Backpacker

kenapa sih setiap orang mengatakan, atau membuat deskripsi degan kata Kere di belakangnya. padahal menurut gue Backpacker itu bukan perjalanan dengan bawa Backpack dan kere-kerean. memang istilah itu hanya untuk menandakan bahwa siapapun dengan duit seadanya bisa melakukanya. maka dengan mudah dideskripsikan seabagai ‘kere’.

penomena baru memang, semua orang kini mengenal apa itu backpacker, dan berbondong-bondong melakukan perjalanan dengan embel-embel nama Backpacker. yang jelas pasti ngomongin biaya yang murah dalam melakukan perjalanan. sama seperti awal gue mengenal backpacker. begitulah.

namun yang kemudian gue prinsipkan bahwa, Backpacker adalah perjalanan yang sangat unik, dimana gue kudu bisa bertahan dengan uang pas-pasan di negara atau tempat orang lain. setelah gue banyak mendapatkan share dari berbagai temen. bahwa backpacker itu sendiri lebih ke arah menjadikan seseorang pintar dalam melakukan perjalanan.

kita tidak perlu berkere-kerean ria, membawa sleeping bed, tidur di pom bensin. menggelandang di depan toko atau numpang di pos polisi. berlebihan sekali memang dan menyusahkan diri sendiri. selain adanya ajang silaturahmi dengan orang-orang luar daerah, kita juga bisa mengandalkan cara lain, karena memang tidak bisa kita sepenuhnya mengandalkan fasilitas silaturahmi yang disediakan beberapa website.

menjadi Backpacker, bisa juga menikmati kemewahan duniawi ketika berpetualang, seperti menikmati hotel berkelas karena promo harga yang murah. menikmati maskapai penerbangan dengan promo yang murah, menikmati kereta eksekutif dengan harga kelas ekonomi, karena promo. dll. nah dengan menjamurnya internet dan bukan sesuatu yang sulit juga untuk dikonsumsi Internetnya. maka pintar-pintarlah mendapatkan informasi yang menguntungkan seperti itu.

tidak perlu menunggu promo tiket pesawat, baru anda pergi backpackingan. gue lebih suka orang yang tiba-tiba ada di Hawai, Peru, Rusia dan negara-negara lainya. padahal tiket pesawat kesana jarang sekali ada yang promo. tapi mereka pergi bukan karena itu, mereka pergi karena hasrat akan jiwa petualangan dirinya. bukan yang hanya memanfaatkan sesuatu karena promo tiket dan bisa mejeng di luar negri. karena petualangankan menurut gue lebih ke arah apa yang kita inginkan, bukan apa yang harus kita bebankan. rasanya menikmati suatu tempat yang benar-benar diinginkan adalah suatu kenikmatan, daripada menikmati perjalanan karena membeli tiket promo. tujuang adalah yang utama.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s