warung-warung halal tapi mahal

sebelumnya saya minta maaf jika judul dan isi ini agak keras, namun saya gereget kalau menyimpanya dalam hati dan mengganggu konsentrasi karena tidak diungkapkan dan menjadi unek-unek yang kepikiran terus.

hari pertama di hocimin membuat saya bingung mau makan dimana? lihat jajakan makanan semua makanan pasti ada yang berdaging BB. kalau sebelumnya saya tidak masalah dengan penjual asal tidak menyertakan daging BB di daganganya alias hanya melayani daging ayam. saya pun membaca buku panduan dan ada makanan halal di dekat masjid di Doung/jalan Dong Du samping seraton Hotel ada sebuah masjid, dan dibelakang masjid tersebut ada sebuah kedai makanan. saya berulang kali melihat dan mencari dimana toko tersebut, sampai saya keluar jalan dan memutar apakah di belakangnya benar-benar ada. yang nampak hanya ruko orang vietnam yang tak menunjukan ada islaminya.

sebenarnya makanan halal ngejreng tepat di seberang mesjid dan ada toko makanan halal baru disebelahnya, lagi direnopasi. tepat di samping gerbang masjid ada sebuah mini market biru 24 jam dengan harga yang berbeda dengan mini market di area lain dengan nama yang sama.

seperti biasa di depan toko/restauran ada menu yang bisa kita lihat, saya langsung melirik restauran malaysia dan tuing gila harganya setan banget, bikin enek. sebenernya tadinya saya tidak masalah meski mahal sedikit untuk mencicipi makanan halal di Saigon. namun dengan harga yang sinting saya nyerah deh dan memilih membeli mie Cup di mini market.

saya aneh deh, kenapa harganya mahal bahkan restauran di dekat Ben Than market sama mahalnya, padahal sayuran yang menjadi bahan utama mudah di dapatkan dan harganya tidak terlalu mahal. jikapun karena harga di BT market lebih mahal karena itu turistik namun harganya tidak semelesat dan menjadi beratus kali lipat kan “RRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIBBBBBBBBBBBBBBBBBAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

okeh mungkin bahan baku masakan vietnam dan masakan Malaysia/india yang dominan halal sangat sulit atau langka. mungkin cengkeh, kayu manis, cengek kering itu tak didapatkan disana, dan didapatkan dinegara arab sehingga ongkos belinya mahal. tapi tak masuk akal lah!

selama saya berkunjung ke BT market saya sering ditarik-tarik bahkan disuruh melihat-lihat dagangan mereka dengan bahasa mereka yang vietnames melayu. saya jadi kesal ketika para pedagang bilang “ayo abang, lihat-lihat, cari apa abang, saya kasih murah tuk abang” GUE BUKAN MALAYSIA. setiap hari di pasar ini bener-bener kaya pasar domestiknya malaysia dehk, banyak muslim (terliaht dari banyaknya wanita berkerudung berseliweran)

akhirnya banyak penjual yang menyangka wajah asean seperti saya dari malaysia yangdalam pandangan mereka suka memborong dan banyak duit, liat aja apa yang para malaysian di tempat tersebut, bener-bener total belanja dan gak sedikit-sedikit lagi. nah karena kemampuan daya beli rakyat malaysia yang tergolong tinggi makanya makanan halal yang berada di dekat tempat ibadah atau berlogo halal jadi ikut-ikutan menstandarkan berdasarkan daya beli mereka. namun gini loh, kalo itu jadi salah satu alasanya apakah tidak berlebihan sekali si penjualnya. mungkin juga karena orang malaysia yang suangat taat pada agamanya sehingga sangat-sangat sensitif pada hukum agama mengenai makanan membuat makanan halal meski mahal dikeroyok pembeli. BULSHIT

oseng kangkung Lebih dari 50.000VND = Rp. 25.000 sinting gak? belum nasinya, belum airnya, belum lauk yang lain? apakah gak gila. satu paket aja sampai ada yang 500.000VND = Rp 250.000 dan dia menuliskan ONLY/hanya/ngan/tibang/tektekbengek lainya.

aduh kalap dehk saya dengan kegilaan para penjual muslim yang bikin gereget dan sebel. amit-amit dehk gak ada ramah-ramahnya mentang-mentang gak dibeli.

