talk to my self

ya ALLAh yang memberiku kehidupan ini, maafkan saya yang menyepelekan waktu dan mengabaikanya. saat ini saya sedang khawatir pada kehidupan yang saya jalani ini, memang penuh dengan anugrah dan rizkiMU tapi saya tidak berbohong kalo saya belum bisa memanfaatkan dengan baik semua itu.

saya tak perlu seperti teman-teman saya di kampung yang pergi bekerja ke kota untuk melanjutkan hidup. saya bisa makan kenyang, tidur pulas, pendidikan yang baik, kehidupan yang menyenangkan dan lainya. beberapa hal membuat saya merasa ini sangat memuaskan namun saya tidak seperti yang lain, saya memiliki pemikiran lain karena keluarga tak boleh membiarkan saya bermanja atau berleha-leha. kehidupan kami pun biasa saja saya bahkan tak membuat rumah bagus atau hidup dalam linkungan yang keamananya bagus. kami masih hidup traditional dengan selalu bekerja di setiap harinya.

ketika saya kuliah saya mengabaikan pelajaran dan tak begitu peduli dengan semuanya kecuali apabila ujian hampir dekat ketakutan nilai jelek. saya belum terarah mau seperti apa saya kedepanya, bapa sering berkata saya itu seperti tak punya tujuan. padahal sya sedang belajar untuk mengarahkan minat saya. saya membiarkan diri saya untuk berkecimpung di rumah dengan membantu kalian, tapi tak banyak kadang saya ogah-ogahan atau menghindari pekerjaan itu.

saya merasa sedih belum bisa memberikan apapun kepada orang tua, saya mendapatkan segalanya dari mereka meski mereka kadang galak tapi mereka memberikan semua kebutuhan saya, pada dasarnya seperti itu orang tua.

saya juga belum bisa mengahasilkan uang sendiri hanya bisa membantu kalian di usaha yang kalian jalani, saya ketakutan kalo bagaimana nanti dengan masa depan saya.

terkadang saya berbicara kepada orang lain seolah saya telah ini, telah itu padahal saya sendiri belum tentu jadi pemenang dalam kehidupan ini, mungkin saya harus memperbaiki beberapa sifat saya yang terlalu dominan buruk atau over.

bila mereka pergi bagaimana dengan saya ya ALLAh, siapa yang menjadi pegangan saya, tempat saya terpaku dan meminta materi. padahal saya telah besar harusnya saya optimis dengan kehidupan ini. memang kemandirian dan keuletan yang mereka ajarkan memeberikan pengaruh bagi diri saya namun saya belum banyak belajar dari mereka lagi.

saya harap ibu dan bapa mengerti dengan kebelum cukupan saya menunjukan kompetensi saya yang menjadi keunggulan saya. jujur saya sangat mencintai kalian dari apapun sifat kalian, marah kalian, kebaikan kalian, sentakan kalian, ajaran keras kalian dan semuanya.

saatnya saya sekarang memikirkan segalanya dengan serius, meski begitu ini hanya jadi sekedar kata biasa yang esok hilang karena kemalasan yang seering mengubah-ubah mood saya. ditambah saya belum memanfaatkan apa yang mereka berikan haruskah saya seperti ini terus.

di mata orang lain saya terlihat baik dan easy going tapi kerapuhan hati saya, tuntutan saya yang terlalu tinggi dan keletihan hati saya yang membuat saya kesepian tersudut di sebuah ruangan seorang diri. memikirkan betapa rasa syukur Tuhan yang begitu hebat menghantarkan saya menjadi seperti ini. memberi ruang baru untuk hal yang demikin lebih luas.

mungkin jika tidak ada mereka saya tidak akan seperti ini sekarang, merasakan semuanya. saya terlalu bergembira hingga saya ingin menunjukan pada orang lain saya mempuanyai ini, merasakan ini, mengalami ini. tapi saya kemudian berbicara padaNYA saya belum apa-apa.

untungnya saya dilahirakan dan dibesarkan di keadaan lingkungan yang traditional, ibu memebasarkan saya pada keterbatasan financial sehingga saya banyak mengalami pelajarn dasar untuk tetap rendah diri dan melihat orang lain yang terkadang saking sensitifnya saya mudah terenyuh dengan hal yang bersifat kasihan. dari kecil diajarkan ilmu agama meski sekarng banyak yang lupa, perpindahan tempat tinggal untuk memulai usaha saat menginjak young teenager membuat saya tak banyak bergaul dengan dunia luar dan itu sangat baik untuk saya setidaknya menghindari pengaruh yang banyak anak lain lakukan.

ada hal yang ALLAH bentuk dengan segala problematikanya dan itu saya berterima kasih untuk itu meski banyak yang harus hilang dalam hidupku. entah apa yang saya lakuakan sekarng juga akan baik untuk membentuk saya di masa depan, ada banyak hal yang saya tak bisa mengungkapkanya dan itu buruk sekali untuk saya ini.

saya mendapat informasi secara cepat, ingin mengtahui banyak hal dan tak habisnya bagi saya untuk memimpikan semua hal, beruntung sekarng banyak hal yang mulai membedakan pikiranku selama ini, mengajarkan kehidupan yang lebih sederhana lagi dan ingin mewujudkan aksi sumbangsih diri sendiri.

semoga kuliah saya baik dan lancar, selalu semangat untuk belajar dan tidak menyepelekan waktu lagi (susah).

terima kasih Bapa dan Ibu..

terima kasih ya ALLAH

sometime you will see that I can walk with my way!!!! I wanna like you Dad.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s