today is bad day

sudah jenuh saya ketika terjadi terus seperti ini, kesel dan bikin jangar. sepertinya manajemen sumber daya manusianya kurang bagus, ya mau gimana lagi mending ngurus beberk ratusan dari pada ngurus manusia.

ternyata menjadi wirausaha itu sulit sekali padahal saya hanya melihat usaha orang tua saja, apalagi nanti ketika saya harus melanjutkan usahanya apakah saya akan menangis dan menyerah. seperti seorang putra mahkota yang masa depanya harus jadi raja. bingung gak sih?

biasanya pagi hari saya suka tersadar ketika terngiang suara azan dan langsung ke masjid. sudah beberapa hari bahkan bulan terakhir ini kebiasaan saya mulai berubah. agak males untuk meninggalkan tempat tidur padahal orang tua bakal marah kalo kerjaan saya cuma molor doang. enak kali ya jadi anak orang lain tidur ampe siang pun tak ada yang melarang.

ada pekerja yang tak bekerja hari ini, padahal kami harus banyak memproduksi, memang pekerjaan mereka kurang maksimal dan menjengkelkan, pusing lah dengan semua ini. dan meski bekerja pun mereka kerja sambil terkantuk-kantuk, gimana bagus hasil produksinya.

kami menyuruhnya pulang, ayah saya juga sedang ada di kampung halaman untuk melihat pekerjaan pembuatan kolam ikan. gajinya telah habis untuk hal yang tak penting kami tak memberikan uang tapi saya tak setega itu, ibuku menegurnya dan menyuruhnya pulang karena kebetulan ayahnya pun sakit di kampung yang sama seperti ayahku saat ini disana.

saya coba membantu pagi itu dan males untuk kuliah lah. tiba-tiba hape pekerja yang paling kecil hilang di dalam tas yang ditinggal di kamar, saya gusar dan emosi saya pecah semuanya kena semprot dan banyak yang saya katakan dengan keras kepada mereka. saya pukul pintu saya rusak lemari dan marah-marah pokonya mah, untung gak ngacak-ngacak jamban.

saya tak tau seperti apa dan kenapa itu henpon bisa ilang, kesel banget pagi itu. orang itu pun berpamitan saya segera mengambil uang saya untuk diberikan kepadanya setidaknya bisa membeli tiket bus balik, karena uang gaji dia sudah habis bahkan masih punya tunggakan. saya tak bicara kepada ibu saya, di jalan saya mencegat dia dan mendatanginya, muka saya yang marah mungkin ia kira saya akan menampolnya saat menuju dia. saya memberikan uang tersebut dan berbicara “ini untuk ongkos, jangan kemana-mana, langsung pulang!”.

sepanjang hari itu kesel terus bawaanya saya hampir menyerah dengan semua ini, besok tidak ada barang sama sekali, entah akan seperti apa. saya bingung? ayah besok juga akan kembali tapi apa pekerja sangat sulit saat ini dan ayah terus kekeh dengan sistem lama yang diadaptasi pada konsep-konsep bos terdahulu dia. aneh padahal usaha ia sendiri kenapa masih berkaca pada konsep orang lain yang tak begitu bagus menurut saya. dan saya tak bisa berkutik karena sulit berkomunikasi dengan ayah./

ya ALLAH tolong!

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s