diinterogasi petugas kereta thailand

di hari ke lima belas atau enam belas saya masih di chiang mai, tinggal beberapa hari lagi saya pulang ke indonesia lewat HCMC. dan uang Bath sudah hampir habis maka dipilihlah kereta untuk keberangkatan jam 5 sore menuju kota Bangkok. seharian saya berpikir merencanakan apa saja yang akan dilakukan di bangkok. tapi dalam hati juga memikirkan untuk kembali saja setelah tiba pagi hari mengambil kereta lanjutan ke perbatasan. tapi hati menolak karena demi keamaanan. tapi jika kembali ke bangkok pengeluaran akan bertambah lagi.

kemarin tiket sudah saya beli, kali ini saya memilih untuk menggunakan hardseat dengan harga 271THB. sepertinya akan melelahkan karena perjalanan membutuhkan waktu yang lama, sekitar semalaman lebih.

seperti inilah kursinya, dan saat itu sedang low season, yang beruntung sekali kursi yang saya dapatkan dua-duanya kosong. jadi 4 kursi saya lahap semuanya. belum pernah menggunakan kursi ini karena biasanya menggunakan yang soft seat seperti ini.

kalou dikursi ini, ya tinggal ditekan tuasnya dan bisa tidur nyaman, tapi di hardseat bener-bener melelahkan, meski saya menggunakan kursi double dan bisa selonjoran namun tetap saja kursi tidak terlalu panjang sehingga kaki harus menekuk dan posisi tidur tidak bisa sebebas di kasur.

saya heran denga hurup 73, tadi siang ketika motret layar televisi di pasar chiang mai yang sedang menayangkan hitungan angka dalam bahasa inggris dan terpotret angka 73 juga.

matahari telah tenggelam, seiring itu saya kesunyian sendiri, pemikiran berkecamuk menghitung uang yang tinggal sedikit. meliha beberapa foto yang kudapat dari perjalanan ini. kusiapkan diri menyambut malam yang tak begitu indah, takut kemalingan dan segalanya. kursi yang kududki dekat dengan toilet terbuka, lebih tepatnya hanya ada dua wastafel dan keran yang tuasnya mesti diinjak.

lalu kucoba tidur setelah makan malam dengan makanan yang kubeli di kereta, sedikit bingung karena si petugas tidak bisa berbahasa inggris. tapi kumakan saja agar kekenyangan dan tidur.

makanan ini seharga 55 bath, dagingnya kan disimpan terpisah dalam wadah, jika ragu bisa dibuang kok. tapi telurnya itu tidak terasa apapun, yang bikin lumayan enak ya dagingnya itu, manis dan bercampur rasa daun serawung.

ransel itu kemudian saya ambil untuk mengganjal kaki di bagian tengah jok dan kumulai pelarianku lewat tidur malam ini.

pada malam hari saya terbangun setelah tiga orang mendatangi dan membangungkan malam itu, tidak terlalu menegangkan. hanya saja rasanya tidak nyaman sekali dengan sikap mereka, saya hanya takut terkena denda karena menggunkan kursi yang tak terpakai. tas pinggang diperiksanya dan salah satunya melihat paspor yang saya berikan. dia semakin penasaran setelah melihat paspor itu, dan meminta melihat ransel dibawah kakiku. saya hanya menunjukan bahwa isinya adalah baju-baju seperti salah satu baju yang disimpan diluar ransel di dalam pelindung anti hujan itu. tidak ada yang spesial, baju baru itu menjadi jawaban mereka.

lalu mereka melihat tiket dan melihat betapa kusutnya saya saat bangun tidur dan mereka pergi dengan menyerahkan paspor saya tanpa bicara apapun lagi. tidak ada yang mencurigakan dari saya, mereka hanya ingin memeriksa penumpang disetiap gerbong saja, dan saya memberikan paspor membuat mereka semakin ingin tahu, wong mirip orang lokal.

entah sudah lelah dan remuk rasanya badan ini menikmati jok kreta yang empuk-empuk keras gak jelas ini. tidak bisa bergerak bebas sehingga membuat saya kadang merasa sakit di beberapa titik badan ini.

pagi menjelang, kulihat di dalam tiket tertulis kereta akan tiba jam 8 pagi. tapi ini masih jauh bahkan belum sampai ke ayutaya, padahal jarak dari ayuta ke bangkok saja sudah dua jam. dan ini masih jauh, kereta benar-benar menyebalkan banyak berhentinya. memang berangkat siang hari pun pasti kereta akan tiba pagi hari, nah saya berangkat sore hari pasti kereta akan tiba siang hari. lalu kenapa tertulis pada waktu yang berbeda dengan kenyataan. benar-benar memuakan sekali.

