mencoba menikmati ho chi minh

Pagi hari cukup cerah, ternyata tidurku cukup lelap meski tidak makan dan tak begitu tenang karena pintu kamar sialan. Aku memaksakan diri untuk salar subuh, itu karena aku berencana akan tidur sampai jam delapan siang tapi tetep gak tenang dengan gadget yang dibawa dan perut sudah tak tertahankan lagi akhirnya kuputuskan untuk mandi, setalh beres-beres dan membaca sebentar saya turun ke bawah. Masih sepi rupanya, krmudian saya meminta untuk menitipkan ransel saya di dekat tempat yang punya room for rent, balik lagi ke lantai enam yang kata saya itu merupakan lantai tujuh karena lantai dua adalah lantai satu baginya atau muungkin di mylai dari lantai nol. Bengek dan pegel di pagi hari. Cuaca cukup mendukung, ya rupanya komputer sedang dipake si bule, agak badmood sih tapi kutunggu sambil membaca buku, saya meminta kode wifi dan beruntunglah karena hape window saya bisa buka facebook, saya baca informasi penting yang sudah saya kopi di pesan fb dan dimirim ke saya sendiri. Si bule cewek yang maen internet sambil makan lecipun pergi, saya coba dan nihil tidak bisa buka website facebook. Saya pergi jalan dan mencari ben then market, cukup unik dan melihat aneka jualan apalagi buah yang luar biasa segarnya, membuat saya tergiur dan bertanya ke penjual, wanita muda itu bisa berbahasa melayu sedikit dan memang banyak orang yang berkerudung di pasar ini khususnya pembeli dari malaysia. Di pintu utama ada penjual baju dan aneka jualan dari kain, pernak-pernik, buah-buah, makanan, dan daging juga ikan, seabreg penjual lainya di dalam pasar sama halnya dengan penjual kita di pasar. Kemudian perjalanan saya lanjutkan dan menyusuri leloi street. Tak sengaja saya melihat patung hociminh bersama anam cewek. Peta yang terdapat di penginapab begitu kecil dan buju lonely planet saya tak dibawa. Dan jalan du dong yang merupakan alamt masjid tidak ada di peta, saya pun lanjut dengan jalan yang tak tentu arah, kemudian saya menemukan katedral dan berjalan lebih jauh lagi melewati sebuah park ada musium independent. Tapi saya balik lagi, padahal sudah masuk ke tempat pembelian tiket namun saya pikir nanti saja saya kesini lagi. Saya pun balik di pertengahan jalanendekatu ben than market ada dua wanita berjilbab, saya tanya masjid dimana karena saya ingin makan, tapi mereka malah gak mau mendengar dan menggoyangkan tanganya, saya bilang “i am muslim from indonesia, i wanna see mesjid and eat” sambil menggerakan tangan ke mulut seperti sedang makan. Mata saya bekunang ketika saya bilang muslin dan ingin mencari makan, tapi mereka masih bingung menunjukan masjid kepada saya, akhirnya saya berterima kasih dan pergi. Melewati ben than saya masuk kembali dan keluar dari depan kemudian menju penginapan yang tak jauh dari daerah itu, saya duduk dan minum air. Kemudian membuka komputer, akun facebook, blog wordprees, gmail, couchsurfing semuanya tak bisa log in. Sialan! Karena tadi selama perjalanan saya gak enak jalan dengan tas pinggang, akhirnya saya lepas dan ditaruh di ransel kemudian saya kunci. saya pun pergi lagi dan berniat ke masjid yang sudah saya temukan tempatnya di google map, rupanya tinggal lurus saja dari jalan le loi dan setelh mentog belok kiri dan masjid berada di area tersebut. Masjid telah saya temukan, tak ada warung traditional yang saya temukan, hanya cafe makanan halal di seberang jalan, ada indian, turki, malaysia dan toko halal baru maupun sudah ada. Melihat sekeling hanya ada itu saja kedai halal di sini. Tapo super duper mahal sekali harganya akhirnya saya memutuskan untuk menahan hawa nafsu. Masuk ke mesji di luarnya dan pergi lagi karena waktu dzuhur masih dua jam lebih, sYa outuskan untuk melihat musium tadi, saya berhenti sejenak dan melihat kantor pos yang bagus di dekat katedral, masuk ke sini gratis. Bagusnya pos di situ bisa juga mengirim pos card ke negara kita, tapi saya tak mencobanya padahal ingin sekali. Banyaj yang melakukan pemotretan untuk weeding di beberapa lokasi, sampai saya lucu dan kagum dengan mereka para calon pengantinya, saya kembali ke musium independence tapi sudah istirahat waktu itu dan pibtu dikunci. Jalan ke sebelahnya saya menemukan tukang kelapa unik, saya melihat para bule membawa kelapa sepertinya nikmat tuh buah untuk menahan lapar, padahal air minum juga ada. Saya pun membelinya dan menghabiskanya, harganya 40.000 dong, saya foto tuh kelapa dan si penjual menawarkan saya untuk memanggulnya dan difotoi. Mahal juga setelah menghabiskan kelapa baru terpikir “buset sama aja dengan harga Rp. 20.000 donkkk”. Kemudiab ada penjual makanan kecil, saya pun membelinya dan memakanya di tempat itu meski pinggir jalan sekali dan sewKtu-waktu lampu merah, tapi saya beli banyaj tuhh yang beli jadinya. Saya masuk ke hociminh citi musium dengab membayar 25.000 dong, dapet tiket, brosur keterangan musium. Cukup lama saya disitu dan daoat mengambil foto di musiumnya. Saya kembali ke mesjid di Dong Du st, percis sejajar dengan seraton hotel yang megah sekali. Sudah berapa kali saya lewat sini terus bikin gak enak hati, sesampainya saya bersapa dengan orang-orang disana, ada juga pemimpin sekakigus pengurus masjid tersebut. Waktu dzuhur hampir tiba, saya mengambil air wudhu. Unik memang mengambim wudhu di sini, ada kolam yang cukup besar membentuk kulah air dan di pinggirnya terdapat banyak kursi jongkok (jojodog) dan gayung. Juga terdapat beberapa keran air di kanan kolam/bak untuk orang yang tidak biasa mengambil wudhu seperti mereka lakukan. Kita mengambil air dengan gayung dan hanya membasuh tangan saja yang langsung ke kolam. Tidak jorok sama sekali dan itu syah dalam islam asal lebih dari dua kulah jumlah airnya. Adzan bwrkumandang dan kami solat berjamah, setelah berdoa saya meneruskan perjalanan. Kira-kira di bunderan ujung jalan le loi saya melihat baju yang dipakai seseorang dengan corak wayang. Tahukan baju kaya gimana yanh saya maksud. Tiga orang sedang berjalan menyebrang jalan le loi yang besar, kemudian saya tegur “Indonesia ya, boleh saya gabung?” begitulah sapa singkat saya. Mereka membolehkan dan kami ngobrol banyak. Dan mereka tahu Karawang, asiik kan Aryono dari karawang, rumahnya deket oangkalan elf johar, cepi dari garut dan win orang jawa. Mereka tahi karawang karena jebolan PT. Samwoo indonesia dan karena bangkrut akhirnya mereka mencari pekerjaan di sini di perusahaan milik malaysia. Semuanya ditanggung oleh perusahaan dalam mengurua keperluan mereka untuk bekerja. Kami mengobrol di kursi taman lam son. Saya mengbrol banyak dengan win yang paling tua diantara kami, kemudian kami lanjut masuk ke nike store yang lagi diskon saat itu, hahah tahulah gaya mas win yang pede diantara bule atau orang vietnam yang cakep-cakep. Saya melihat-lihat dan bujubuneng harganya, saya lihat paling mahal lebih dari 3jt dong dan diskon 50%, tetep aja mahal. Kemudian yang lebih tercengan liat baju biasa saja harganya nyampe 2jt dong. Weleh-weleh. Kami tak membeli apapun setelah cukup lama disitu dan para penjaga suka memperhatikan kami. Kami jalan dan saya ingin mengantarkan meteka sampai halte dari pada saya menunggu di penginapan menunggu bus jam 10 malam ke dalat.  Eh mas win ngajak kami makan, tepat di depan kami memang ada KFC. Jadi kami masuk saja dan memilih menu paket 41.000 dong. Saya ingin membayrnya tapi mas win menolaknya, tentu saya tak enak hati dan tak terbiasa saya menerima traktiran dari orang. Tapi karena saya backpacker jadi agak munafik, padahal dalam hati ingin dibayarin, hehwhwhhwhwjejejjeje. Saya meminta akun fb aryono dan nanti akan saya add. Saya pun berucap “jika nanti ke johar, mampir kw pabrik kerupuk raja gurih ya!” mereka pun mengiyakan. Hujan mulai turun dan kami menunggu di depan KFC. Beberapa kali bus no.19 lewat, hujan pun tak begitu lebat dan akhirnya kami berpisah. Saya kembali ke mesjid untuk salat ashar meski satu jam lwbih lagi. Di mesjid sYa ngobrol lagi bareng orang indonesia yang sudah 6 tahun lebih bekerja di sini, mereka berasal dari tanggerang. Lalu saya kembali ke pengianapan dan mengambil ransel, saya bayar untuk pembelian tiket ke dalat $10. Lalu saya ingat di buku bahwa harga tiketnya 110.000 dong, saya berpura akan menjemput teman di airport dengan alasan berbagai macam saya zulot mengucapkan “cancle” gila aja ya, udah muter-muter bilang ini itu, dan si pemilik room for rent masih tidak ngerti dan jawabanya hanya kata “cancel” saja. Dia mengembalikan $9 karen $1 saya berikan karena tidak enak hati udah bebrpa kali bikin ribet dan itung-itung nitip ransel. Saya cabut dan nanya beberpa travel agent dan “you know what?” harganya sma saja bahkan $11. Ahkkk sial akhirnya saya bertanya ke touris friend yang tadi saya lihat ada room seharga $3. Lama saya menunggu informasi lalu ada cewe bule masum dengan koper gedenya dan menanyakan kamar tersebut. Saya pun mendengarnya dan tertarik karena mungkin nih cewek baik juga, akhirnya saya pilih menginap di dorm terasebut. Bayar pake dong seharga 65.000 dong

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s