singgah di jakarta, learn to them.

ku teringat 10 hari yang lalu atau mungkin lebih. malam minggu adalah kepulanganku, di boarding pesawat akan terbang jam delapan malam, namun delay selama tiga jam lebih, saya pun mendapatkan makanan setelah diberi tahu wanita asal solo yang bekerja di kamboja dan sekarang mengantarkan ibu dan anaknya pulang. saya sedih karena akan pulang, dan tak tahu bahwa aku bisa dapat makanan gratis akibat delay.

saya beralasan sudah berbuka puasa, tapi mendengar ada nasi saya langsung mencari tahu dimana? saya pun makan dengan membawanya ke ruang tunggu. ayam keras dan sendoknya lembek. sangat tak menggairahkan, namun aku bersyukur aku menemukan nasi diantara dompetku yang berisi uang beragam jenis dalam nominal yang kecil. ada empat wanita juga diam di depanku, kami pun saling menyapa dan mengobrol. kali ini benar-benar membantu, dari tadi saya terus merasa tidak pantas berada diantara orang-orang yang sangat kaya. saya hanya anak hitam mencurigakan dan penyendiri. tidak ada yang berani mendekat, hanya mengandalkan kebaikan Tuhan saja malam itu mah.

dari gate 19 kami dipindahkan ke gate 12. wanita vietnam yang tidak menbawa tas, hanya paspor dan tiket membuntutiku karena takut salah informasi, namun dia terlihat aneh karena kami tidak bisa berkomunikasi lewat bahasa. hanya berupaya meyakinkanya bahwa kami adalah indonesian.

jam keberangkatan menjadi jam 23.45 an kalau gak salah? kami diantar dengan bus untuk ke pesawat, dan saya masuk tepat di pinggir jendela pesawat. saya memaksan diri untuk tidur namun tak bisa, mengingat bahwa saya akan dijemput teman yang rumahnya berdekatan dengan airport. “tapi ini sudah malam, saya hanya akan mengganggunya saja” lalu ada pria dengan seorang istri dan anak kembar, kemampuanya berbahasa indonesia ia dapat dari guru bahasanya. namun saya tetap mengajaknya berbahasa english agar mudah. meski bahasa saya belepotan.

membantunya menginsi form imigrasi dan meimnjamkan pulpen membuat saya kaget karena dia tinggal selama satu tahun di Indonesia, hmmm, saya pun bisa tidur hingga terbangun karena sudah merasa aneh, pesawat akan turun dan pemberitahuan jelas ditelinga kami. tidak ada sukro kembung lagi kali ini.

tak seperti biasa, pesawat parkir saya langsung menyelakan handphone, saya menuliskan perminttaan maaf karena pesawat delay dan lebih baik saya pulang ke Karawang saja pada pagi harinya, ucapan terima kasih menutup pesan itu. tapi balasan sangatlah cepat, dengan dalih tidak masalah menjemput saya, harapan dan kebingungan menghampiri otak ini. bus damri sudah ada lalu lalang di hadapanku pada dini hari, tapi saya sudah berjanji akan berkunjung ke rumah wanita yang sempat bertemu ketika gathering grup BD penus dan dia meminta saya membelikan sesuatu di kamboja.

circle K adalah minimarket di dalam terminal 3, saya kembali masuk setelah mondar-mandir mencari solaria tempat saya dan mas fadli ketemuan, tapi tidak ada, dan saya kirimkan lagi informasi kepadanya, dia memintaku menunggu. masuk ke dalam harus chek lagi. 2 cup mie ABC pedas menjadi makan sahurku, warga vietnam membeli mie serupa dan tidak ada garpunya, dimintanya punyaku. baikan gue pagi-pagi.

mantap surantap mie ini, lalu kulihat lagi diluar dan menyesali air yang kubeli karena ada tempat minum gratis sekarang, cukup  lama menunnggu dan melihat bus damri ada, hatiku bertanya “balik pake damri jangan ya?”

