bingung di Nhat Trang, balik ke saigon

Hari ini saya masih bingung akan kemana, akhirnya saya putuskan untuk ke lin son pagoda dan peninggalan candi hindu.
Breakfast kali ini adalah tea hangat dan roti panggang dengan double egg. Setelah makan saya bertanya berapa harga permalam di son and dougther guesthouse, rupanya hanya $4 dan itu dorm dimana diisi oleh 20 orang.
jalan kaki ke linson pagoda cukup jauh namun gampang sekali karena hampir semua jalan sudah ada petunjuknya.
lin son pagoda ada di bukit yang cukup tinggi, tidak berbayar untuk masuk ke dalam area ini. Masuk dan menaiki beberapa tangga yang cukup melelahkan namun di atas sudah ada pating budha besar dan di pinggirnya ada kumpulan abu yang meninggal. Saya tak melanjutkan masuk ke peninggalan candi, saya keluar dan melihat ada dua ibu-ibu adu mulut, entah apa yang mereka katakan dan saya cabut. Sebenarnya saya tidak mengunjungi situs candi hindu itu karena bingunh dimana, saya hanya mengelilingi area bukit luas dan tak menemukan apa-apa dan mungkin status itu berada di belakang patung budha dan saya males masuk lagi karena nanjak.
Saya berniat untuk mencari bua ke Hoi an atau Danang, sudah masuk ke stasiun kereta tapi tak bertanya apapun, ke beberapa agen travel pun bus sudah penuh semua.
Es tebu cukup menyegarkan dan murah juga. Terdapat di dekat pasar si natrang, pelayanya masih muda dan sangat ramah.
Sada satu bus yang bilang masih ada kursi untuk malam ini, namun ketika saya balik lagi setelah check out kdari backpacker house bus telah penuh dan saya menyerah tapi males untuk balik lagi mengingat kejadian aemalam.
Akhirnya saya berpikir untuk mencari tiket kemanapun uang penting besom pagi saya ada disebuah teempat. Saya menemuka. Satu travel agent dan cukup ramah beberapa rute telah saya tanyakan namun mereka tak begitu mengerti dengan apa yang saya inginkan karena tidak terlalu bis berbahasa inggris, saya yang sudah berjalan setengah hari ini beristirahat selama dua jaman dengan mengobrol dan berinternetan, di sana tidak banyak pengunjung dan saya enjoy dengan mereka yang berInteraksi dan interes kepada saya.
Saya menitipkan ransel dan pergi jalan karena masih lama sekali. Sekitar jam tujuh malan bua berangkat.
Ketika saya kembali hanya tingg satu orang yang mengobrol dengan saya di siang hari, wanita yang banyak bertanya telah pulang dan saya sempat memberinya mie rasa soto dari indonesia yaitu indomie.
Dan cukup lama saya menunggu dan mwngbrol sambil kadang chatingan karena ia tidak begitu berbahasa english. Seru dan kami saling bersenda gurau.
Hingga dia pulang kerja fan berusaha tetap menghubungi, saya pun dijemput pick up dan menuju terminal, ternyata bus saya ada di terminal yang siang tadi saya temui dan kalo beli langsung jatuhnya jauh lebih murab cuma  100.000 dong. Kami sempat miss komunikasi karena bhasa dan ya akhirnya saya bisa masuk dan tidur setelah beberapa kali pundah-pindah, busnya tidak terlalu bagua tapj di dalam bersih lah.
Saya mendapatkan bus sleeper, ini kedua kalinya bagi saya namun yang ini berbeda desainya dari segi penempatan kursi tidur tersebut. Bus pun akan berangkat dan selama di jalan bua kenceng sekali, kalau ada kebdaraan lain di depan si supir menekan kelaksonya dan seperri kesetanan hinggu membuat perut terkoyak dan pusing. Tapi saya selamat tiba di saigon pada pagi hari.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s