indahnya kebersamaan

sebelum melanjutakan pencarian penginapan, kami pergi sarapan terlebih dahulu.
saya terus bilang saya tidak memakan pork, kenapa saya memilih ham lagi pagi itu. tapi maria menghentikanku dan dia memilihkan porsi berisi telur untuku.
dia beratanya mengenai muslim karena di negaraku banyak. saya hanya mejelaskan kami mesti beribadah 5 x dalam sehari, tidak boleh memakan A dan B, minum-minum, bersentuhan kulit dengan lawan jenis dan lain-lain.
saat kami berpisah dia bilang kepada mama Khe bahwa saya tidak boleh bersentuhan kulit, dia memeluku sebagai tanda perpisahan, aku gugup dan canggung harus seperti apa menerima pelukanya. yang kulakukan hanya diam kemudian satu teman lagi gabung dan kami berpelukan (pria). dia meledeku tak apa-apa aku bersentuhan denganya.
saya belum terbisa dengan pertukaran budaya seperti itu, tapi saya menyukainya karena saya pun tidak begitu panatik terhadap agama, hanya dijadikan batasan saja.
saya masih mengingatnya ketika di night bazar dia mau mengantarku membeli camilan yang dijual umat muslim di chiang mai ini. dia tergiur karena memang terlihat sangat menarik dan bersih. kami membeli makanan dan berpisah. dia mengerti maksudku mencari masjid yang mungkin saja aku menemukan makanan halal. dia melanjutkan menonton pertunjukan thai boxing. saya tak punya uang untuk itu.
saya dibolehkan solat di penginapan dan dia sangat menghormatiku dan juga sangat easy going. she told me about India, so make me interst.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s