pagi hari di Border

suatu pagi setelah sarapan dengan telor goreng yang dicincang, ada tea/kopi dan juga roti. bayangin dong gue gak biasa banget makan kaya gitu. roti tawar yang cukup keras denga berindilan telor dadar dan tea yang agak sepet. kalo makan bareng bule tuh sedikit khawatirnya gue malu-maluin diri sendiri. apalagi kalo cara makan pake garpu.

penginapan yang berada di pinggir sungai mekong dan terlihat di seberangnya adalah negara Laos PDR. sarapan itu gue nikmatin dengan perasaan memaksakan makanan masuk. untuk ada saus cabe, setidaknya ada penambah selera makan.

setelah sarapan kami beres-beres. dan mobil bak yang sudah dimodifikasi mengantarkan sampai ke sebuah pos dimana akan dipilah mana yang menggunakan bus atau boat selama nanti di laos untuk ke berbagai kota.

setelah ditempeli sticket dengan tulisan yang disingkat gue pun lanjutin lagi perjalanan itu. si bapa tadi juga adalah saudara pemilik penginapan yang gue inapi dan kemarin dia menemukan tas pinggang gue. beruntung di tas ada poto jelek gue, ya akhirnya gue dengan bingung ga jelas baru tidak menyadari ada yang hilang, tapi si bapa kekeh ngajakin gue ke pos, dan ternyata bener. teledor banget dah. gitu tuh kalo traveling sendiri, masih beruntung masih ada yang nemu. coba kalo ilang. buset dahkk.

lalu jalan ke imigrasi dan beruntung bahwa sekarang orang Indonesia tidak memerlukan lagi Visa On Arrival untuk mengunjungi laos. dan gue udah nyari tahu sejak beberapa bulan sebelum berangkat, kalo gak gratis, mana mau gue ke sana.

dan pagi itu ramai banget, baik oleh para warga lokal atau turis, terlihat orang yang sedang sibuk akan sekolah di luar negri (meski negara tetangga), orang-orang yang mungkin berkeja di Laos dari Thai atau sebaliknya.

setelah urusan keluar imigrasi Thailand selesai, gue tunggu rombongan yang tadi bareng. gak apa-apa sih karena gue udah ditempelin stiker, tapi buat jaga-jaga saja karena takutnya gue nanti kebingungan.

saatnya menyebrang ke laos, ada perahu kecil yang sudah ramai mengantarkan orang ke perbatasan Laos/Huay Xai. agak takut juga, karena sungainya gede banget, airnya coklat seperti bajigur dan perahunya kecil tapi ditunmpangi banyak orang.

sudah nyebrang dan sampai di perbatasan, gue pun langsung naik ke pos imigrasi dan ramenya gila, bener-bener dahk. turis yang mengurus visa paling ribet. dan rupanya ada juga kok bikhsu yang saling pindah negara, mereka juga bawa paspor.

perbatasan ini biasa aja, dan terlalu kampung banget.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s