Pelancong ON budget

nah ini pengeluarnaku selama backpacking kemarin,memang agak sedikit mahal dan kalo kalian mau lebih menakn lagi, bisa banget, cuma gambarannya seperti ini ya!

dan sebelum kita melangkah mari kita sepakati rate excahnge untuk uang yang saya gunakan dalam persatuan mata uang

  •  1 $ singapore = Rp. 7.200
  •  1 MYR/Ringgit malaysia = Rp. 2.900
  •  1 THB/Bath = Rp. 303
  •  1 $ = 7.500 kips = Rp. 9.200 = 20.000 VND/Dong

yuk kita jadi acounting dan manajer dadakan.

berikut adalah pengeluarna saya selama beberapa hari saja:

30 january 2012

Karawang – Jakarta

saya akan terbang untuk pertama kalinya di jam 4 sore, agak gugup dan takut/khawatir, tapi mau gimana lag tiket sudah ditangan jadi saya tekadkan untuk melakukan perjalanan ini dan sendirian pula.

berikut adalah pengeluaran saya di hari pertama:

  1. ngebensinin motor temen  Rp. 10.000
  2. 2 sachet citra handbody  Rp. 2.000
  3. Angkot ke badami Rp. 2.500
  4. Bus karawang – Kp. Rambutan Rp. 9.500
  5. Busway ke kalideres Rp. 3.500
  6. Taxi ke bandara Rp. 85.000
  7. Pajak Airport Rp. 150.000

total Rp. 262.500

untuk menghemat uang ke Bandara Soekarno hatta, ada bus Damri yang mangkal di beberapa titik, akan langsung mengantarkan kita ke beberapa terminal di airport dan sangat murah dari pada taxi.

paajak airport harus dibayar karena terpisah dari harga tiket pesawat, itu sudah peraturan negara kiti kali ya. meski tiket murah tetep aja ada yang mesti dibayar lagi. hiks-hiks-hiks.

saat kedatangan malam hari di singapore atau bandara lain bisa menginap untuk menghemat uang di hari pertama, karena meski nyari penginapan di malam hari pun rasanya sulit dan belum begitu tahu wilayah tersebut dan resikonya tinggi, apalagi di beberapa negara yang memang buruk nilainya. menginap di Aiport juga tergantung seberapa besar airport tersebut. apabila besar kemungkinan menginap akan nyaman, kalau kecil ya kadang tak diperbolehkan dan menginap di luar gedung.

31 January 2012

Singapore, Malaysia

ternyata biaya di singpore mahal juga ya, saya tidak menginap semalam pun di negara ini, tapi apabila ingin menjelajahi negara ini mungkin akan sedikit irit dan tidak banyak pengeluaran, hanya untuk menginap saja yang mungkin harus dikeluarkan kecuali mencari host di Couchsurfing. berikut gambaran beberapa hal yang saya gunakan dan lalui ketika perjalanan di singapore, belum semua yang saya kunjungi karena hanya setengah hari saya disini. hihihihihi dan di hari kedua ini saya sudah sampai ke malaka malaysia.

  1. MRT changi ke bugis s$ 1.77 = Rp. 12.774
  2. MRT Bugis ke Sentosa S$1.77 =Rp. 12.774
  3. MRT ke Sentosa Island S$3.00 = Rp. 21.600
  4. MRT ke Little India S$1.70 = Rp. 12.240
  5. MRT ke Bugis S$1.70 = Rp. 12.240
  6. BUS caouseway link ke johor bahru S$2.40 = Rp. 17.280
  7. Bus Johor Bahru ke Larkin terminal (Gratis)
  8. tiket bus ke Melaka 19.00RM = Rp. 55.100
  9. wc 2 sen = Rp. 580
  10. makan siang dengan ayam 5RM = 14.500
  11. air minum botol 1.5RM = Rp. 4.350
  12. Bus panorama ke Melaka 1RM = Rp. 2.900
  13. bus balik dari melaka ke terminal 1RM = Rp. 2.900
  14. Bus ke butterworth 45RM = Rp. 130.500

tiket MRT satu kali jalan hargnya segitu, tergantung jarak tempuhnya. setelah sampai tujuan masuka kembali card MRTnya ke mesin tempat membeli tiket semula dan anda akan mendapatkan uang kemabli sebesar 1SGD.

Bus ke perbatasan Singapore dan malaysia selalu ada sepanjang hari 24jam, ada banyak bus yang mengantarkan ke perbatasan jadi jangan bingung, paliang terkenal di jalan lavender bugis area, jadi bugis jadikan destinasi terkahir kalao berkunjung sebelum pergi ke malaysia.

bus dari johor ke larkin bentuknya seperti bus yang mengantrakn ke perbatasan, membayr 2 ringgit.

bus ke melaka adalah bus 3rd class tapi sangat bagus sekali. mantep dehk, gak tau juga sih 3rd class atau 1st class. yang jelas busnya mantep banget.

bus panorama adalah bus baru kali ya, karena busnya masih bening, berwarna merah menyala berukuran sedang 3/4 mungkin.

Total Rp. 299.738

1 february 2012

saya berniat ke Penang Malaysia tetepi karena ketiduran di bus saat menuju buterworth penang, akhirnya saya lanjutkan ke hadyai, bus berhenti di terminal yang jauh ke perbatasan dan hadyai dan saya mesti menggunakan taksi, beruntung ada seorang yang tujuan sama dan akhirnya kami patungan untuk ke perbatasan malaysia.

Hadyai Phuket (Thailand)

  1. patungan taxi ke perbatasan 10RM = Rp. 29.000
  2. form imigrasi diisiin dan mesti bayar 2RM = Rp. 4.800
  3. check in masuk thailand 8RM = Rp. 23.200
  4. van border ke Hadyai 50B = Rp. 15.150
  5. Bus air condition ke Phuket 267B = Rp. 80.901
  6. tel0r puyuh 2 bungkus 20B = Rp. 6.060
  7. bubur dan Lays 37B = Rp. 11.211
  8. guesthouse 300B = Rp. 90.900 (karena saya datang malam jadi pilih yang ini)
  9. coconut 15B = Rp. 4.545
  10. makan di kfc 87B = Rp. 26.361 (karena saya tak tau makanan yang halal dimana)

total Rp. 292.128

form imigrasi adalah kartu data yang biasa kita dapatkan ketika mau masuk ke negara orang, di bandara soekarno hatta juga mengisi form, seperti itu namun diperbatasan ini ada seorang wanita di meja berkerudung dan mengisikan form tersebut tanpa bicara sedikitpun kecuali saat minta paspor, kesel dan enek cuma ngisi gitu doang bayar 6 ribu perak. kalo gak terburu-buru sebaiknya amati dulu keadaan sekitar, mungkin saja terdapat form-form di suatu tempat resmi. tapi emang dasar petugasnya juga minta bayaran ternyata.

