1 day trip to Chu Ci tunel dan Cao day

dengan membayar $8 saya bisa mengambil paket tur satu hari ke 2 tempat yakni cao dai dan Chu ci Tunel. tadinya saya hanya ingin ke Chu ci karena hanya setengah hari, tetapi mengingat hanya menambah $2 saya bisa melihat tempat yang baru, kenapa tidak.

jam delapan pagi saya telah bersiap untuk pergi, ternyata bus berangkat lebih dari jam 9, hampir jam 10 an lah. karena menunggu dan menjemput beberapa turis, saya duduk paling depan dan sendirian, karena di belakang bule semua.

lama semakin lama saya kurang nyaman dan ingin pindah namun ada dua pasangan dari philifina dan yang pria duduk disebelah saya, oh lumayan kami bisa banyak mengobrol. istrinya berada di dekatnya namun berbeda kursi, dia duduk dengan wanita asal belgium, tadinya saya akan duduk disana karena sendirian juga.

cukup jauh untuk ke cao dai, sesampainya disana kami masuk kedalam area besar dimana terdapat jalan masuk dan beberapa gedung. bus parkir dan saat kami tiba banyak juga yang menyimpan sepeda atau sepeda motor di tempat parkir. ada bangunan yang cukup aneh dimana terdapat banyak simbol hindu, budha, dan lainya namun itu adalah agama berbeda dan saya tidak tahu mengenai penjelasan agama tersebut.

saya melepas sepatu dan masuk, beberapa orang dengan pakaian ibadahnya menyuruh kami masuk, beberapa area tidak boleh untuk dilewat di luar gedung sehingga ada pengawas dengan pakaian ibadah meniup periwit. saya masuk kok kebetulan sekali ada ritual keagamaan, orang-orang dengan pakaian seragam yang sangat banyak sekali masuk, lelaki ada yang menggunakan sorban diikatkan ke kepala menyerupai kopiah, ada wanita yang sudah tua menggunakan daleman kerudung dan baju mereka memang seperti jubah dan sangat tertutup.

kami naik ke lantai dua beserta para pengunjung lainya, lantai dua hanyalah lantai seluas 1 meter mengelilingi area gedung dan kita bisa melihat mereka beribadah dari atas. di lantai dua juga ada iringan musik dan beberapa wanita menyanyikan lagu atau doa. para jemaat semuanya duduk dan sila. mereka merenung dan mendengarkan bebrepa lonceng. saya heran mengapa ritual keagamaan dijadikan objek wisata dan itu mungkin setiap hari seperti itu.

saya heran juga mengapa banyak simbol yang digunakan atau terdapat di bangunan tersebut, semua dinding terdapat jendela dimana ada simbol mata satu, saya selalu meneliti simbol mata satu itu dan tertarik dalam beberapa arti dari mata satu karena itu simbol fir’aun dimana saya tidak sukadan yang paling jelas adalah mata satu di tengah bundaran globe besar di dalam ruangan dan mereka sembah. setelah usai kami keluar dan melihat sekaliling, tidak ada apa-apa yang menarik di sekitar. dan kami pun melanjutkan perjalanan.

kami berhenti sejenak untuk makan siang dan menu saya adalah nasi goreng dengan ayam dan kelapa muda semuanya 70.000D.

sekitar jam 3 sore kami tiba di chu ci tunel degan membayar uang tambahan sebesar 90.000D kami mendaptkan tiket masuk, hah jadi mesti bayar lagi. sialan. kami masuk kedalam gua buatan atau terowongan besar dan masuk ke dalam sebuah saung deple dan melihat film juga mendengarkan penjelasan guide kami.

bebrepa jenis peralatan atau tempat bersembunyi saat perang diperlihatkan, saya hanya mencoba tunel saja yang lumyan sempit tapi cukup untuk bisa melangkah di dalamnya dan sangat sesak karena banyak yang masuk namun itu tidak masalah. itu tunel buatan saja dimana seperti lobang cacing yang membuat orang vietnam dahulu bisa bersembunyi dari musuh, dan ukuran sebenarnya jauh lebih kecil.

saya menyesal tidak mencoba salah satu tempat bersembunyi yang seperti sumur. dan kami pun pulang, sesampainya di pengianpan saya pergi sembahyang karena saya akan berangkat ke phnom phen pada tengah malam dan saat kembali saya hanya membeli mie saja di minimarket 24jam dengan ditambahkan mie gelas agar enak rasanya.

saya kembali dan menunggu sambil wifian. ada seorang yang sedang sibuk sendirian kami pun mengobrol pada akhirnya dan sangat menyenangkan sekali, dia berasal dari jepang dan traveling selama 1 tahun. gila bener.

lalu ken bergabung dengan kami dan dia juga akan pergi ke Da lat pada midnight juga. ya kami banyak mengobrol dan sangat seru apalagi dengan orang jepang tersebut. widih serunya hahahah dia tidak bisa banyak dengan bahasa inggris itu yang membuat kami ya seimbang lah jadi saling lucu-lucuan saja. kemudian kami berpisah di guesthouse yang sangat ramah dan menyenangkan sekali. saya akan kembali ke guesthouse tersebut dan balik ke indonesia nanti.

kemudia saya diantar ke tempat dimana saya akan pergi dan mengisi form imigrasi, cukup lama dan bus sering berhenti tapi tidak apa-apa karena mereka menunggu pagi untuk kami bisa check. bus sangat lowong sekali, hanya ada beberapa bule saja dan kami bisa tidur dengan seenaknya. hanya saya tidak diberi selimut padahal menumpuk di depan namun tak saya ambil dan ya menikmati sajalah.

masuk ke kamboja tidak begitu ketat seperti dulu masuk ke vietnam di utara. bus tidak di cek sampei detail dan hanya ada seorang petugas yang melihat beberapa bagasi. huh.

di borer ada beberapa tempat judi dan tulisan cambodian Peoples party. maksudnya? dan saya sering melihat tulisan ini di beberapa titik termasuk di Phnom phen.

tiba di phnom phen pagi hari saya langsung turun dan masuk ke pasar.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s