hociminh jalan-jalan gak jekas

subuh pagi ini, penghuni dorm masih pada ngorok dan cuma hendrik yang sudah rapi. Saya oun mandi dan mengambil titipan karena saya butuh henpon dan barang lainya. Saya oun pergi jalan-jalan pagi namun saya balik lagi setelah satu jam lebih.
Kembali ke penginapan ada warga lokal juga yang akan menginap, saya melihat carol sibuk dengan kopernya dan beres-beres.
Kemudian dia menceritakan tentang hendrik yang menggangunya semalam, saya tidak enak dengan anak muda vietnam itu mendengar apa yang kami bicarakan. Hendrik menggangu carol semalam dengan alasan ketakutan, apalah, inilah. Saya hanya terkejut dan ketawa saja melihay gelagat carol ketika bercerita dan mengingatkanya “this is a crazy town” kami tersenyum.
saya rehatan di kasur dan membaca buku, karena orang vietnam itu todur di ranjang sebalah saya, saya tanya saja dia dari pada diam saja. Nyengir-nyengir aja tampang baiknya, dia tidak bisa berbahasa english, padahal dia sedang belajar beberapa buku dan saking niatnya bawa meja lipat segala, akhhh.
Saya jadi bingung dan lihat buku apa yang dipelajari, seperti matematika tapi lebih rumit. Lalu hendrik datang dan berganti baju, saya suruh tanya si anak muda itu pake bahasa vietnam, ternyata yang lagi dipeljari tentang marketing, dan umurnya masih 18 tahun, padahal bulu kakinya banyak sekali. Saya jadi heran dengan orang vietnM dua ini, apalagi carol udah dehkk itumah jangan ditanya pasti ngelucuin.
Carol dan hendrik bertemu, mereka berguyon, ketika hendrim telah pergi seperri biasa crazy town. Saya lanjutkan lagi baca sambil tiduran, lalu masuk dua cewe bule dan pekerja travel untuk menunjukan kamarnya. Dia memilih kasur mana saja yang bisa ditempati. Saya pun mandi lagi dan membereskan semua barang. Rencananya saya akan ke Da lat malam ini. Saya dan carol pergi ke agen bus PuTa. Setalh membeli tiket kami berpisah karena saya akan mengunjungi beberpa musium dan carol tidak berencana itu hari ini. Saya pergi ke musium independence, war musium. Tak ada yang saya beli pagi menjelang siang itu.
Setelah ashar di masjid jami saya bertemu lagi dengan dua orang muslim yang kemarin bertemu dan membuat saya berkaca-kaca karena saya lapar dan mereka mengira saya orang jahat karena tidak mau menjawab pertanyaan saya karena saya maen tanya aja.
Saya pergi ke penginapan dan membawa ransel yang sudah rapi, lalu ditipkan di counter tiket bus dan pergi ke mesjid.
Setelah sembahyang dan mendapatkan informasi dan kartu nama saya pulang dan makan malam swndirian di tempat makan indian food kemarin. Saya ingin bertemu dengan carol tapi tak dipertemukan lagi.
Kenyang dan nikmat sekali, 30 menit lagi akan berangkat saya segera ke counter bus dan menunggu. Ruang tinggu dan ruang pembelian tiket dibedakan, ada dua ruko yang digunakan. Tepat di atas ruang tunggu adalah hotel dan disebelahnya adalah restaurant coffee. Di dalam ruang tunggu terdapat alat pijat, air galon gratis dan ada cup nya. Televisa dan fan.
Bus pun berangkat dan berhenti di bebrrpa titik counter perusahaan yang sama. Lalu lanjut lagi dan beberapa saat saya tidur.
Bus berhenti untuk istirahat dan saya hanyaenunggi di bus berasama orang yang duduk sebelah dan yang lainya sambil tidur.
Tidur saya tidak nyaman ketika berhenti ini, buset perasaan saya ingin mencopot semua tubuh saya karena sakit dan pegel. Rasanya otot-otot lemas dan itu terasa hampa dan tak ada tenaga. Setelah bus bergerak lagi tidur saya pulas.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s