Phuket Thailand pengganti Penang Malaysia

Ketika saya melawatkan satu tempat sesuai dengan internary yaitu Penang Malaysia, saya ingin menambahkan satu tempat yang cukup terkenal di selatan Thailand. Padahal saya tidak memasukan kota ini karena asumsi saya dan mendengar atau membaca informasi dari orang lain bahwa kota ini sangat terkenal hingga tidak begitu murah seperti kota-kota lainya di Thailand.

Entah mengapa saya jadi ingin menambhkan kota ini padahal saya tak ,mencari informasi kota ini hanya saja buku yang saya bawa sebagai panduan memberikan inforamasi yang lumayan lengkap, hingga saya memberanikan diri membeli tiket bus ke Phuket.

Bus yang membawa saya tidak terlalu bagus sangat standarlah bahkan tidak berAC, hanya ada kipas angin di tengah bus. Pemandangan sekitar yang seperti halnya di Negara Indonesia banyak hutan begitupun di sana, saya sampai ketakutan akan kebablasan lagi seperti ke Penang kemarin, mendekati keramaian dan saya menebak mungkin sebentar lagi akan tiba di Phuket town, saya gusar dan bertanya-tanya apakah saya telah sampai di sana.

Hingga pada sore hari saya tiba di terminal, dalam buku saya ada sebuah penginapan di dekat terminal tersebut, saya pun turun seperti yang lainya memeriksa barang bawaan saya dan saya berjalan seperti orang local, makanya tidak banyak orang yang menawari saya apapun hanya ketika saya melihat buku mereka mulai menawari saya, inilah kali pertama saya akan menginap jadi saya mulai kebingungan mencari penginapan tersebut nama penginapanya adalah lubsbuy guesthouse. Memang agak sedikit mahal bahkan 2x lipat dari harga guesthouse kebanyakan bagi kamar dormitory. Tapi karena sudah mulai larut malam saya segera check in setelah menemukanya, harga untuk sebuah kamar dorm adalah 300bath permalamnya, dan saya diminta membayar uang tambahan sebesar 200bath sebagai ——, saya tak membayarnya dan passport saya di tahan. Ternyata uang tersebut akan dikembalikan lagi kepada kita setelah checkout keesokan harinya atau sesuai dengan berapa hari anda menginap, saya tak membayarnya karena tak tahu hal ini, karena mahal sekali yang saya harus bayar 60rb untuk keamanan saja.

Saya melihat ada wanita berkerudung dan sepertinya dia adalah orang Indonesia tapi saya tak menanyainya, setelah mendapatkan kunci saya lalu menuju ke kamar, lantai paling atas dan sangat melelahkan sekali, saya masuk dan sudah ada satu orang di dalam ruangan itu, bertelanjang dada dan memaikan laptopnya, sepertinya dia sedang menonton video, saya mencoba menyapanya, dia berasal dari irlandia. Saya pun ijin untuk mandi inilah kali pertamanya bagi saya mandi dengan shower dan air hangat lagi, saya tak ingin sebentar saja merasakanya karena saya ingin mereleksasi tubuh saya ini, rasanya nyaman sekali meski pertama kali terasa sangat panas sekali namun semakin dirasakan semakin enak, saya juga tak mau rugi dengan apa yang telah saya bayar makanya saya akan memuaskan diri saya untuk menikmati jasa yang tersedia namun kebiasaan mandi saya yang tak pernah lama, aneh juga kalo saya berlama-lama, saya berganti pakaian dan menitipkan kamera saya yang sedang di charger.

Turun ke lantai dasar, ada ruang tempat kita bertemu atau common room, administration, minuman dan komputer, saya piker karena mahal harga ruanganya maka pasilitas komputer yang satu ini gratis, saya tak tahu makanya saya maen pake aja. Saya merasa tak bersalah dan nyelonong seenaknya saja, saya membuka akun facebook untuk mengabari teman atau membuat sedikit note perjalanan,  padahal lama sekali ya, sumpah saya tidak tahu kalo itu mesti bayar orang komputernya aja jelek ko bukan layar slim. Bayangin lebih dari 30 menit saya menggunakanya dan pergi gitu aja.

Saya kembali ke kamar dan saya berencana untuk bekeliaran di sore hari, saya mencuci baju dan celana dalam, kemudian saya jemur di balkon tepat di depan ruangan saya, gelap mulai menjamah bumi, saya pun duduk sebentar di balkon tersebut memang sudah tersedia tempat menjemur, mungkin itu difungsikan untuk menjemur handuk atau apalah, di bawah saya sudah ada penjual makanan kaki lima yang sepanjang malam terus menyebarkan aromanya. Agak bau daging yang tak pernah kuhirup dan belum bersahabat dengan perut dan takut itu haram jadi saya lebih baik mencari makanan sambil berjalan-jalan pada malam hari saja, saya berniat mencari kfc.

