tiba-tiba

kenapa hatiku sesensitif ini hingga aku mudah merasa gemetar bulu kuduk, akurukuku di rakaat kedua dan tiba0tiba aku menyadari ada tangisan di pipiku, shalatku tidak khususk dan kurasakan aku bergumam “Ya ALLAh terima kasih” kenapa disaat seperti itu aku terisak-isak, sibuk dengan air liur dari hidung yang semakin menyulitkanku untuk bernafas. lalu kusegera usap ketika salam berakhir.

sering saya menjadi seperti ini setelah melakukan beberapa perjalanan seorang diri di negri orang, saya jadi sering melamun, mendiskusikan diri sendiri dan mencoba bersemangat, ketika aku terkenang hal itu aku jadi merasa paling bersyukur sekali, hanya satu kalimat yang memaknaiku sekarang ini “Allah mencintai aku, dia menciptakan aku menjadi umatNYa. aku tak tahu kalau ini akan terjadi padaku” semua hal yang aku egoiskan dan tidak adilkan kepada Tuhan menjadi kegilaan dan kesalahan besar yang saya lakukan.

semakin jauh aku melangkah semakin Ia menunjukan kebaikan ilmu yang membuat aku membanding-bandingkan. aku dapat mensyukuri nikmatnya di keadaan kesepian menyesali perjlanaan dan di tempat yang tak indah sama sekali. namun aku dapat merasakan sumur keberkahan yang  diperlihatkan dengan cara yang tidak dapat dibanggakan sama sekali.

banyak doa yang tak aku kuasai, mencintai nabi dan Tuhanku pun aku tak tahu mesti seperti apa? bisa-bisanya aku mengharapkan suragamu, namun aku harap dengan aku merasakan keluarbiasaan takdirku hidup di jalanMu menjadi harapan nanti di sana.

 

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s