I was born this way

setelah berkunjung ke white temple seorang guide menjelaskan tentang makna temple tersebut, saya tak cukup kemampuan untuk bisa mengerti jelas apa yang dibicarakan, hanya sebagian inti yang bisa kupetik. aku seksama sekali mendengarkan mereka, ke empat turis muda asal hongkong itu hanya sibuk dengan gaya mereka.

ada yang menarik sekali, bagaimana temple itu dibuat sebagai pencitraan kebaikan atau white, dimana manusia memiliki sisi hitam dan putih. setiap cermin yang menempel di temple tersebutpun memiliki arti dimana setiap hari kita selalu bercermin memandangi diri kita, bangun tidur kita bercermin, berdandan memoles wajah hingga indah di depan cermin menjadi pribadi yang berbeda, lalu kemabli pulang dan membersihkan wajah dan terlihat wajah yang natural dari Tuhan. ada beberapa fase kehidupan manusia yang ia jelaskan sayangny saya lupa akan hal itu.

di white temple ini juga banyak sekali bentuk-bentuk yang belum diketahui, terkadang seperti manusia, hewan atau mahluk lainya, karena kita akan diciptakan kembali atau Reinkarnasi ke dalam bentuk yang belum diketahui dan entah kapan. cukup aneh bagi saya mendengar itu semua dan banyak bentuk-bentuk arca malah seperti monster-monster di film kartun YUGI-OH. saya hanya terkagum dengan bersihnya bangunan itu, mungkin tidak banyak burung dara seperti di  beberapa kota di thailand sehingga temple tidak kotor oleh kotoran hewan.

dari cermin tadi kita dapat melihat siapa diri kita, mengetahui diri kita. maka ditempat tersebut dijadikan meditasi, meditasi dilakukan untuk ketenangan mencari jati diri siapa diri ini dan mengetahuinya. benar-benar hebat jika sudah tahu siapa diri ini sebenarnya. sehingga banyak budhis yang terus bermidatasi untuk mencari hal itu.

saya berpikir apakah perjalanan yang selalu aku renungkan ini adalah meditasiku. aku selalu mendalami siapa aku, perwujudanku yang Tuhan berikan dan takdirkan. aku kembali merenung menunggu beberapa jam lagi hingga mencapai golden triangle, aku membisu dan ingin membuat catatan KeTuhanan yang sederhana, namun aku akan egois jika aku membanggakan agamaku sendiri dan merasa paling benar, saya tidak berbijaksana sekali pada semua orang.

yang bisa kusimpan hari ini adalah pemuliaan diri ini diciptakan ditengah sejarah yang menjadi jalan baik. membayangkan mengapa Indonesia menjadi negara muslim besar di ASEAN, meraba betapa beruntungnya aku, kuperhatikan memang banyak kebenaran yang kulalui hingga aku merasa ini yang Tuhan maksud dalam beberapa pesanya lewat untaian materi agama. bersyukur sejarah membawa pada penerangan ilahi, menyebar dengan cepat dan saya menjadi beberapa generasi penerus yang sekarang semakin takut. dengan merasakan saya diciptakan di jalanNya saja, sepertinya itu telah menyirami hati dengan besarnya hadiah yang kuperoleh.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s