Transportasi kamboja gak seram aghkk!

ternyata kamboja masih sedikit was-was untuk dikunjungi dalam benaku, karena hingar bingar pemberitahuan yang diinformasikan beberapa orang agak sedikit membuat paranoid.

Akhirnya memang segala sesuatunya  mesti penuh kehati-hatian. Namun ternyata orang kamboja malah lebih ramah sekali dan sangat mau sekali tahu tentang apa yang kita ceritakan. Terlihat dari rasa interest mereka ketika ingin mempertanyakan sesuatu atau mendengarkan.

Ya sama halnya dengan di Indonesia yang sudah membuat ketakutan untuk keluar ketika mendengar banyak sekali cerita-cerita yang berlebihan mengenai kejahatan di transfortasi, pemberitaan hipnotis di area-area tertentu, penjambretan atau bahkan penculikan. Rasanya Indonesia malah lebih gila untuk segi kejahatan di mata pengunjung yang mendengar berita-berita indonesia. Sehingga orang keluar (daerah) pun sudah takut terlebih dahulu.

Kaitanya dengan kamboja, saya beberapa kali naik bus malam dan itu aman sekali, tidak terjadi apapun.

Pertama kali naik bus dari Vietnam ke Phnom Phen (ibu kota Kamboja), keberangkatan jam 12pm -10 am dan aman meski melewati pintu imigrasi. Kemudian dari Phnom Phen melanjutkan ke Siem Riep dengan salah satu bus yang kurang diminati oleh turis/bule dan aman kok. Begitupun saat ke bangkok dari kota siem riep, itu juga aman. Hanya saat kepulangan dari Bangkok ke Phnom Phen melalui perbatasan Poi Pet itulah yang sedikit membuat deg-deg an. Hanya di situ saja yang sedikit membuat saya geram ketika di kamboja. Selebihnya kamboja sangat menyenangkan.

Ketika aku di penginapan di Siem Riep, betapa menyenangkan sekali. Ramah sekali orang-orangnya, begitupun ketika di pasar, para penjual yang ramah. Pokoknya kamboja bener-bener kaya rumah sendiri/ negeri sendiri. Lingkungan, cuaca dan aromanya. Bener-bener kaya di indonesia. Mungkin karena aku juga mudah mendapatkan makanan sehingga tidak peduli lagi dengan kesengsaraan makan yang mesti diperhatikan. Jadi mungkin yang membuat traveling sedikit menyenangkan karena banyak makanan yang mudah dikonsumsi untuk kita.

Selain itu penumpang kendaraan di kamboja sangatlah diperhatikan, tidak seperti di sini, ketika si supir mau berangkat ketika penumpang hampir tumpah dari sebuah bus. Bahkan saya suka kesel ketika tidak kebagian tempat duduk, tetapi mematok harga tarif bus yang sama dengan penumpang yang dapat kursi (seperti Karawang-Bandung).

Menyebalkan memang jika terus berkaca pada negara sendiri yang malah kalah dengan negara orang yang masih jauh tertinggal. Jika negara indonesia juga termasuk yang tertinggal lalu bagaimana negara yang dikatakan tertinggal dari Indonesia. Tapi dari segi transportasi saja Indonesia kalah olehnya.

Tiket bus malah dimasukan ke dalam amplop dan ukuran tiketnya memang gede. Dan juga mungkin karena tarif transportasi di negara ini masih murah sehingga hal yang saya sampaikan di atas sering terjadi. Padahal di negara orang harga tiket bus sudah lumayan. Untuk ke Yogya saja dari Bekasi perlu beberapa jam dan harganya masih murah. Sedangkan antar kota di kamboja 5.8 jam dihargai 70-90 ribu rupiah.

Ayo dong Indonesia bergerak, sepertinya transportasi tidak mau berubah, premanisme, pemalakan, kejahatan, terjadi di terminal-terminal. Carut marut lalu lintas dan jalanan. Ayo dong. Masa kalah dan kapan kita mau sejajar dengan negara yang banyak menyepelekan bahkan menodai kita.

 

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s