semakin mendekati bangkok, se4makin menyebalkan, kereta lebih sering berhenti bahkan berhenti untuk menurunkan orang di tengah jalan yang mungkin adalah para masinis. yang lebih menyebalkan adalah kereta berhenti untuk mengalah dan memibarkan mobil lewat terlebih dahulu, sinting atau gimana ini tuh. kan biasanya mobil yang berhenti menunggu kereta lewat, tapi ini sebaliknya.

setelah tiba di statsiun hua lamphong saya langsung jalan menuju khaosan road, memang jarak tempuhnya sangat jauh, sehingga dijalan saya berpikir lagi untuk membeli tiket saja dan balik lagi ke statsiun, sebelumny saya juga mondar-mandir menanyakan tiket tersebut. karena takut keabisan makanya saya ingin booking, tapi gak bisa, tiket bisa dibeli saat kereta akan pergi pada hari dan menurut jadwal saja.

saat dijalan ada wanita yang menawari ML kepada saya, wanita sudah tuir, mungkin seumuran dengan ibu saya. dan ketika saya memutuskan balik lagi, saya harus melewati wanita itu lagi, dia lagi makan rupanya. dan ketika melihat saya langsung loncat dan berdiri, tapi tak mengejar. dia kira saya berpikir ulang untuk menerima tawaranya, sempat berhenti di sebuah pemberhentian bus, tapi kemacetan itu dan bus dengan nomor tujuan khaosan road tidak kunjung datang, akhirny asaya memilih pergi ke perbatasan dengan hati yang terus bertanya dan ketakutan akan terjadi sesuatu.

membeli mie di minimarket dan air. lalu membeli tiket ke Aranyaprathet untuk keberangkatan jam 1 siang, terlihat disamping penjual tiket ada mushola, lalu saya masuk dan bertanya ke tukang penjaga toilet. asli itu judes banget nyebelin, baru kali itu saya berani nunjuin kebencian saya pada rakyat negara orang.

gak jadi solatnya karena ingat pernah pipis dan gak dicuci bekasnya, jadi ya nunggu kereta saja karena sebentaran lagi.

kereta akan segera berangkat, saya pun bingung akan duduk dimana? tidak ada sistem nomor lagi, semua orang bisa duduk dimana saja, kalau tidak kebagian tempat duduk ya berdiri. gerbong kereta tidak terlalu banyak, dan kereta terlihat masih sangat baru. kami pun berangkat.

kursinya seperti ini, awalnya kursi sangat penuh, tapi kemudian saya bisa meluruskan kaki saya, dan tadi sempet merasa tidak nyanman taku membaui orang disamping saya.

sempat membeli kue brownies sebox

kereta berhenti di beberapa statsiun, waktu semakin larut sore dan kereta belum sampai juga di perbatasan, lalu saya akan bagaimana nasibnya? akankah terjadi hal buruk? dalam hati bertanya selalu.

ketika si petugas meminta tiket untuk dilihat dan menanyakan kemana tujuanku saya bilang “kamboja” dia memaksaku untuk pindah. orang gerombolan tadi yang masuk dari statsiun sebelumnya telah lebih dahulu digiring. saya disuruh pindah dan mengikuti petugas tersebut.

saya bingung ada apa ini, mau menjelaskan tapi mereka berjalan terus tanpa menghiraukan apapun. di gerbong paling belakang, ada tambang yang menghalangi di tiang, rupanya sejak awal itu adalah area tempat memisahkan orang-orang yang entah apa maksudnya.

kejadian itu tidak membuat saya panik, saya lantas menikmatinya. sudah banyak kerumunan orang yang siap diperiksa, begitupun dengan saya yang mungkin disangka penyelundup. melihat penampilan orang-orang desa itu terlihat begitu miskin. saya mencoba ingin menjelaskan tapi petugas yang berpakaaian biasa malah menekan pundak saya dan menyuruh duduk. “wah enak sekali, dipikirnya saya orang penyelundup negara apa” tak mau berlama-lama melihat mereka diawasi dan diinterogasi satu persatu, juga beberapa pemuda yang tersenyum cemas membuat saya muak lagi dengan petugas. saya tunjukan paspor saya, dan dia melihatnya. lalu saya bilang bahwa saya turis dan bla-bla-bla-bla. lalu dia membolehkan saya pergi dan tak jauh dari situ saya duduk di bangku kossong selonlonjoran, hal itu tak mampu membunuh waktu. keretapun tak sampai-sampai. muak saya jadinya.

dan sampailah di kota yang saya males ngucapin benernya. sore hari menjelang magrib. sial. tidak cuma diinterogasi, kisah gila di perbatasan juga ada di tulisan poipet. hahahahha

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s