yang nambah kesel adalah petugas imigrasi pun meminta bayaran sekitar 10 Ringgit, sinting banget kan? kalao 10 Bath sih saya ikhlas seikhlas-iklasnya ini sih sama aja nguras saya. tapi memang di imigrasi ini ada jalur kemudahan dengan membayar 10RM. saya kebingungan karena tempat ini seperti terminal dan banyak sekali yang kesini saat itu, seperti turis china atau korea. haduh ampun dahk.

bus dari hadyai ke phuker biasa saja, menggunakan bus kelas ekonomi dengan kipas angin di tengah kursinya, nyaman dan tak berdesakan. aman banget karena sepanjang jalan nyaman, bagus sekali jalanan juga seperti jalan tol saja.

makan di phuket sore hari membuat saya bingung mencari makanan halal, saya mencoba mencari KFC, mahal juga ternyata. nyesel dahk saya sudah membelinya, phuket town agak sepi di malam hari jadi tidak begitu banyak penjual makanan lokal halal, ada supermarket seven eleven yang terus-menerus benderang.

gueshousenya dekat dengan terminal, namanya lubsbuy gueshouse, namun menyebalkan harganya, 90ribu buat tidur doang dan itu di kamar dorm lagi. ini kali pertama saya mengenal dormitory, satu ruangan terdapat 2 ranjang di tempat itu, bisa juga lebih dan lemari besar dengan masing-masing kunci yang telah diberikan. tidak cukup puas karena harganya, dan komputer yang mesti berbayar tapi ada wifi yang gratis  sepanjang hari.

2 february 2012

Phuket (thailand)

  1. nyewa motor Guesthouse 200B = Rp. 60.600
  2. air minum 10B = Rp. 3.030
  3. makan nasgor seafood di patong 143B = Rp. 43.329 karena yang jualan pake baju muslim,
  4. Bus ke Bangkok 2nd class 463B = Rp. 140.289
  5. Air 14B = Rp. 4.242
  6. bensin 100B = Rp. 30.300
  7. Toilet 3B = Rp. 909

sewa motor bisa didapat di penginapan atau di sekitar yang menyewakan motornya, sama aja tarifnya seperti di jogja 60 ribu, namun mesti ngisi bensin lagi setelah digunakan. hoeks-hoeks tapi puas lah bisa menempuh berbagai lokasi dalam waktu singkat, kalo pergi berdua mungkin bisa patungan kali ya. sebelum dan sesudah menyewa kendaraan di cek apalagi bensinya, sinting mana mau tuh bensin dalam keadaan low beat!

makan nasgor yang mahal hanya karena si ibunya pake kerudung, karena saya lapar juga. huh phuket bikin bengkak dan duit bath saya. penjual makanan ini berada di pinggir jalan sebelah kiri dari pantai patong yang ramai itu.

bus ke bangkok ada banyak, saya memilih bus 2nd class untuk menghemat, ada beberapa tipe yang sering digunakan oleh bule atau orang yang menginginkan kenyamanan memilih 1st class, meski itu bus kelas dua tetapi busnya nyaman sekai, kami diberi selimut dan setelah bus penuh maka bus akan berangkat sesuai jadwalnya dan menurut saya itu on time banget, tidak pernah berhenti disembarang jalan lagi.

total Rp. 282.699

3 February 2012

datang di teminal di Bangkok, pagi hari meski keberangkatn bus kelas dua dengan bus kelas satu tetap saja ketibaan berbarengan malah lebih duluan mobil yang saya tumpangin, busnya juga lantai dua loh, selama perjalanan saya menumpang bus bagus terus dan tingkat dua, setelah sampai di terminal selimut diminta kembali langsung oleh kenek petugasnya. jadi tak ada tuh yang mencuri atau menghilangkan selimutnya. saya pikir itu gratis tapi dipinta juga, aduhhh

  1. Bus 511 Ke khaosan road 15B =Rp. 4.545
  2. Double Room  karena peak season dan hampir semua full 300B = Rp. 90.900
  3. Buah potong segar 20B = Rp. 6.060
  4. makan pagi bihun goreng 30B = Rp. 9.090
  5. Air minum 14B = Rp. 4.242
  6. Internet 20B = Rp. 6.060

bus dari terminal ke khaosan road tidak begitu jelek, tidak juga begitu bagus, busnya seperti busway bercat kuning tua kusam, pagi hari menggunakan bus ini akan kosong ketika di terminal dan sepanjang jalan akan metet dengan penumpang lokal, wuih tapi murah lah. bus No. 511 ini yang langsung mengatarkan ke khaosan road, ada juga taxi atau minivan.

penginapan di khaosan lebih murah ketimbang penginapan di phuket yang saya inapi, tapi di waktu-waktu tertentu akan sangat sulit mencari penginapan, tapi tak usah khawatir, datang pagi hari jangan gampang nyerah dong, biasanya orang yang menginap akan chek-out jam 12 siang. saya menginap di soi rambutri road, agak tenang dari khaosan namun tetap dekat kemanapun. saya tak mendapatkan single room kali ini, akhirnya dengan harga sama dengan dorm yang diphuket saya mendapatkan double room yang lumayan lega buat sendiri.

buah potong segar banyak dijual di beberapa tempat sepanjang jalan, apalagi di tempat yang banyak dikunjungi, ada Buah Mangga, nanas, semangka, jambu air, strawberry dan lainya, saya mencicipi mangga dan itu nikmat banget, kriuk-kriuk sekali mangganya. sajian yang menarik bersih dan simple. makanya banyak sekali yang membeli. bisa juga sih dibikin usaha dari pada menjual buah mangga biasa yang satu kilonya berisi dua buah dengan harga yang lumayan mahal, mangga ini masih setengah mateng dan ukurnya kecil dengan dikemas seperti itu nilainya semakin tinggi dan tentu saja mangga satu kilo bisa banyak keuntunganya.

untuk sarapan pagi saya menemukan ini langsung, saya pembeli pertama karena pedagangnya mempersiapkan segalanya dekat dengan penginapan saya, dan lumayan mengenyangkan perut, dan selama di Bangkok inilah makanan utama saya, Padthai

internet di penginapan saya harganya segitu, mungkin kalo menemukan warung internet harganya jauh lebih murah. saya banyak menghabiskan waktu untuk internet, tak bisa lepas, saya mulai sedih sekali dan kangen rumah sekali. aduh rasanya pengen balik saat itu.

air minum saya beli di seven eleven, ukuranya yang gede untuk menghemat biaya minum dan bisa untuk seharian, saya membawa wadah air untk dibawa kemana-mana.

Total Rp. 120.897

4 February 2012

Bangkok (thailand)

hari ke dua di thailand, saya tidak ada niatan untuk mengunjungi grand palace karena uang tinggal sedikit, padahal tidak sah rasanya ke Bangkok tanpa mengunjungi tempat ini, itu karena uang saya tinggal sedikit lagi dan juga ogah lah mahal-mahal ke tempat itu, akhirnya saya hanya menikmati beberapa wilayah dan spot gratis. itung-itung ngabisin waktu yang membuat jenuh dan sedih.

sebenarnya saya terlalu berlebihan pada saat itu, ini belum terbiasa bagi saya jauh dari orang tua, dan karena saya sendirian membuat saya kesepian, dan saya berfikir untuk mencari teman ngbrol.