namun ada yang murah yaitu di NEW DELHI HALAL FOOD, berada di 205 Bui vien Street. Hociminh. dengan paket 5 item non vegetarian saya cukup membayar 50.000VND.  dan ternyata cukup nikmat, yang empunya toko adalah warga india, yaiyalah emang orang india lain, meski india mereka menjual masakan mana saja yang mereka bisa karena mereka suka berkeliaran kaya china atau batak.

ini salah satu yang nendang harganya, taj mahal restauran

dan di hocimin ini belum tentu restauran yang berlogo halal seratus persen halal. dosen yang menjadi travelmate saya sangat sensitif terhadap makanan dan dia mempermasalahkan hal ini, halal tidak sekedar tidak adanya babi, tapi cara menyembelih hewan tersebut apakah dengan cara halal atau tidak. “ini negara komunis, siapa yang mau mengecek apakah itu halal atau tidak” seru si pemilik New delhi restaurant.

ada beberapa restauran india yang ternyata penjualnya bukanlah seorang muslim, jadi jangan asal makan ya. atau memang mereka membeli daging dan keperluanya dari komunitas muslim yang ada disana.

mencoba menghilangkan amarah yang membara terhadap restauran halal di vietnam. jujur saya akan senang kalau sudah mencicipi masakan asing dan bisa makan seperti makan dirumah, ada nasi dan lauknya pasti saya akan merasa baikan. dan traveling berawal dari Hocimin merubah mood saya menjadi menyukai perjalanan kali ini, karena saya sudah makan di tempat yang jauh.

saya bukan yang terlalu sensitif pada makanan, asalkan tidak mengandung BB enough for me. karena negara yang saya kunjugi atau negara orang lain akan susah sekali kalo terus ngikutin syar’i. jangankan bukan makan babi, panci bekas masak BB dan digunakan untuk masak ayam saja meski sudah dicuci itu masih haram. tapi susah kan? jadi jangan buat riet, bisi geuring.

di Chiang mai

saat pertama kesana hanya ada dua penjual nasi gerobak di night market, sekarang sudah ada beberapa restauran di samping masjid. lapar iya di siang hari tapi saya tahan sampai malam hari dan beli makanan di gerobak saja. karena saya sudah parno duluan.

ini dia si penjual yang ngasih makanan halal dengan harga murah B30/Rp. 9.000

pancake di chiang mai yang dijual oleh wanita muslim.

dahulu sempat jualan camilan sosis-sosisan, sekarang jagung bakar dan mangga potong

pejualan camilan di central market Chiang mai Thailand, masih banyak penjual makanan halal di daerah utara thailand. enaknya masih banyak yang murah, yang enak itu pancakenya gede banget gak kaya di khaosan road bangkok. dan murah banget gak lebih dari 50 bath sudah dapat makanan beragam jenis.

makanan di restaurant halal di Siem Riep, kamboja. dekat dengan masjid, saya memilih menu ini tanpa air karena saya sudah membelinya, makanan yang saya pilih nasi goreng ayam/daging dengan sayur. harganya 10.000Riel.

ini dia Kang firdaus yang memiliki restauran bernama warung bali, makanan relatif murah dan masih masuk akal, dia berasal dari karawang ternyata, dan yang saya senangi saya dapat makan malam gratis.

nah mie buatan vietnam ini murah banget, di tempat lain hanya 10.000 VND namun dekat masjid harganya jadi 10.500VND memang meningkat tidak terlalu banyak, namun apa sih yang membuatnya menigkat harga. di area turistik aja gak segitu ini cuma deket masjid dan seraton hotel harganya beda. saya aneh dehk semua produk pasti harganya berbeda dari harga di mini market area lain dengan satu company.

saya menyesalkan sekali kenapa sesama muslim tidak berniat untuk mempermudah dengan memberi harga normal dan sesuai lah, atau memang harga mahal itu sesuai bagi mereka, entahlah ini yang membuat saya muak ketika jalan melewati toko=toko tersebut.

jangankan gitu air saja kadang harus beli bener-bener beli, padahal kalo saya tak niat membeli wong masa air putih segelas aja pelitnya minta ampun, inget loh air itu allah limpahkan sebanyaknya hingga kau bisa mengambilnya dari bawah pijakan kakimu. alah kesel-kesel.

DUIT

 

 

 

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s