Apa yang sedang terjadi

lagi-lagi aku harus mengungkapkan rasa syukurku memiliki kehidupan yang seperti ini, aku merasa terbantu dengan kondisi ekonomi keluarga yang jauh membaik dan bangkit. namun aku merasa selalu pesimis dengan masa depanku yang telah kugambarkan sendiri, tapi aku bicara pada semua orang seakan masa depanku akan gemilang. memang memiliki mulut yang terlalu mengumbar segalanya itu berbahaya sekali.

dalam tekadku memang aku harus membentuk pribadi yang super berkualitas agar aku mampu mengejar itu kesuksesan, namun tak mudah bagiku karena aku terlalu sensitif terhadap masalah yang kecil, rasa tidak percayaan, buru-buru, suka memperkirakan yang negatif dan tidak jujur pada diri sendiri. hal itu yang menyebabkan aku terhambat melakukan gerak-geriku.

entah umur mungkin yang membuat aku tak terendali seperti ini, rasanya ingin sekali kembali ke masa SMP, aku bekerja apapun dengan sangat giat, tak peduli dengan masalah personal yang selalu membuat aku bermasalah dengan pemikiran orang lain. Tuhan memang membentuk keluarga kami menjadi orang-orang yang rajin bekerja, gemar bekerja dan bekerja dengan gerak cepat dan banyak menghasilkan. aku percaya dengan perkataan “bahwa orang sukses memiliki cara kerja yang khusus”.

karena pekerjaan yang kuhasilkan lebih banyak daripada yang lain, kadang orang yang aku bantu pekerjaan malah seperti yang tak mau dibantu. padahal itu usaha orang tuaku dan aku berniat untuk membantu mereka dalam pekerjaanya agar cepat selesai, namun tak begitu. karena pendidikan yang minim dimiliki oleh para pekerja dan semangat bekerja yang kurang sehingga mereka berlaku seperti itu.

aku kemudian suka males membantu mereka lagi, karena mereka berupaya untuk bagaimana caranya agar aku tidak membantu, berlaku curang dan tak wajar. aku pun mengira semuanya dan masih bisa sadar, lalu aku mundur secara perlahan dengan tidak terlibat pada pekerjaan tersebut. tapi aku kesel sekali dengan kinerja mereka yang tak menghasilkan banyak. padahal jika aku ikut terlibat mungkin akan menghasilkan dan meringankan pekerjaan mereka.

aku pun menjadi tak terkendali dengan orang yang bekerja, padahal kurang apa yang telah aku lakukan untuk mereka. lebih dari cukup, bahkan pikirankupun terbagi karena memikirkan kesejahteraan mereka yang harus mereka dapatkan. huh ya ALLAH harus gimana ini tuh sebenernya?

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s