  1. Air minum 14B = Rp. 4.242
  2. makan siang Bihun goreng 30B =  Rp. 9.090
  3. Internet 2-3 jam 60B = Rp. 18.180
  4. Single room di tempat yang sama 150B = Rp. 45.450
  5. Makan malam Mie 14B = Rp. 4.242
  6. Buku Lonely planet the greatest Mekong 450B = Rp. 136.350

Total Rp. 217.554

makan siang seperti biasa, bihun goreng lagi. ada beberapa jenis mie salah satunya adalah bihun, saya suka bihun ketimbang kwetiau tapi banyak banget porsinya membuat saya kekenyangan.

pagi hari saya telah booking untuk single room, kebetulan ada saya membayar setengahnya dari harga Double room, ruanganya kecil banget. kamar mandi di penginapan ini ada diluar ruangan, cuman tak begitu bagus.

saya membeli buku panduan lonelyplanet, seperti secondhand, bajakan, KW1, Kw 2 dan sebagainya, kebetulan malam minggu saya lama mengobrol dengan yang punya toko, padahal dari pada beli buku bisa buat masuk ke grandpalace. entahlah saya tak nafsu untuk kesana neski rekomendasi banget.saya mendapatkan buku secondhand yang agak kumel tapi tak apalah dari pada yang photocopi-an.

mie di seven eleven banyak sekali, ada juga air panas untuk memasak mie tersebut atau kopi dan sejenisnya. saya menambahkan dua bungkus mie gelas ketika menyeduh mie yang saya beli, jadi agak kenyang dan nikmat rasanya.

5 february 2012

saatnya meninggalkan Bangkok, pagi hari saya berniat untuk ke hua lampong statsiun dengan berjalan kaki, mau ke cathucak market juga. cukup jauh memang tapi tak apalah, karena saya suka dengan rute yang panjang untuk menghabiskan waktu tersebut, lagian pula bagian selatan dari khaosan road samai chao praya river belum terjajah. dari monumen demokrasi kemarin saya mulai mencari dimana satsiun.

tentu saja melewati china town dan pagi itu hingga siang mungkin sore benar-bener rame sekali. saya memutuskan untuk tidak ke cathucak market karena mahal sekali ongkosnya. memang mudah menggunakan kereta bawah tanah yang menghubngkan chatucak di utara dan MBK di timur. dua tempat ini juga banyak sekali yang mengunjunginya. lagi-lagi duit. hmmmmmm

  1. tiket kereta dari Hua lampong stat ke Chiang mai 2nd Class 391B = Rp. 118.473
  2. Subway sekali jalan 40B = Rp. 12.120
  3. Makan siang Bihun Goreng 30B = Rp. 9.090
  4. Air minum 14 B = Rp. 4.242

Total Rp.  143.925

saya tak mendapatkan tiket 3rd class untuk keretanya, ada sih hanya saja harus malam hari banget. saya tak mau akhirnya saya membeli tiket yang 2nd class, banyak bule juga naik di 2nd class, bahkan teman dari spanyol yang saya temui naik yang 3rd class. tapi belum tentu bisa duduk dengan para bule karena saya pun begitu duduk dengan warga chiang mai yang aduh membetekan sekali. drunker!!

subway sistemnya koin, kita membeli koin tersebut dan masuk dengan menggesekan koinya, lalu ketika akan keluar koin itu dimasukan ke dalam kotak disamping pintu otomatis seperti memasukan koin ke celengang, ya sudah karena ini digunakan untuk sekali pakai saya pun mengurungkan niat ke chatucak, saya balik lagi setelah sampai diutara dengan subway yang sama. saya terus termenung selama di dalam sana.

asyik besok Chiang mai. kota yang GUE IDAMKAN

6 february 2012

Chiang mai (Thailand)

entah mengapa saya ingin sekali ke kota ini, saya bahkan membulak-balikan internari saya ampe bulak-balik tujuan saya demi kota ini, setelah semalam suntuk berada di kereta yang super duper minta ampun, saya dipertemukan dengan pria dari spanyol dan wanita dari irlandia yang itu membuat perjalanan saya semakin berwarna dan tentu saja tidak menyesal sekali berkunjung ke kota ini, walaupaun tidak ada spot rekomendasi yang saya kunjungi.

chiang mai kota tenang, sampai tanggal 14 februari akan ada festival bunga, kebetulan bin kebeneran sekali. akhirny karena pas dengan tanggal perjalanan saya makanya saya memasukan ke dalam aktivitas perjalanan.

  1. breakfast bareng 2 temen baru 80B = Rp. 24. 240
  2. Dormitory N house 150 B = 45.450
  3. deposit 200B, tapi di balikin lagi Rp. 0
  4. Packacge Luang prabang 3D/2N 1.750 B = Rp. 530.250
  5. sosis dan camilan 25 B = Rp. 7.575
  6. makan malam, kari ayam dan nasi deket masjid night bazar 30B = Rp. 9.090

Total Rp. 616.605

breakfast banyak dijual di beberapa resto, agak mahal memang tapi sesuai dengan apa yang didapat.

beruntung saya mendapatkan dormitory di dalam Chiang mai center. dan murah banget, meski ini dorm dengan kamar yang luas ini bukan kasur bertingkat seperti kebanyak kamar tipe dorm, ada empat kasur tidur tapi si mama tidak membuka jasa lagi dan mengkhususkan ruangan itu hanya untuk kami bertiga. ada televisi di masing-masing ruangan dan itu nyaman banget.

uang deposit akan dikembalikan kembali, itu hanya sebagai jaminan dan kunci untuk kita bisa keluar masuk, malam hari penginapan ditutup hanya ada pintu seperti pagar besi yang bisa kita buka dengan kunci yang telah diberikan, jadi jangan khawatir jika menginap di N house chiangmai kalian masih bisa keluar malam ampe larut kok. dan jangan sampai tak bisa membuka pintunya seperti saya ya. yang menunggu orang pulang untuk membukakan, haduh untuk didepan ada kursi dan sedikit taman.

ada beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi di kota ini dan rekomended banget. coba cek di turism thailanda, wikitravel, travelfish atau informasi lainya.

di night bazar banyak sekali makanan halah, itu dibuktikan dengan penjualnya yang memakai kerudung, ada juga yang memang mencantumkan logo halalnya, jadi tak usah khawatir lah. bahkan saya mulai bisa beradaptasi dengan kebudayaan thailand  setelah makan, makanan thailand itu sendiri, ya memang saya makan padthai juga khas thailand banget, namun untuk makanan lain aroma dan komposisi rasanya agak kuat, dengan makan makanan halal dan makanan yang diolah seperti makanan dirumah, membuat perasaan agak baikan lah dan mulai comport.

