internet makanya meski mahal saya mau tuh bulak balik buka internet, kemudia saya kembali lagi ke kamar, hehe masih saja sedih.

Entah mengapa saya menjadi gelisah dan sedih sekali saat itu hingga saya benar-benar tak bisa menahan keinginan saya untuk pulang, kebiasaan saya yang tak pernah jauh dengan keluarga dari mulai pagi hari mengerjakan apapaun, membantu mereka. Meski saya capek dan mengeluh betapa saya mesti kerja dan kerja di rumah sendiri tapi saya nyaman seperti itu dan ingin kembali melihat mereka, beberapa status saya di fb juga bertemakan sedih saya ingin pulang.

Mba elok menyarankan saya untuk mencari alternative lain yaitu ke kamboja dan langsung ke Vietnam karena tiket kepulangan saya dari Vietnam.  Tapi tetep aja kan waktu saya masih tersisa 16 hari lagi gak mungkin lah saya habiskan hanya dalam beberapa tempat, saya bisa saja balik membeli tiket yang mahal seharga semua uang akomodasi saya, tapi sayang banget dan saya kembali ke tujuan saya memflashback ulang apa yang saya inginkan, dan sekarag saya bener-bener belajar banget pengaruh yang saya alami, saya memutuskan untuk menyemangati diri dengan cara mengahbiskan waktu dengan berjalan sesuai dengan internary.

Saya kebingungan akhirnya saya berinisiatif untuk menulis jadwal solat di berbagai kota yang akan saya kunjungi, informasi mudah di dapatkan dari mbah google setelah semua kota lengkap dengan 5 waktu dan 1 waktu untuk fajar saya kembali ke kamar, dan berencana untuk melihat chao praya river, sambil jalan-jalan sekitaran mungkin saya akan melupakan sedikit masalah, di sebrang jalan terlihat banyak sekali bus dan gedung-gedung pemerintahan saya pun masih bingung dengan keadaan itu, map yang saya temukan di phuket yang saya bawa dan buku panduan.

Menyusuri pedagang kaki lima di pinggir sungai kecil banyak penjual pinggiran di situ dari mulai barang-barang bekas, makanan, batu-batu, uang kuno, semuanya deh ada. Yang membuat saya terbelalak adalah CD porno, saya coba berhenti sebentar dan melihat-lihat idih sadis banyak banget termasuk cd gay pun ada. Melihat ada sebuah bangunan lancip berwarna putih saya dekati tapi tak begitu menarik jalan-jalan tak jelas pun saya lakoni.

Sore hari saya sampai di sungai Han, hanya bisa menyaksikan sebuah wat yang terkenal di seberang sana, tidak berniat kesana karena uang yang mulai menipis padahal banyak sekali bule atau wisatawan yang sibuk manaiki perahu, menyaksikan itu dan mendekati seorang pria tua dan kami pun mengobrol seru sekali dia bernama Hari. Setelah mengobrol saya kembali ternyata tak jauh dengan penginapan saya area tersebut bahkan saya tinggal jalan lurus dari penginapan untuk ke grandpalace ataupun sungai chao praya.

Anehnya kalo saya berada di kamar itu bawaanya sedih banget, saya tak kemana-mana lagi setelah mandi dan solat. Tidur sampai subuh dengan kesedihan dan kehampaan hati ini, sungguh memberatkan hati ini.

 

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s