jika ini “surat terakhir”

aneh memang setiap saya akan bepergian terkadang semangat, malas, gak rela ninggalin rumah, takut ketetera, dan sebagainya. akan tetapi kadang semangat ketika merasa menjenuhkan dengan keadaan. padahal ada orang tua yang ditinggalkanpun mungkin akan baik-baik saja, namun perasaan saya malah terganggu, malah saya yang takut kenapa-kenapa dengan kondisi rumah. mungkin karena kebanyakan waktu saya dihabiskan di rumah kali ya?

menjelang akan bepergian saya selalu terusik dengan pikiran negatif mengenai, bagaimana kalau saya meninggal di tempat tersebut, pesawat jatuh, kendaraan kecelakaan, kerampogan hingga tak bisa balik dan lainya. mungkin karena ketika dirumah saya tidak banyak omong dan ekspresi jadi suka ngobrol sendiri bareng temen saya yang satunya dalam diri saya, ini tak seperti Arip yang selalu ketawa dan ngobrol dengan temanya ketika di luar.

alasan ini yang membuat saya selalu berbicara dalam hati ketika bekerja untuk menuliskan beberapa kata sebagai ucapan terakhir apabila hal diatas terjadi pada saya. hihihihihi jangan sedih Rip!

Orang Tua

bapa dan mamah terima kasih atas apa yang kalian berikan, ujang tahu diantara ucapan pedas kalian selalu tersimpan perhatian lebih untuku, kau memperhatikan semua geriku hingga berpura acuh dan egois. kalian sangat perhatian sekali padaku meski tak kau tunjukan seperti orang tua lain kebanyakan yang aku inginkan, namun nyatanya aku bahkan tak bisa seperti sekarang untuk menikmati kehidupanku diatas orang lain yang lebih sederhana diantaraku. aku mengingkari kebaikan kalian karena sikap kalian yang tak begitu lembut ketika berkomunikasi kepadaku namun amarah ini yang kita selalu jadikan sebgai rasa ingin menyampaikan hal, memang tidak normal dalam hubungan kita antara anak dan bapa namun  kau hebat hingga membuatku selalu tahu aturan dan memiliki hati seperti ini, aku tak tahu mengapa aku sedikit sensitif seperti ini dan sangat tidak tegaan terhadap apapun? semua berkat kalian yang setiap pelajaran itu memberikan makna baik untuku.

aku sering mengambil uang bapa tanpa bilang (ngutil) tapi itu cuma padamu, karena kamu begitu pelit dan anganku terlalu tinggi untuk tidak diwujudkan sehingga kadang aku mengambil beberapa uang kemudian aku kumpulkan untuk menunjang keinginanku, dan itu aku gunakan untuk hal yang memang sekiranya aku butuhkan banget, kalau aku meminta langsung agak sedikit banyak untuk langsung kau berikan, sehingga kadang aku menginginkan sesuatu dari uang yang aku ambil. tapi sebenarnya kau tahu hal itu namun kau membiarkanku karena kau tahu aku pun akan berpikir dengan kedewasaanku.

maafkan aku belum berbuat banyak untuk kalian, kadang aku selalu menyentak kalian dan bilang terlalu kasar, itu karena aku ingin memajukan kalian, tapi kalian tetep kekeh dengan ideologi lamamu, namun itu kehebatanmu tanpa belajar manajemen yang didapat dari bangku kuliahpun kalian mampu memberikan perkualiahan hebat untuku. aku sering bilang dan tulis tentang ketakutanku bagaimana apabila karma aku yang selalu mengambil uang akan membuat karma paling buruk untuku sehingga kadang aku takut aku gagal dan kau menyalahkanku karena tak becus, lalu kata-kata kasar aku dengar lagi. aku takut Ya ALLAH. maafkan aku ayah-ibu.