dari mulai sosis, camilan, jagung bakar, pancake, hingga makanan lengkap ada di sini, ada resto halal, ada juga makanan pinggir jalan yang terjamin sama kualitasnya, bahkan jauh lebih bagus dari pada tukang pecel lele. ada masjid juga di night bazar area. beruntung saya mengunjungi tempat ini di malam pertama saya kesana, dan setiap malam akan ramaia seperti ini. tempatnya mungkin seperti pameran atau alun-alun dengan banyaknya penjual.

ada banyak paket tour yang bisa kita ambil, selain mengakomodasi semua perjalanan tour kita, dan beberapa manfaat lainya, tentunaya perjalanan kita semakin terarah, saya ditanya akan kemana perjalanan saya selanjutnya, saya menjelaskan bahwa tujuan saya ke laos, dengan semangat dan senyuman mama KHE saya ditawari paket tour, saya tak ambil pusing lagi dengan memabya ribuan bath untuk paket tersebut saya lega banget uang bath saya hampir habis. dan mungkin dengan paket tour akan murah atau akan murah beberapa bath saja.

menurut saya dengan adanya paket tour seperti ini, mempermudah rencana dan minat kita, ada banyak jenis yang ditawarkan tergantung kepada jenis turism yang tersedia di daerah tersebut, tentu saja jika dilakukan mandiri akan sedikit kesulita, tapi jika diserahkan kepada agen travel perjalan kita akan lebih berwarna karena mengakomodir beberapa orang dan terencana oleh warga lokal.

7 February 2012

Chiang mai

sore kemarin ada orang indonesia yang datang, namanya fahmi dia pun menginapp di sini, meski double room dia tetep memakainya. dia bercerita perjalananya, beberapa tempat mesti di kunjungi jadi kami pada siang hari sampai malam tidak pernah ketemu, saya tak bisa join denganya, padahal saya ingin sekali tapi kembali lagi ke uang, wkwkwkwkwk rasanya malu ya ada traveler kaya saya ini.

saya sempat mengantarkan fahmi ke beberapa tempat, sepertinya dia niat banget karena kameranya pun bagus sekli. dia pekerja bank Swasta di jakarta.

  1. kopi pagi nemenin fahmi 20B = Rp. 6.060
  2. Makan siang Mie 13B = Rp. 3.939
  3. Dormitory 150B = Rp. 45.450
  4. Air Minum 5B = Rp. 1.515
  5. makan malam 1 30B = Rp. 9.090
  6. Makan malam 2 25B = Rp. 7.575 karena saya pengen makan nasi banyak, jadi beli 2 paket, yang 1 makan disana, yang 1 makan di room

total Rp. 73.629

ngopi pagi mahal juga ya, secangkir 6rb, padahal enakan kopi kapal api, disana kopinya asem banget tidak begitu nikmat.

karena dua malam saya berada di CM, saya membayar penginapan untuk kedua kalinya.

makan malam dengan kari ayam di dekat masjid di Night bazar, nikmat sekali, ini mungkin adalah makan malam terakhir disana sebelum meninggalkan CM ke Laos, makanya saya membeli makan dua porsi sekaligus, makan di tempat dan makan di penginapana, mama mengkhawatirkan saya karena tak melihat saya makan, tpai saya menjelaskan saya telah membli makanan dan cukup puas.

8 February 2012

Nong Khai (Thailand)

kota yang ramai dengan orang yang pulang pergi masuk negara ini membuat saya harus menginap semalam, karena baru esok pagi saya ke Luangprabang dengan menggunakan slow boat, bagus juga ternyata penginapan di sana dan murah-murah, kota ini berbatasan dengan Huay xai di Laos. tak banyak aktivitas menarik yang bisa diikuti dan sepi juga kalau malam hari.

  1. Beli snack buat di jalan 102B = Rp. 30.906
  2. breakfast nasi dan soup 45B = Rp. 13.635
  3. tas selempang 150B = RP. 45.450
  4. Beli Snack lagi di Nhongkai 105 B = Rp. 31.815

Total  Rp. 121.806

membeli snack, cookie dan camilan lain untuk perbekalan selama di boat mengbaiskan 30rb, cukup banyak juga ya ini masih saya beli di Chiang mai sebelum meninggalkan kota ini dan berpisah dengan bebrapa teman saya dan Mama yang hangat terhadap kami, saya jadi ingin berkunjung kembali kesana. saya juga membeli makanan untuk sarapan yang dibuatkan mama dan itu nikmat sekali.

selama di Nongkhai saya tak perlu membayar penginapan dan biaya lainya, semuanya telah dibayar untuk paket yang kemarin saya beli, hanya membeli tas selempang dan cemilan lainya untuk menambah perbakalan saya selama di atas perahu nanti.

9 february 2012

Pakbeng (Laos)

di kota kecil ini yang mirip perkampungan saya mesti menginap, dan datang sore hari kemudian esok hari perjalanan dilanjutkan menggunakan boat yang berbeda.

  1. room di pakbeng 75.000 kip = $10 = Rp. 92.000
  2. MAkan nasgor vegetable 15.000 kip = $2 = Rp. 18.400

ada banyak juga penginapan ditempat ini, tapi beberapa tempat agak buruk pasilitasnya, saya menginap di rumah penduduk yang dibawahnya adalh ruko dan diatasnya diubah menjadi pengianpan, di atas sekali dan air kecil sekali, tapi kamarnya besar dengan pinggiran kayu dan ada kelambunya pula, bagus deh tapi airnya ampun dahk.

makan nasgor, ya lembek tapi lumayan lah, itu juga karena ada wifinya.

Total Rp. 110.400

10 fberuary 2012

Pakbeng dan Luang Prabang (Laos)

pagi hari saya berjalan-jalan sekitar, seperti biasanya wanita laos yang sudah menikah menggunakan rok samping yang bagus. ada pasar traditional lembur sekali, saya akan pergi ke Luangprabng

  1. Breakfast mie 5.500 kip = Rp. 6.747
  2. Mie di Boat 10.000 kip = Rp. 12.267
  3. Room di Luang prabang 40.000 kip = Rp. 49.067
  4. Nasgor sistemnya parasamana ngeduk sendiri, tapi w minta si ibu yang kedukin, semau w 10.000 kips = Rp. 12.267
  5. Dompet 4.000 kips = Rp. 4.907

Total Rp. 85.255

pagi-pagi saya makan mie di tempat saya menginap, lumayanlah untuk mengganjal perut ini. semua snack dihabisin dan terus ngunyem ampe beli mie lagi di boat, gila ini nih yang bikin boros pengeluaran ampe tak tersisa makana yang dibeli di thailand.

