Chiang Khong

kota perbatasan di pinggiran sungai mekong ini mau tidak mau harus di singgahi, karena kota ini bersebrangan dengan kota huay xai laos di seberangnya. van yang mengantarkan kami berhenti di sebuah penginapan yang  sangat baik, beberapa teman satu van ada yang berhenti disini atau diantarkan langsung untuk selanjutnya menuju perbatasan.

saya tak menyangka ada tas pinggang saya yang tertinggal hingga pada akhirnya orang yang berjaga di pos se4belum perbatasan mengurusi keperluan kami selanjutnya dalam paket tour memberi tahu saya di penginapan ini, rupanya dia masih berkerabat dengan yang punya pengianapan, saya sempat bingung awalnya karena barang yang mana yang ketinggalan tapi pria tersebut kekeh karena melihat ada foto saya di dalam ransel tersebut.

pria yang sedikit bisa berbahasa melayu karena sempat bekerja di malaysia dan akhirnya kembali ke tempat kelahiranya dan berjaga di perbatasan.

kami telah diberi kamar masing-masing saya yang sekamar dengan pault pria asal amerika yang tak hentinya minum bir, cukup rame kami bersama mengobrol pada sore hari, ada seorang anak laki-laki seumuranku yang juga lumayan bisa berbahasa inggrisnya dan sangat ramah kepada kami dan selalu mengajak ngobrol.

kemudian kami makan malam pada sore hari ada nasi goreng dan telor mata sapi, lumayan mengenyangkan, saya kemudian kembali ke kamar sebelum yang lainya. mandi dan mencuci pakaian dalam lalu melnajutkan internetan dengan wifi yang on terus sepanjang malam dan hari.

pada malam hari saya berniat untuk mencati cafe internet tapi saya hanya berkeliaran sepanjang jalan yang sepi banget tak seperti kota lain di thailand. meski ada pedagang yang berdagang, toko-toko yang masih ramai tak begitu menarik di kota ini.

ada banyak guesthouse yang tersedia disini dan harga pasti sama saja sih sekitar 150 bath atau lebih tergantung apa yang kita mau.

membeli tas dan makanan lalu saya kembali ke kamar dan internetan lagi, bercengkrama dengan teman dan tidur.

 

 

 

 

 

 

 

seperti guest house yang satu ini namnya mantab sekali. saya kembali ke kamar dan tidur.

keesokan harinya kami mandi dan sarapan pagi ya agak kaku saya diantara para bule jangan-jangan saya kamseupay dan norak aduh takut banget tapi tak apalah, kami dijemput oleh pria yang menemukan tas pinggang saya waktu kemarin, dan pada malam hari pun saya sempat mengobrol denganya. kami di atur untuk keperbatasan dan saatnya meninggalkan thailand melalui chiang khong.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s