aku sering membuat catatan atau kadang bercerita kepada sahabatku betapa bangganya aku memiliki ibu seperti kau, ibu. tak habis sujudku untuk berterima kasih karena memiliki ibu sepertinya, akua bahkan belum bisa melihatnya tersenyum oleh rezekiku, ibu kau sangat segalanya. bagaimana jika kamu tidak ada disampingku? terima kasih ibu yang selalu melatih kebaikan untuku. kau selalu mendukungku meski kau tak tahu benar penjelasanku tentang apa yang aku lakukan, aku selalu terlibat miss comunicati denganmu, tapi selama ini kau sangat banyak memberikan pengaruh baik untuku.

aku takut sesuatu hal yang buruk terjadi padaku dalam keadaan apapun yang terjadi padaku kelak, namun aku mohon maaf yang teramat dalam kepada kalian, banyak sekali kesalahanku bahkan aku tak bisa melistnya secara detil, yang kutahu kalian lapang kepadaku dan selalu memperhatikanku dibalik sikap kalian. telah banyak yang aku terima hingga kadang aku diam menikmati sebuah uang yang kuhabiskan kala aku melakukan sesuatu, dalam hatiku bergumam “mungkin jika tidak ada mereka, mana mungkin aku menikmati ini semua”. aku anak yang tahu bersyukur meski kadang kalian bilang sebaliknya, aku akan bilang kepada ALLAH jauh lebih rinci dari pada ini dan aku akan menawarkan nyawaku untuk kalian.

tolong jaga ibadah kalian, perbaiki hal yang belum dilaksanakan, kalian telah cukup tua dan telah banyak menikmati kesengsaraan hingga saat ini kalian menemukan perjuangan lepas dari kesengsaraan itu dan aku yang terbuahi dari perjuangan kalian itu, selamanya kalian ikon bagiku. tolong dirikan selalu Solat! jangan bilang “orang solat pun belum tentu masuk Syurga”, itu kekonyolan semata jika berpikiran seperti itu, setidaknya kita telah membuat kunci kita untuk membuka pintu tuhan entah itu baik atau kurang baiknya solat kita yang penting telah melaksanakanya sebagai rasa taat dan patuh. maaf anakmu mengajarimu lagi, maaf sekali. dan jangan lupa zakat MAL.

adik-adiku maafkan jika saya sebagai kakak belum cukup amanah untuk menjaga dan menuntun kalian, semoga ALLAH memberkati kalian dan menjadi anak-anak yang baik, tidak memusingkan orang tua. Andri aku lebih khawatir kepadamu, aang pesen kamu jangan gampang berbaik hati dengan hartamu kepada teman genkmu, aang tidak suka ketika kau bertukar pakaian, henpon dan benda lain dengan teman kau yang seperti itu. anang jadilah anak yang baik juga lanjutkan mimpi-mimpi aang yang belum diraih.

untuk orang-orang yang terlibat denganku tolong maafkan semua periliku buruku selama ini, aku tidak ingin berkesan buruk dalam hati kalian yang jelas aku selalu menganggap siapapun yang aku temui adalah sahabat atau musuh. setiap kejadian yang pasti menjengkelkan dalam hati entah itu leluconku, guyonan, bicaraku, amarahku dan semuanya mohon sekali maafkan itu semua! kalian akan selalu menjadi satu pembahasan dalam diriku apabila kalian memiliki keklop-an dalam hatiku, aku tahu kelebihan-kelebihan sahabatku atau musuhku hingga kadang aku sanggup terenyuh membicarakan kebaikan satu orang yang sangat membantu kehidupanku, dan untuk musuhkupun sama yang terkadang sangat membenarkan apa yang aku terka dan aku takutkan. mohon maaf dan terima kasih.

harusnya ini aku tulis nanti sebelum aku pergi, namun inspirasi membawaku untuk menulisnya hari ini, apapun itu tolong maafkan aku!

apabila aku memiliki hutang, uang, janji, rencana, pembicaraan dan lainya tolong beri kerhidoan untuku agar aku tak banyak menanggung dosa hutang tersebut terlebih pada orang tuaku, mohon ikhlaskan hutangku!

kepada sahabtku Ubay dan Novi apabila ada hal yang tak baik padaku tolong sampaikan ini kepada orang tuaku dan posting ini di akunku!

aku bahagia mengenal kalian bapa, mamah, andri, anang. terima kasih

salam selalu

Arip

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s