saya mendapatkan penginapan bukan di pinggir mekong river, saya sampai menyerah karena bertanya kesana-kemari naudzubilah mahal banget, bisa buat ngetrip beberapa hari tuh. lalu saya menyerah dan berniat ke terminal saja padahal hari menjelang sore, night market pun sudah akan dimulai saya malah memutuskan untuk meninggalkan Luang prabang yang sudah masuk ke dalam salah satu warisan dunia. nuker uang di beberapa pos money changer yaiyalah masa di toilet yang tersebar cukup banyak. ratenya saya pikir paling buruk karena di bebeberapa informasi nilai tukarnya jelek tapi justru ini yang paling bagus menurut saya. dan di sore hari yang sudah mulai gelap saya mendapatkan sebuah penginapan yang lumayan jauh dari pusat kota. ya menurut saya sih dekat-dekat aja cuman takut ketika melewati tempat yang serem-serem tau kan maksudnya?

malam harinya saya berkunjung ke night market, ramai banget dan panjang banget, banyak penjual sovenir di sini, ada juga resto, tukang buah, aneka makanan, pakaian, dan yang unik-unik lainya. yang paling unik adalah makan di sebuah gang yang ramai sekali dan murah-murah sekali. saya membeli makanan dan itu sistemnya kayak parasamanan, kita yang ngeduk sendiri dan banyak pilihan makanan pendampingnya. saya belum terbiasa dan agak canggung juga untuk ngambil, makanya nyuruh si tukang nasinya yang ngambilin nasi gorengnya, udah gitu mau dikasih sepiring metung eh saya malah nolak. kalo tau mie, oseng-oseng sayuran dan lainya bisa diambil dengan satu harga doang, saya akan milih semuanya emang dasar bukan rezeki kali ya!

saya hanya membeli dompet sederhana saja, memang semua indah dan unik, tapi?

11 February 2012

Luang Prabang (Laos)

sudah pagi juga ternyata, semalaman saya berpikir untuk pergi ke hanoi dan melewati vanvieng saja, saya ingin menghibur diri saya ke salah satu tempat yang sekarang sangat populer sekali, Halong Bay, bingung antara mau nginap lagi atau cabut, saya masih kesel karena bir si bule kemarin ketika di boat tumpah membasahi bagian yang menempel pada pundak.

tapi setelah pagi buta saya berkeliling kota ini akhirnya saya meninggalkan kota ini dan pergi ke terminal Luangprabang, ada dua terminal di kota ini. saya mengalami kejadian yang kurang baik. mungkin karena penumpang ke vientien sedikit dan sepertinya hanya saya seorang, akhiranya si supir meninggalkan. saya pun mengejarnya tapi bus terus berlalu hingga sapu tangan saya hilang karena lupa dan panik. “pantesan dia terus menawari bus kecil yang bisa mengantar ke ibukota, saya pikir mereka adalah calo/preman”.

beruntunglah dengan sedikit mengelu saya mendapatkan bus ke vanveing dengan menukarkan tiket dan masih mendapatkan uang kembali. tak begitu merugikan memang malah saya mendapatkan teman baru dari korea yang seumuran banget dengan saya.

  1. 6 goreng pisang dan ubi 6.000kips = Rp. 7360
  2. tiket bus ke vanvieng 105.000kips = Rp. 128.800
  3. Buah kaya lobi-lobi asem 5.000 kips = Rp. 6.133
  4. Tuk-tuk dari terminal ke central vanvieng 10.000kips = Rp. 12.267 jalan sekitar 3KM

Total Rp. 154.560

goreng pisang saya beli di LP, aduh ini goreng pisa atau rarauwan. gini banget menggorengnya gak kaya pisang goreng gak kaya bala-bala juga. ini mirip apa ya? ada pisang dan juga ubi semua digoreng menggunakan tepung, ubi dan pisanganya sedikit sekali, terigunya pun agak keras dan dicetak dengan semabaranga, gak indah sama sekali dan tak ada bentuknya. kriwel-kriwel gimana gitu dan sangat mahal.

tiket bus ke vanvieng sudah include makan 1 kali, tisu basah, dan air mineral.

saya melihat ada buah seperti anggur merah, makanyadibeli pas nyicipin sedikit setelah dapat makan pada sore hari idih rasanya menggelagar asem kecut banget. ya Ampun akhirnya saya kasih saja keorang lokal yang satu mobil bareng saya.

malam hari kami sampai di terminal, lumayan jauh katanya ke pusat kota, dan mana mungkin 2 temen korea saya mau jalan dan gelap lagi, ya ampun ini jalan butut banget, banyak guesthouse juga, sepanjang jalan saya berpikir mungkin menginap disini murah juga karena tak banyak yang menginap, kalau nanti disana tidak dapat pengiaanapan mungkin saya akan balik lagi. tapi kami lagi-lagi mendapatkan penginapan yang muantap buanget, udah gitu gue dapet temen orang korea, hahahaha korea saya ingin kesana.

jalan raya dari Luangprabang bagus buanget sampai ke vanvieng mulus sekali meski naik turun gunung.

12 February 2012

Vanvieng (Laos)

kota yang lumayan indah, kota ini nampaknya dikelilingi dengan bukit-bukit, tenang juga dan nyaman lah. apa karena saya dapat pengianpan yang muanteb saja dengan kamar baru dan wifi yang 24 jam kencengnya minta ampun. lupakan saja! “mana bisa dilupakan orang nikmat”

pagi hari saya telah mengelilingi kota ini, ya gitu-gitu aja sih y a mungkin karena saya tak mengikuti aktifitas seru yang bisa dilakukan disini. saat malam kemarin saya sampai dengan tuk-tuk di pusat kota widih rame banget, bule pada ngedrunk dan mencoret-coret badanya yang bertelanjang dada. widih dan saya baru tahu ternyata ini keseruan yang bisa didapat di vanvieng (salah satunya). lalu kalo saya bukan tukang minum dan party, eits masih banyak kok kegiatan seru seperti maen air disungai yang bersih dan jernih,

saya tak bermain bersama dengan orang korea tersebut, bahkan sampai saya check out untuk pergi mereka masih molor, sinting ya! berarti pertemuan kita cuma kemaren doang. hihihihihih sedih.

saya bergegas pergi ke terminal vanvieng, jalan kaki, inget loh jalan kaki.

tiba di ibu kota laos petang hari, saya bingung karena tak banyak informasi ada guesthouse atau penginapan lainya, kota itu begitu besar hingga saya memutuskan untuk pergi ke vietnam saja, dan dengan diantar oleh ojek ke terminal lain yang lebih besar dan terdapat banyak bus saya mendapatkan bus sleeper malam hari, saya takut akan ketinggalan. beruntung rupanya banyak bus untuk tujuan negara tersebut.gila itu ranjang di dalam bus rupanya, jadi kami duduk di tempat tidur yang cukup panjang lah.

badan penuh debu, belum mandi pula, makan juga belum, aduh boro-boro ke toilet buang air kecil aja belum. saya berniat akan makan ketikan di pemberhentian nanti, cuma cha-cha yang ada saat itu, saya pun membagikanya untuk dua teman korea saya lagi yang bertemu di dalam bus.

akhirnya bisa makan banyak cuma dengan sayur bayam dan telor doang, tempat makan yang cukup menyebalkan dengan komunikasinya yang gila susahnya, apalagi bule-bule yang bikin saya geram kalo lihat mereka, saya dilihat seperti orang yang mencurigakan bagi mereka, saya bareng dengan mereka dan kesel banget lah bule itu, bule yang gampang gerah. aneh deh! gak bisa apa menyamankan diri.

saya kekenyangan hingga tak meghabiskan seluruh makanan. saya kembali ke bus dan menuju ke perbatasan. bus sebenarnya telah sampai kami tetap tidur dan pagi hari baru check in imigrasi, buset dinginya gila ampe ngahod-hod. air toilet aja kaya es yang bener-bener dingin.

