cobaan dan perjuangan dalam usaha

12 Tahun lebih kami (keluargaku) menekuni usaha ini, usaha yang telah merubah keadaan kami. kedua orang tuaku yang tak henti-henti bekerja siang dan malam, bahkan ketika aku terbangun oleh sengatan nyamuk, terdengar suara ibu yang sedang memotong sayuran atau menyiapkan masakan untuk esoknya. itu mungkin hanya contoh kecil sebagai ilustrasi bahwa hasil yang kami dapatkan hari ini adalah buah kerja keras dan keuletan.

akupun terus belajar dan memantaskan diri untuk bisa sepertinya, biasanya aku malah menikmati kemalasan, walau sebagian mengatakan aku proaktif namun aku selalu berpikir dan merasakan bahwa terkadang aku begitu malas dan membuat alasan sendiri untuk menghindari pekerjaan, atau karena memang lingkungan kerja yang kurang nyaman, namun aku butuh duit dan tanpa membantu mereka, aku tidak mendapatkanya.

tahun demi tahun berganti sehingga produk yang kami tawarkan telah memiliki nama yang cukup terkenal di Karawang. setiap tahun ada beberapa orang yang melamar untuk menjadi pedagang kerupuk, mereka pindahan dari pabrik sebelumnya atau bahkan tetangga kami yang di desa minta dibina dan dibantu dalam perekonomianya dengan cara ikut berjualan.

semakin banyak pedagang, tidak dibarengi dengan semakin mudahnya mendapatkan pekerja/buruh dalam bekerja. sehingga permasalah yang terjadi pada kami adalah penyedian produk pokok (kerupuk mentah) yang menjadi akar dari perkenomian pabrik ini.

setiap hari aku selalu was-was dengan keadaan di rumah, bagaimana dengan esok hari, apa kejadian yang akan terjadi lagi? pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang membuat aku stres dan ingin berteriak. suasana jadi tidak nyaman dengan suasana hati orang-orang yang penuh dengan ketidak tenangan.

hingga pada kenyataan sekarang ini, benar-benar tidak ada pegawai. dan apa yang harus aku lakukan? ya aku bekerja dengan dibantu pegawai yang tersisa, namun mereka pun tak tentu apa mereka akan tetap bertahan? semua terasa berat aku jalani, berat karena segala mimpi dan kegitan yang mengasyikan akan terhambat karena aktifitas yang satu ini.

aku berfikir secara positifnya ‘ok, aku bekerja dari subuh sampai ashar. mungkin aku bisa mengurangi rasa ketidak bergunaan waktu yang dijalani tanpa bekerja, dan aku juga bisa belajar terus cara membuat produk yang baik seperti apa?’. ALLAH itu adil sekali, dan maha pemberi kebaikan. aku diberikan gerakan yang cepat dari yang lainya, bahkan para pegawai ketika aku bantu merasa sangat terbebani karena terasa sangat kewalahan dengan cara kerjaku. padahal aku bekerja untuk membantu mereka, agar mereka cepat selelsai dalam bekerja, nyatanya mereka berlaku curang, dan aku kadang menjadi tidak semangat dan akhirnya memalaskan diri.

perdebatanku dengan orang tua apalagi ayah, rasanya sangat sering sekali. bahkan kadang omonganku sangat keterlaluan, kami sulit sekali berkomunikasi dengan halus, seperti sahabat antara anak dan ayah. karena ayahku terbiasa dengan sikafnya yang keras dan seperti tidak mendengarkan nasihat atau masukan orang lain. terutama aku yang dia katakan bahwa aku tidak boleh mengajarinya.

aku selalu memberikan masukan-masukan mengenai lingkungan pabrik dan sistem yang harus kita perbaharui, bahwa semua ini memang terasa tidak nyaman untuk dijalani. aku memiliki ketertarikan pada bidang ini, aku rasa aku sangat penurut, dan tidak akan merugikan dirinya dalam hal ini. tapi mengapa dia tetap seolah banyak berpikir?

kadang aku kesal dengan pemikiranya, uang yang kami pinjam dari Bank yang aku pikir untuk investasi mesin produksi baru, malah digunakan untuk membangun bangunan yang tidak menjalankan roda ekonomi. aduh kadang gereget dan selalu menggerutu. makanya selalu aku pasang muka datar dan manyun ketika di rumah. aku rasa semua inovasi yang aku berikan tidak pernah dihargainya, padahal aku ini selalu diolok-olok apa manfaatnya aku Kuliah? ketika aku berbicara menganai kepedulianku pada usaha ini, nihil. tapi sering tak kusadari bahwa dia itu mendengarkan dan menjalankan dengan diam-diam, tapi terkesan lamban.

aku gak tahu dengan semua rencana-rencana yang aku inginkan kedepanya akan seperti apa? apakah jadi aku lakukan atau tidak dan bagaimana jika itu adalah sebuah janji?

aku memang menikmati setiap pekerjaanku, aku selalu berusaha sempurna untuk mengerjakan hal tersebut. apalagi ini produksiku sendiri dan aku harus memperbaiki produk yang hampir rusak selama setahun ini. kondiri perusahaan ini agak parah, produk rusak dan pasaran dan problema tahun ini cukup mengacak-ngacak kepribadian manusia yang ada di lingkungan ini.

beberapa pedagang sudah ada yang keluar dan pindah ke pabrik yang lain, dahulu pun ada, namun mereka tidak makin berkembang ketika keluar dari pabriku. ya besok mungkin pekerja hanya beberapa orang, namun aku harus terus berjuang dan semangat mengejar ini semua. aku harus membuktikan bahwa aku bisa bertahan, bisa mengejar cita-citaku dan terus belajar (padahal ini yang membuat aku menangis). aku tak boleh mengecewakan orang tua, cukuplah dari omonganku namun semangatku tak boleh pudar. ini demi masa depan, demi menjadi eksportir. ataukah aku harus berhenti kuliah dahulu? tapi aku ingin mengejar semua ambisiku?

ya ALLAH permudah itu semua, terima kasih atas karuniamu pada kemampuan bekerja pada keluarga kami, meski orang sedikit tapi kami mampu menyiapkan persedian stok cukup banyak. pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh 6 orang lebih setara dengan hanya 4 orang kami kerjakan dan lebih cepat.

ya semoga ini memberikan pelajaran kepada Ayahku dan kami, semuanya harus mengikuti perkembangan dan menyesuaikan perubahan pola ekonomi orang lain. uuuhkkkkkk susah banget sih ngasih pemahaman kaya gitu doang.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s