berkeliling kota Da Lat Vietnam seharian penuh

Bus tiba pagi sekali sekitar jam 5 pagi. Saya keluar dan pergi ke toilet lalu melihat-lihat dan keluar. terminal yang bagus dan bersih, bus berwarna orange dan termibal ini pun banyak warna orangenya. Mungkin ini terminal yang masih satu perusahaan. Terminalnya besar dan megah, ada pom bensin di sebelahnya dan taman yang bersih di depan terminal. Rupanya cukup jauh dengan pusat kota, sekitar 2-3 km ke pusat kota. Tidak ada kereta memang ke  Da Lat ini. Saya mencoba jalan kaki dan mencocokan peta di mana saya sekarang, sayang petanya kurang luas dalam melampirkan informasi. Cukup jauh memang tapi setelah tahu puaat kota dalat untuk jarak seperti itu bisa saya tempuh dengan berjalan kaki. Tak lama saya masih bingung sekali, sudah ketemu sih tempat yang bisa dijadikan patokan yakni bubderan deket vietnam airlines counter. Namun temoat menginap yanv saya cari masih membingungkan, saya ditanya oleh tukang ojek dan kami sepakat dengan 20.000 dong mengantar saya ke binh yen hotel. Datang pagi hari disambut dwngan ngaungan anjing namun tak apa-apa meski saya takuy dengan anjing. Saya dapat kamar seharga $8 dengan dua kamar tidur di dalamnya, wifi, internet dan free wifi. Memang hotel yang saya inapi adalah rekomendasi dari penulis buku perjalan di vietnam. Namun tepat di belakang penginapan saya ada hotek rekomdasi lonely planet, tidak terlalu bagus. Bangunanya besar dan bertingkat, mungkin jauh lebih murah. Namun tak apa saya tak masalah karena sudah teelanjur. Saya mendapatkan breakfast pagi ini dan itulah moment yang sangat menguntungkan bagi saya ketika darang pagi hari ke sebuah kota, apalagi ini harga penginapan cukup mahal bagi budget traveller seperti saya. Mie ramen dan kopi saya pilih dan kalo dibayar itu sekitar 30.000 dong lebih. Karena ketika saya akan sarapab si petugas memberikan kertas menu, ada 5 jenis makanan dan 5 jenis minuman. Saya pilih yang agak murah lah, gak enak hati juga. Wah diaini komputernya bisa buka fb. Setelah siap saya mulai menjelajah, ya menyusuri setiap gang kota hingga ke ubek. Dengan pedenya saya ngikutin cara carol. Mengecek beberapa penginapan, dan hasilnya widih untuk hotel kira-kira $11-20, gusthouse dan hostel $7-11 tanpa breakfast. Banyak memang penginapan setelah di ubek di beberapa pinggiran jalan tak jauh dari lake. Ahk saya merasa bersyukur jadinya karena harga penginapan yang saya dapat cukup murah. Berjalan di pusat kota tak hanya menyajikan gwdung yang bagus atau unik, saya berjalan cukup jauh seperti biasabua sampai ke perkevunan di dekat kota, dari mulai sayuran hingga kebun bunga, saya mampir ke kebun bunga dan sangat baik sekali memperbolehkan saya mellihat dan berfoto. Saya memnita beberapa tangkai bunga. Ada patung budha besar yang terlihat jelas ketika berjalab dan saya mampir melohatnya, lalu balik lagi dan masuk ke sebuah jalan kecil yang bersebrangan dengan jalan dimana tadi saya muncul setelah melihat kebun bunga, saya berhenti di sebuah rumah tempat membungkus bunga yang akan sial dijual. Lumayan lama melihat cara mereka mengepack bunga. Saya kebingungan dengan satu jalan besar bernama Dinh Tien Hoang, akhirnya saya kembali ke jalan yang sebelumnya tapi ada alternatif lagi dan saya menuju ke danau tapi kaki ini melangakh ke sebuah kerumunan dan semakin lama kerumunan itu begitu ramai dan ternyata itu merupakan pasar terbesar di da lat city. Ada beberapa pasar memang, namun hany ini pasar yang sangat besar. Di pasar ini beraneka ragam bisa didapat, yang paling banyak adalah penjual bunga, sayuran dan buah. Rame banget aktifitas di pasae ini, berseliweran pembeli dan tukang