namun mas fadli datang dengan langkahnya yang tak biasa. kami pun bersapa dan segera memasuki mobilnya, agak canggung bagiku, karena sebelumnya saya tak pernah meminta orang seperti ini, bahkan saya tak pernah minta dijemput dari sekolah kepada orang tua atau siapa saja, tapi kali ini membuat saya tidak enak hati meriwehkan orang di subuh-subuh begini.

sepanjang jalan kami mengobrol dan merasakan kekaguman padanya, pria yang lebih tua dari saya ini memanggil saya MAS, aduh tidak enak rasanya. sempat kuliah di malaysia dan berhenti karena harus operasi kaki karena bekas jatuh saat bermain basket. lalu di mendapatkan kembali beasiswa turki dan madinah dan sekarang ia memilih kuliah di madinah, sungguh baik Tuhan mempertemukan dia yang mungkin di bulan-bulan biasanya berada di negri Nabi tersebut. sepeninggal ayahnya dia harus menjadi anak laki-laki yang menjadi tiang keluarga, namun dia menceritakan kembali dan membuat saya menarik kesimpulan, “meski ditinggal ayah, tapi pada akhirnya anda mendapat peningkatan yang mungkin tak bisa anda dapatkan jika ayah masih ada” dia mengiyakan, “kalau masih ada ayah, tentu saya akan tenang-tenang saja untuk memabyar sekolah, tapi karena hal itu saya bisa mendapatkanya dengan beasiswa” saya kagum padanya, dalam hati cuma bertanya “pintar bener nih orang”, lalu saya teringat apa sih yang telah saya dapat dan kerajakan selama ini, bahkan saya selalu kena marah akibat sifat saya.

beberapa jam saya berada di lingkungan sekolah islami yang dimiliki keluarga mas Fadli, luas dan nampak asri, sedang ada pembangunan di gerbang depan. saya tak banyak bertanya, hihijihihi tidur beberapa jam dengan ditemani nyamuk khas rumah banget.

jam 9 pagi kami berangkat ke rumah bu DIah, wanita yang percaya kepada saya dengan memberikan uang dengan sangat mudah untuk membeli hamock, tempat tidur yang dipasangkan di tiang. ada dua wanita yang menitip kepada saya dan ia salah satunya yang bener-bener baru kenal banget. selama diperjalanan saya mengeluhkan karena akan  tiba tengah malam, padahal bisa saja saya nginap di bandara, hehe dasar banyak omong.

ia yang sangat welcome membukakan pintu untuk aku inapi, tapi dia merekomendasikan mas fadli karena jarak rumahnya dekat dari airport. saat menju rumah bu diah kami kebingungan arah mana yang harus diambil. BBM, SMS, telpon menanyakan keberadaan rumahnya, dan pada akhirnya kami sampai. sepanjang perjalanan bareng mas fadli saya mendapat ilmu lagi, dia menceritakan hebatnya silaturahmi, saat itu saya berpikir hmm orang seperti saya ini yang sedikit temanya dan sekarang memiliki teman baru dikenal dan dia memberi pencerahan baru. mungkin saatnya bagi saya berubah untuk lebih banyak mencari teman semasih muda ini. saya hanya bisa diam kagum mendengar setiap ceritanya, mungkin itu yang membuat iya mudah bersilaturahmi karena dia sangat welcome terhadap orang baru. tak ada obrolan saya senggol masalah turki, rame juga pengalamanya ketika berkunjung ke turki. aduhh rasanya mengenal kata BACKPACKER itu sesuatu ya.

