welcome Siem Riep

saya mendapatkan tiket midnight untuk ke siem riep dan agar pagi hari saya berada disana dan akomodasi buat menginap bisa di hemat dengan cara naik bus malam. perkiraan murah tentang kamboja sudah hilang, sama saja rupanya dengan di laos atau di vietnam sendiri sehingga karena nanti saya akan balik lagi ke Phnom phen jadi lebih baik saya menginap di akhir nanti.

selama menunggu bus saya mengobrol dengan seorang pelayan di agen bus, nice ternyata banyak orang kamboja bisa berbahasa inggris bahkan lebih baik mereka dari pada saya ini. hebat ya negara ini meski aktifitas warga dan keadaan lingkunganya sama percis dengan bebrapa kota besar di indonesia.

kursi duduk banyak yang sudah rusak, tidak bisa ditekan tuas penggerak punggung kursinya, bahkan punya saya tidak bisa dijadikan tempat tidur dan yang di depan saya tidak bisa mengembalikan posisi jok. tanpa banyak protes saya nikmati, beberapa saat saya mengobrol dengan orang kamboja dan dia juga bisa berbahasa inggris. sudah empat pria yang saya temui bisa berbahasa inggris dengan baik.

setibanya di siemriep, di sebuah terminal yang tidak begitu bagus dan tidak tertata, saya bingung akan pergi kemana, sempat kelabakan dengan jalan dan ada seorang tukang tuk-tuk yang terus menawari, saya hanya tersenyum dan sempat kasian juga dia membuntuti saya dan tak dapat hasil apa-apa.

saya berjalan mencari jalan besar dan saya berada di jalan yang benar kali ini karena ada beberapa penginapan yang syaa temui, hari ini saya berencana hanya ingin beristirahat sejenak dan mungkin besok saya mulai untuk melihat angkor wat, saya bener-bener salah kali ini, karena saya tidak pernah memasukan dana tiket masuk ke tempat wisata, hanya selalu memperkerikanya saja.

untuk masuk ke temple yang sangat banyak itu memerlukan bebrapa hari, tapi saya mungkin bisa melakukanya dalam satu hari, tapi saya masih bingun karena saya masih memliki banyak waktu saat ini sebelum kembali ke phnom phen dan saigon. oh rasanya setiap traveling saya ingin selalu pulang.

bebreapa guesthouse sudah saya tanyai, sayang mereka tidak memiliki Wifi dan saya menyebrang dan melihat ada papan besar green park guesthouse, 300meter dari jalan utama. saya selalu memliki pemikiran kalo papan nama yang bagus pasti harganya akan mahal, namun setelah melihat lebih dekat mereka mencantumkan rate harga di papan nama tersebut.

ada seorang yang sedang menggendong seorang anak dan bule. saya bertanya dan rupanya ada, setelah berbincang kami menuju kamar dan ya bagus untuk harga $5 saja tanpa sarapan, akhirnya saya mau untuk membayar $7 plus sarapan. ini merupakan kamar double, ada televisi, wifi, kamar mandi di dalam ruangan, dan tentu saja saya bisa mencuci pakaian. hahahahahhaha

mandi dan mencuci usai, saya pergi ke tempat dimana saya bisa mendapatkan sarapan, betapa ramahnya orang-orang disini dan bisa berbahsa inggris dengan baik. ada beberapa bule dan saya menyapa mereka begitupun juga mereka sangat welcome sekali kepada saya.

menu yang saya pilih adalah omelet dan hot tea with lemon. menu yang cukup besar, dan saya tidak menyukai roti perancis yang sangat keras. aneka buah pun dihidangkan dan sekarang saya bermain internet sepuasnya.

mungkin akan bersepeda ria karena ada sepeda gratis disini. ohhh nice home meski 8KM ke angkor namun tak apalah.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s