ojek. Kembali ke penginapab dan rehat beberapa jam, makan mie gelas karena saya dapat memasak air dari teko pemanas yang tersedia dan makan ayam sisa yang dibawa dari rumah, sudah agak berbeda rasanya sedikit tapi tetep saya makan beberapa potong lagi. Lalu sore hari pergi ke Da lat catedral dan crazy house. Masuk ke crazy house dan membayar tiketnya, cukup seru karena memang rumah aneh/gila ini unik. Saya sempat tegang ketika naik ke alur jalan di ketinggian rumah tanpa pagar yang tinggi. Bangunan dan dekorasinya aneh dan unim itu yang menbuat tempat ini banyak dikunjungi. Saya jadi ingin membuat bangunan gila seperti itu, ada kios oleh-oleh juga dan dibagian belakang sedang ditambah bangunan lagi. Balik ke penginapan dan mencari nasi, saya kira setelah membeli nasi saya dapat menyduh mie karena pada siang hari pun saya dapat menggunakan teko pemanas air. Namun setelah dicoba bebrapa kali tidak bisa alhasil saya makan dengan bumbu mie saja. Mengenaskan memang. Melihat acara televisi yang lumayan lah, di sini banyak chanel yang bisa dipilih hingga 60an lebih baik tayangan international maupun intrnational, saya bangga dengan indonesia meski tayngan lokal tapi banyak pilihan namun yang mengecewakan itu banyak iklanya tak seperti disini, pantas saja kalo ada tayanga drama asia bisa dua jaman di negaranya tapi masuk indo jadi sejam atau lebih karena durasinya di potong iklan. Tayangan drama lokal seperti film-film tpi atau mnc lah. Berita pun malah bagusan tpi. Lagi-lagi drama korea dan K-Pop, drama korea yang sering saya tonton di indosiar sangat baik dubbingnya, mulutnya ngepas dalam intonasi penyampaian maksud dan dialog antara duber pria dan wanita baik, karena di indosiar tak hanya drama korea ada juga film kartoon, pada bagus-bagua kan? Sedangkam disini hanya ada satu suara cewek yang mentranslete semua percakapan film. Udah gitu gak ada serunya ketika berucap, atau karena bahasa vietnam sulit untuk di apply ke drama yang di dubbing? Kadang si pemain yang ke suluan ngomong atau kadang si dubers yang sudah bacaain artinya duluan dari pada pemeran. Entahlah aneh. Acara international seperti dw, mtvchina, dan lainya ada. Saya lihat acara fashion dan saat itu di sao paulo, kaki si model kecil-kecil banget, segede bamboo kali ya. Atau mungkin itu yang membedakan model di liar negri karena of course mereka pada tinggi. Saatnya tidur, pagi bangun dan istirahat santai samvil wifian. Lama berpikir lebih baik saya ke natrang jam 9 pagi dari pada siang hari karena mungkin tak banyak penginapan murah disana? saya membeki tiket di penginapan seharga $7, lalu saya pilih menu brakfast yaitu roti keju dan teh hangat, makanan datang ada roti keropos dan keras luarnya atau roti perancia, keju, pisang (cau siem) dua biji, teh anget, dan gula. Dan kalau di uangkan lebih dari 30.000D. Tidak buka fb di komputer, saya balik kamar karena saya harus pergi jam 9.15, rehatan dan mandi lalu minivan menjemput lebih 15menitan dari waktu yang ditentukan dan masuk ke mobil lalu menjemput penumpang lainya di bebrapa tempat. Setibanya di terminL saya tukarkan bon di hotek dengan tiket bus, sama saja sih beli di hotel atau langsung jg, paling beda 20.000D itung-itung bayar mino van yang negnterib sampe terminal. Jam 10 pagi bus akan berangkat dan saya hanya punya waktu tiga menitan sesampainya di trrminal. Masuk bus dan menyamankan diri Di trrminal phuong trang atau FuTa ada koneksi wifinya, toilet bersih, tuang tunggu yang banyak dan nyamam di dalam ruangan juga mini market. Jadi mungkin kalian bisa menginap atau enjoy-enjoyan wifi di terminal.

 

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s