  1. Bungalo di vanvieng 40.000kips = Rp. 49.067 membayar penginapan yang kemarin
  2. Bus ke vientien 40.000 kips = Rp. 49.067
  3. Ojek ke shoutern bus terminal 25.000kips = Rp. 30.667
  4. Bus ke hanoy 220.000kip = Rp. 269.867
  5. Makan 40.000kip = Rp. 49.067
  6. 5buah jeruk 5000kip = Rp. 6.133

Total Rp. 453.868

membayar bungalo yang sudah diinapi malam tadi. aduh enak sekali saya sampai tak berani membombardir tuh tempat tidur dan seperti biasa saya selalu merapihkan apapun yang telah saya tinggali. aneh deh saya apa karena takut dipernjara di negara orang. hehehehe

bus ke vientien buset jelek banget dan kotor banget, ya ampun ini bus. kipas angin sepertinya penetralisir debu yang masuk tak karuan belum lagi sepanjang jalan yang lumayan menguras batin seperti naik roler koster kali, tapi saya enjoy aja dan ikhlas. tapi seperti tukang batu bara muka saya ampe banyak debu dan kotor.

13 February 2012

Menuju Vietnam

siang hari saat berhenti di sebuah tempat makan di vietnam saya tidak makan, rame sekali dengan orang yang membeli makanan, saya ampe ditarik-tarik oleh teman korea saya, tapi saya tidak ingin. betapa terlihat miskin sekali saya saat itu saya menyuruhnya kembali. dia bilang “kamu itu lapar sejak semalam” mereka akan mebelikan/mentraktir. tapi saya malu dan tak mau saya menghindari mereka ampe dikejar saya. saya kemabli ke bus dan bus jalan saya tidur sepanjang jalan, meski teman saya membelikan makanan untuk saya tapi saya menolaknya. mereka baik sekali.

malam hari sampai di hanoi old city, beruntung ada jasa minvan yang mau membawa kami ke pusat kota yang penuh dengan turis dan penginapan, dan beruntungnya lagi saya mendapatkan hostel yang bagus sekali. jasa minivan tersebut adalah travel agent yang bekerja sama dengan sebuah penginapan, sayang sekali meski dia menawarkan ada penginapan/kamar murah tapi full, saya hampir menyerah karena sudah malam harim dingin pula saya harus bagaimana. saya agak ketakutan dengan itu semua. dan saya bisa tersenyum lebar juga dan nyaman di hanoi itu.

pergi mencari makanan cukup sulit untuk orang muslim karena kebanyakan makanan mengandung piglet.

  1. toilet di perbatasan laos 2.000kips = Rp. 2.453
  2. Imigrasi vietnam $1 = Rp. 9.200
  3. Opak 10.000 dong = Rp. 4.600
  4. hostel di hanoi $6 = Rp. 55.200
  5. makan malam, sop bihun 30.000 dong = Rp. 13.800
  6. Air minum 10.000 Dong = Rp. 4.600
  7. 1 Buah pear segede cengkir 15.000 Dong = Rp. 6.900

Total Rp. 96.753

ternyata masuk ke vietnam dari cao treo mesti bayar juga. wah lumayan tuh meski satu dollar doang, saya kesal karena lama banget ngasih time untuk saya tinggal disana dan sedikit lagi udah gitu distempel di paling belakang lagi. “apa maksudnya?”

opak keras ini segede nyiru tau gak? saya malah membeli ini saat bus berhenti untuk kedua kalinya di vietnam, saya terlihat menyedihkan memakan makanan ini, saya menolak makanan sebelumnya dan malah membeli opak keras ini.

hostel di hanoi ini muantap sekali,pake lift lagi untuk naik keatas dan keuntungan lainya, ada sarapan gratis yang mewah buanget, ruang internet, penyimpanan ransel gratis, wifi yang kenceng, murah, air panas sekali, dan sebagainya.

14 february 2012

hanoi (Vietnam)

menikmati vietnam serasa menikmati negara sendiri meski kebanyak orang-orangya seperti chines dan tidak seribut di thai dengan bulenya yang ini malah ribut dengan banyaknya orang lokal yang beraktifitas, di vietnam banyak terdapat hotel kecil. hal semacam guesthouse atau hostel masih jarang jadi perlu banyak waktu untuk mencari beberapa penginapan murah kecuali memang beruntung langsung dapet dalam waktu mendesak.

saya datang pada saat musim dingin dan itu sedikit menyenangkan karena cuaca tidak begitu panas, hanya saja kulit saya paling item diantara semuanya. ada banyak spot menarik di hanoi, bisa dilihat dari beberapa tanda tempat menarik di map yang kita dapat dipenginapan.

paling menyebalkan adalah motor yang sangat sibuk di kota ini bahkan negara ini, saya jadi terbiasa nyebrang tanpa rambu-rambu lalu lintas diantara jutaan motor.

jalan raya di vietnam yang menghubungkan kota-kota besar sama halnya seperti di jalan tol, meski motor juga masuk dan jalan itu memang jalan raya biasa namun ada plang untuk memberhentikan bus sebelum masuk ke kota. aneh memang gak tahu dekhh.

 

  1. Syal 100.000 Dong = Rp. 46.000
  2. tiket kereta hanoi – hue  464.000 Dong = Rp. 213.440
  3. Internet 1 jam 5000 Dong = Rp. 2.300
  4. Tas 50.000 Dong = Rp. 23.000
  5. Room $6 = Rp. 55.200
  6. masuk danau temple 20.000 = Rp. 9.200
  7. temple kura-kura 20.000 Dong = Rp. 9.200
  8. Kotak perhiasan 30.000 Dong = Rp. 13.800
  9. souvenir di temple kura2 145.000 dong = Rp. 66.700
  10. makan malam nasi ayam 30.000 Dong = Rp. 13.800
  11. kwaci 10.000 Dong = Rp. 4.600

Total Rp. 457.240

karena musim hujan saya memutuskan untuk membeli syal dan juga lihat orang yang memakai terlihat keren, tapi tak tahulah kalau dipakai oleh saya, sempet meminta si empunya toko untuk mengenakanya pada saya. hehehehe

tiket kereta untuk kelas soft seat

banyak warung internet di vietnam dan sangat murah namun kondisinya tidak sebagus di Indonesia kalau di kota-kota besar.

makan malam nasi ayam tidak begitu enak dan sedikit sekali porsinya namun irissan cabenya pedas banget, sinting bikin nendang.