Kamera, tas selempangan, uang, dan catatan sudah siap, dengan menggunakan baju bromo kemudian saya pergi, saya tak mempunyai tujuan pasti hanya ingin mencari KFC saja. Saya masuk ke sebuah toko buku karena ramai oleh orang-orang, sepanjang jalan saya banyak melihat pelajar yang mengenakan baju seragam putih biru belum pada pulang kerumah padahal sudah larut malam sekali, saya melihat banyak buku yang sangat-sangat bagus sekali, kualitasnya bagus banget dan tampilan bukunya menarik tak heran memang harganya juga agak mahal tapi bagi saya itu memuaskan. Tak boleh mengambil poto di tempat itu saya pun mencuri-curi dengan menggunakan kamre hendphone karena bukunya pada bagus-bagus.

Keluar dari toko buku tersebut saya memutuskan untuk pulang saja, tapi saya melihat beberapa bule menujua old town, say abaca di plang pinggir jalan. Kemudian saya pun berjalananmenyusuri jalanan itu, saya tak tahu saya ada di mana namun saya menandai peta kemana saja saya telah melangkah dan mengingatnya karena saya tak mempunyai map kota phuket yang lengkap, di brosur yang tersebar pun jarang sekali ada map kota hanya peta pulau atau peta tempat wisata.

Saya berhenti saat menemukan penjual kelapa muda, saya membelinya dengan bermaksud mungkin kalau saya membeli sesuatu siapapun yang saya tanyai akan ramah menjawabnya, saya pun membeli kelapa tersebut karena cara penyajian mereka berbeda sekali, kelapa-kelapanya juga berukuran kecil. Tidak menggunakan gula dan es saya menghabiskanya hingga ked aging kelapanya yang lumayan mantap. Saya bertanya di mana saya akan menemukan KFC, penggabungan bahasa inggris dengan bahasa tubuh saya pergunakan agar mereka lebih paham. Rupanya jauh sekali untuk menuju kesana.

Saya berjalana sangat jauh sekali di sepanjang jalan yang tak begitu ramai, beberapa bar di buka dan banyak bule yang sedang berkumpul. saya bertekad harus menemukan KFC hingga saya dapat menemukanya setelah bertanya ke pada banyak orang, berada di keramayan dekat dengan pasar dan seperti mall, saya masuk ke dalam dan banyak sekali orang yang sedang membeli makanan saat itu, saya bingung mau makan apa, saya meminta nasi tapi tidak ada kemudian saya memilih kentang goreng, coke dan ayam tapi karena si kasir tidak begitu mengerti dia hanya memberi saya satu bungkus kentang goreng dan saya membayarnya, sinting mana mungkin saya hanya membeli kentang goreng emang saya ini kampungan banget apa, kasir tersebut seperti orang india, saya melihat ada pekerja menggunkan kerudung. Kemudian saya memesan ayam dan coke nya lalu saya bayar dan menunggu ayam yang belum matang, coke dalam gelas gede dan kentang goreng yang Cuma sedikit menemani saya dalam menunggu ayam, saya mengambil saus, garpu, dan pisau. Lama sekali saya menunggu ayam tersebut hingga saya bertanya lagi dan lagi. Kemudian ayam datang setelah saya hampir mengahabiskan kentang. Setelah makan saya kembali dengan kebingungan, menyusuri jalanan tadi dan bertanya di mana terminal bus Phuket. Saya pun sampai di penginapan dan beristirahatlah saya. Sepi sekali, membuat saya tertidur dengan pulas hingga tersadar ada orang masuk, rupanya bule itu baru pulang tengah malam bersama temanya, saya mendengar obrolan mereka sepertinya mereka baru saja bertemu dan seperti saling berpelukan, wahh saya tegang apakah mereka adalah ……..? lagian mereka pada telanjang dada ketika tidur dan saling menyapa apalagi ruangan gelap, tapi saya tak berniat untuk mengintip dan tidur karena memang temenya akan mandi jadi saya tidur hingga pagi.

Saya berniat akan menyewa sebuah motor untuk besok keliling phuket dan di guesthouse tersebut ada jasa penyewaan motor, harganya sama dengan harga tempat penyewaan lainya.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s