tiba dirumah bu Diah dan disapa olehnya, sejak pagi dia sms ke saya karena kami telat datang ke rumahnya, saya pun masuk dan menyimpan ransel gila ampe metet. kami mengobrol dan saat itu tidak cuma bu Diah yang ada dirumah, ada dua wanita yang sudah asik mengobrol juga. wah jadi ini perkumpulan dadakan. kami mengobrol ngaler ngidul dan jelas menanyai perjalananku sebelumnya, sebenarnya bu Diah dan temanya (mba Ana) ingin berdiskusi mengenai rute mereka yang akan dijelajahi pada september bulan depan. sudah gitu ada mba Nuniek yang baru pulang dari korea, saya yang ditanya kemana perjalanan selanjutnya. yaitu india malah berpaling lagi mengingat keinginan sebelumnya saat mendengar mba nuniek menceritakan KOREA Selatan. hmmm patut nih untuk dituju pada tahun depan.

setalah ashar mereka berencana akan buka bersama, mereka memaksaku tapi aku memilih untuk pulang saja dan mereka mau mengantarkan saya ke terminal kampung Rambutan (bukan di kampung rambutanya tapi di pasar rebo kalo gak salah, deket halte busway) kami berfoto dan berpisah saat bus Karawang muncul. mereka tahu itu bus karawaang dan saya bingung padahal saya akan mencari ATM terlebih dahulu sebelum naik bus tapi bus keburu muncul sialan. uang di kantong pas banget Rp. 9.500 untuk ongkos ke karawang, tapi bu Diah malah memberiku, padahal aku tak enak lah kalau dikasih gitu. ehk pas dijalan uang pada nyelap di tas pinggang yang ditaro saat di negeri orang.

sesampainya di karawang saatnya berbuka puasa dan uang dari bu Diah saya gunakan untuk beli minum. ahkk alhamdulillah.

satu hari di jakarta memang membuatku bingung tadinya, tapi aku menemukan banyak hal yang mengasyikan dan dapat belajar dari mereka sungguh luar biasa, apalagi teman yang kemudian kenal saat pertemuan di rumah bu Diah. setelah mendekati akhir perjalanan saya berkeliaran dengan seorang dosen dan kembali ke negara sendiri bertemu orang-orang yang sangat welcome. memberi inspirasi dan memperkaya silaturahmi itu tadi.

backacpkeran pada akhirnya tidak hanya sekedar melihat dunia orang lain, berkenelan dengan bule yang setiap bertemu pasti nanyanya gitu lagi, tapi bertemu dengan sama-sama orang indonesia membuat kita banyak lagi mendiskusikan pemikiran yang lebih luas, awalnya perjalanan seorang diri memang sangat baik dilakukan, tapi mencari teman untuk perjalanan lebih membuat berwarna lagi. tidak harus pergi dengan teman, lebih baik baru mengenalnya ketika bertemu di perjalanan dan menjadi travelmate.

menjelang Ramadhan kali ini saya diberikan banyak arahan baik. padahal kalau saya hanya dirumah saja tidak banyak hal berguna sama sekali. tapi melangkah sekecil apapun di luar memberikan peluang ilmu. saya tidak seperti mereka yang bisa sehebat itu pengalamanya, tapi karena backpacker ini saya mengenal orang-orang yang bener-bener welcome, tidak membedakan saya dari kulit atau muka saya.

saya ingin membuat sebuah buku, tapi sulit sampai sekarang mencari peluangnya. buku perjalanan sudah banyak apalagi asia tenggara, mungkin aku bisa menulis sedikit kisah saja tanpa materi yang diharapkan. yang kutulis bukanlah keinginan untuk pamer di blog ini, tapi ingin membagikan hidangan terbaik yang ditawarkan oleh backpacker. semoga ini menjadi hal baik untuk yang mau berkunjung ke blog saya ini. maaf jika tulisanya jelek sekali.

makasih ya ALLAH aku dikumpulkan dengan orang-orang soleh ini yang berniat akan melaksanakan umroh mandiri, permudah mereka ya ALLAH! dan jadikan mereka teman-teman yang terjalin baik silaturahminya denganku.

semoga banyak backpacker yang tidak hanya berniat mencari keasyikan lokal semata. semoga langkah para backpacker menjadi langkah yang baik dalam perubahan sikap bagi bangsa ini, semoga makin kaya dengan hal-hal kehidupan.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s