15 February 2012

Hanoi

jalan kaki di hanoi di cuaca yang dingin sangat seru, beberapa tempat akan saya jejaki dengan bermodalkan petunjuk di peta. seperti biasa saya mencari spot yang menjadi patokan awal saya. setelah menulis postingan dan sarapan saya akan berangkat sampai siang hari dan nanti pada sore hari saya akan ke statsiun kereta untuk pindah kota. pasti seru dan siap-siap kesepian (berjalan sambil bersedih).

 

  1. internet 1 jam 6.000 Dong = Rp.2.760
  2. Roti 22.000 Dong = Rp. 10.120
  3. Intenet 3 jam 15.000 Dong = Rp. 13.800

Total Rp. 26.680

membeli roti pada saat akan menuju statsiun sore hari.

menghabiskan waktu bebrapa jam di warnet tempat kemarin sempat menangis inget orang tua untuk menunggu keberangkatan kereta yang masih lama sekali. lumayan sedikit terhibur dan murah.

16  Februari 2012

Hue (Vietnam)

pagi hari datang ke Hue, cuaca masih dingin tapi tidak berkabut dan gerimis. untuk ke area yang banyak hostel dan guesthouse begitu jauh, ada becak, ojek atau taksi yang selalu nawarin ketika melihat orang jalan kaki.

keluar dan pengecekan karcis di statsiun, saya minta kembali tiket yang saya beli sebagai kenang-kenangan. jalan kaki menjadi rutinitas saya, disini lebih banyak keliatan bulenya dari pada di tempat lain.

enaknya datang pagi dan selalu saya nikmati karena pada pagi hari banyak aktifitas warga yang bisa dilihat keseharianya sepertia apa? begitupun datang ke penginapan, saya sempat bingung akan mencari dimana dan hampir menyerah, padahal baru bentaran doang saya mencari. akhirnya tanpa sengaja saya menemukan Hue Backpacker Hostel.

pelayananya ramah banget, saya langsung ditawari sarapan dan meski tidak sebagus dengan sarapan ketika di hanoi namun saya lebih menyukainya, mie ramen saya pilih dan rasanya bener-bener klop dilidah, saya mesti menunggu beberapa jam karena ada orang yang akan checkout, kamar disini kebanyakan dorm. saya setuju dan ada kamar mandi jadi saya mandi terlebih dahulu sebelum sarapan. beruntunglah belum jam 10 pagi kalo sudah saya tak bisa menikmati mie ramenya. ada beberapa kopi, teh yang bisa diseduh bahkan air minum pun terasedia disini. gratis. bukan hanya itu ada dua komputer yang bisa facebookan, jadi apalagi sih kerjaan saya selain nikmatin ini dan wifinya super duper kenceng dua puluh empat jam.

  1. Dormitory hue backpackerr Hostel $6 = Rp. 55.200
  2. Laundry 25.000 Dong + Rp. 11.500
  3. Makan di KFC 45.000 Dong = Rp. 20.700

Total Rp. 87.400

bayar penginapan pake dollar kadang lebih menguntungkan dari pada pake dong yang kita dapatkan nilai tukarnya rada rendah.

haha baru pertama kali nih saya mencuci dan bayar, karena bebrapa hari lagi mau balik dan baju-baju sudah bau apeknya minta ampun sudah begitu di kamar tidak begitu leluasa untuk mencuci. so bayar dehk buat nyuci.

saya ingin makan, jadi saya putuskan untuk makan di kfc. ada paket murah dan cukup lah untuk mengganjal perut. KFC berada di sebrang sungai area Chiang mai Town.

 

17  february 2012

masih di hue, kali ini saya akan masuk menuju kawasan paling pavorit di Hue yaitu sebuah citadel. dan kali ini hujan mengiringi saya. dengan berebekal payung yang dipinjam dari penginapan dan map. hujan membuat sepetu saya basah dan berat ketika jalan.

 

  1. masuk citadel Hue 55.000 Dong = Rp. 25.300
  2. makan nasi + 2 telor mata sapi $1 = Rp. 9.200
  3. Tiket kereta Hue- Danang 70.000 Dong = Rp.  32.200
  4. Room $6 = Rp. 55.200
  5. baju buat bapa w. $8 = Rp. 73.600
  6. makan nasi kuah 30.000 Dong = Rp. 13.800
  7. nambah nasi ketan yang dirames-rames, karena w mau menambah energi 10.000Dong = Rp. 4.600

Total Rp. 213.900

saya sempet nambah nasi ketan dan memasukanya kedalam makanan berkuah ini, lumayan bikin perut buncit dan itu menambah kekebalan tubuh selama saya di danang nanti, di cuaca dingin dan diluar pula saya akan linglung di danang.

 

18 february 2012

Hue – Danang

setelah sarapan pagi, saya akan melanjutkan perjalanan ke danang dengantiket yang sudah dibeli kemarin, hujan agak membesar dan membuat sepatu basah kuyup, saya berlarian ke statsiun yang cukup jauh, beberapa jam ke danang dengan pemandangan yang super duper bagus, dengan melawati tebing yang curam sayang kabut kadang menutupi pemandangan yang jauh disana. saya juga saya tidak duduk dekat dengan kaca gerbong, udara sangat dingin sepetu saya basah, ada kaus kaki yang masih kering saya kenakan dan didoble dengan pelastik, mengenaskan sekali.

  1. Ojek dari GA DANANG ke airport 30.000Dong = Rp. 13.800
  2. maen internet di danang dari jam 2.38 – 6.30 17.000Dong = Rp.  7.820
  3. Roti 20.000 Dong = Rp. 9.200
  4. 3 telor rebus 10.000 Dong = Rp. 4.600
  5. nasi jagung + ayam 15.000Dong = Rp. 6.900
  6. toilet 1000Dong = Rp.  460
  7. silet buat nyukur kumis 2000 Dong = Rp. 920

Total Rp. 43.700

tutun dari kereta saya membeli nasi keras dengan jagung yang dicampur, ada juga telur rebus yang cukup murah,

ojek yang saya tumpangin adalah ojek jadi-jadian, yaitu ketikasaya bertanya dimana airport ada wanita yang bersedia mengantar dan memberikan tarif lumayan murah, saya menyesal sih tapi karena sudah tawar menawar tak enak juga kalo saya menolaknya.

lagi-lagi saya menghabiskan waktu dan mengupload seluruh foto di danang vietnam, bagus juga bisa buka FB. sangat murah sekali

 

19 february 2012

Danang Vietnam, Kuala Lumpur, Singapore

semalaman saya meghabiskan waktu di penginapan, gak tentu hati dan kondisi saat itu, cuaca sangat dingin, tidak boleh menginap di dalam bandara, sepatu basah dan semuanya bikin ingin nangis. beruntung ada wifi yang terus on sepanjang malam, tembok yang dingin tidak nikmat untuk merebahkan badan ini hanya membuat gusar semalaman, namun tidak bisa membuka fb meski ada wifi jadi tetep ya kesepian.

dari subuh saya telah bangun dan bersiap untuk ke dalam bandara karena tidak tahan dengan cuaca yang sangat dingin, untungnya saya banyak makan nasi sehingga agak lumayanlah menambah kekebalan tubuh, pagi hari saya duduk menunggu kapan akan boardng pass, bayanginsaya akan terbang jam 10 pagi. beruntungnya ada orang vietnam yang bisa sedikit berbahasa malaysia karena dia bekerja disana. karena kampung halamanya bukan di danang sehingga dia datang amat pagi, haha makasih ya ALLAH.

setelah mendarat di kuala lumpur saya mengambil bus ke pusat kota, saya sudah janji akan bertemu dengan seseorang, namanya mas Ery, ia telah bekerja di kuala lumpur dan bersedia membelikan saya tiket ke singapore karena esok pagi saya harus datang pulang ke INdonesia melalui Singpore. ahkk tidak cukup lama disini hanya berkeliling sebentar denga mas Ery.

saya tiba di singpore pada tengah malam setelah ngos-ngosan di perbatasan. MRT telah off dan saya tak tahu akan tidur dimana, akhirnya saya menemukan Mv donnal dan tidur ayam. aduhh melelahkan beberapa hari terakhir itu.

pagihari saya langsung ke bawah tanah untuk naik mRT rupanya masih tutup tapi sudah ada beberapa orang india yang akan beraktifitas, saya mengikuti apa yang mereka lakukan yaitu rebahan di lantai.

 

  1. beli dompet di airport danang 30.000Dong = Rp. 13.800
  2. gantungan 20.000Dong = Rp. 9.200
  3. bus dari airport ke KL sentral 9RM = Rp. 26.100
  4. telpon umum 20 sen = Rp. 580
  5. air minum dan permen 2.80 RM = Rp. 8.120
  6. bakpau ayam 2.20RM = Rp. 6.380
  7. 2 minuman di chinatown 3RM = Rp. 8.700
  8. MRT ke BTS 1.70RM = Rp. 4.930
  9. makan nasi kendar 7RM = Rp. 20.300
  10. bus ke johor 35RM = Rp. 101.500
  11. 1 Melon 1RM = Rp. 2.900
  12. Lecy leos Drink 1.8RM = Rp. 5.220
  13. Mr. potato big 3.50RM= Rp. 10.150
  14. bus johor express ke bugis 3.30RM = Rp. 9.570
  15. makan di mc donal $5 = Rp. 36.000

Total Rp. 263.450

20 February 2012

Singapore, Jakarta – Karawang

  1. MRT $2.00 = Rp. 14.400
  2. Bus DAMRI ke bekasi Rp. 30.000
  3. Angkot 1 Rp. 2.000
  4. Angkot 2 Rp. 2.000
  5. Bus tiger Rp. 2.000
  6. Bus tiger Rp. 20.000
  7. makan + minum Rp. 27.000
  8. kacang oven Rp. 2.000
  9. Toilet Rp. 2.000
  10. angkot di karawang Rp. 5.000
  11. perahu nyebrang ke rumah Rp. 1.000

Total Rp. 107.400

itu adalah pengeluaran w selama perjalan kemarin, memang agak mahal dan banyak sekali yang over, tapi mau dimana lagi, emang itu kemampuan saya dalam mengatur keuangan selam perjalanan ini, memang dalam buku yang w baca beberapa hari berjalan di thailand bisa sangat murah, mungkin ini p[erjalanan perdana w dan emang dana yang w siapin sisa dikit, tapi kalo kalian mau lebih ditekan banget, bisa banget, kaya gak ikutan paket tour, kalian bisa menghemat Rp. 50.000 – Rp. 100.000 atau malah kalian bisa kebobolan.

semua kemabli lagi kepada diri kita, bisa gak menahan hasrat untuk menghindari pengeluaran secara berlebihan, meski gak banyak yang saya bayar tapi ini sangat mahal untk dilakukan, bahkan di awal sangat mahal dan saya hanya lewat saja, sayang banget kan?\

ada banyak hal yang bisa kita dapatkan selama bepergian ke luar negri, dari zaman dahulu orang sudah suka mengembara, bagi saya bepergian bukan hanya untuk mendapatkan tempat wah dan objek foto. yang saya utamakan adalah bagaimana saya bisa melihat kebiasaan orang dan keanekaragaman budaya.

berikut adalah keterangan biaya perhari dari total :

  1. Rp. 262.500
  2. Rp. 299.738
  3. Rp. 292.128
  4. Rp. 282.699
  5. Rp. 120.897
  6. Rp. 217.554
  7. Rp. 143.925
  8. Rp. 616.605
  9. Rp.  73. 629
  10. Rp. 121.806
  11. Rp. 110.400
  12. Rp. 154.560
  13. Rp. 453.868
  14. Rp. 96.753
  15. Rp. 457.240
  16. Rp. 26.680
  17. Rp. 87.400
  18. Rp. 213.900
  19. Rp. 43.700
  20. Rp. 263.450
  21. Rp. 107.400

Total selama 21 hari Rp. 4.446.832 dibulatkan menjadi Rp. 4.447.000

itu saya ngaibisin duit segitu, sayang banget ya, w cape-cape nabung, habis gitu aja, sebenarnya di akhir itu saya pengen memuasakan diri dengan makan, makanya makan banyak di malaysia. tapi pengalamn yang saya dapat sangat amazing, biaya yang saya targetin adalah Rp. 200.000 perhari, untuk keseluruhan Rp. 4.000.000 dan melenceng sebesar Rp. 447.000

semoga berguna bagi kalian, negara yang saya tuju adalah singpore, malaysia, thailand, laos dan vietnam.

semoga bermanfaat

salam solo backpacking,

ARIP

aripslife@yahoo.com

uang yang saya bawa

S$ 70 = Rp. 504.000

250 RM = Rp. 725.000

US$ 200 = Rp. 1.848.000

5000 THB = Rp. 1.515.000

Rp. 300.000

Total Rp. 4.892.000

uang receh sisa yang di bawa balik

72 THB = Rp. 23.331

S$ 21 = Rp. 151.200

5.000kip = Rp. 6.133

1000 Dong = Rp. 460

85.2 RM = Rp. 247.080

Rp. 48.000

Total Rp. 476.204

akumulasi total dana – sisa

Rp. 4.892.000 – Rp. 476.204 = Rp. 4.415796

pembulatan Rp. 4.416.000

uang yang telah di hanguskan adalah segitu.

hebatnya lagi uang2 100 dolar di vietnam di buang di sungai2 buat leluhur mereka, tapi itu palsu, karena leluhur mereka butuh uang jadi mereka transfer lewat sungai, biasanya kan dibakar. mungkin karena banyak sungai

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s