tikus si Pencuri uang satu jutaan

hari itu aku tak begitu semangat untuk kerja, badanku seperti tak nyaman untuk beraktifitas. bahkan produk yang aku hasilkan ternyata banyak yang gagal akibat mesin adonan rusak dan aku membuat adonan secara manual, yaitu aku aduk sendiri dan itu membuatku lelah banget.
pekerjaan telah selesai, sore hari sebelum aku akan pergi kuliah, aku tak melihat uangku. padahal sebelumnya telah aku rapikan, namun nominalnya aku tak begitu dihitung. saat itu aku telah berspekulasi bahwa uang itu telah hilang. seseorang telah mengambilnya dari kamar dan adiku yang memang menjadi langganan tuduhan, membuat aku berpikir negatif padanya.
saat itu aku marah besar, barang-barang aku lempar, satu persatu aku cek. aku marah sekali, terus saja aku bergumam sendiri di kamar. ternyata fix tidak ada. dan semuanya telah hilang, tapi di dompet adiku yang paling kecil ada uang 200 ribu rupiah, dan ibuku menuduhnya, karena ketika maen dia benar- benar lupa diri.
ibukupun mengganti uang tersebut, mungkin untuk menenangkan diriku dan agar aku tetap mau bekerja. namun aku tetap saja kesal, hingga kaca akuarium pecah karena aku pukul dengan menggunakan modul.
dan hari ini, masjid di sebelah rumahku hampir selesai. beberapa pegawaiku beribadah kesana. aku pikir mushola yang merupakan ruangan besar seperti kamar, tidak digunakan kembali.
aku pun berencana untuk pindah sudah lama sekali, aku ingin kamarku lebih besar dari sebelumnya. setelah kerja usai, box-box, meja, lemari. aku pindahkan.
aku ingat pelindung keyboardku jatuh kebawah kasur. kutarik kasurku dan lihat sekitarnya.
beberapa hari aku tinggal kamar ini dan tak begitu kupedulikan.
hah kok banyak tumpukan kertas, dan kulihat ada lembaran berwarna merah dan biru. aku korek lagi dan mulai kuingat, uang yang mana ini?
semakin kutarik spring bed itu dan kukorehkan kumpulan kertas itu. tak lupa ku foto tumpukan itu. aku pun menunjukan ke ibuku, bahwa mungkin ini uang yang dulu ilang. semakin dikoreh-koreh uang semakin terlihat. kukumpulkan dan nominalnya ada 800ribu. ‘ya, benar. ini uangku yang dulu ilang mah’.
kuangkat spring bed itu dan kucari lagi uang-uang yang tersisa, dan masih ada lagi. ribuan dan puluhan, dan ternyta totalnya 1 jutaan lebih sedikit. aihkkk kertas-kertas kecil itu juga adalah bekas tiket kereta, bon, faktur bank, potocopian materi kuliah, dll.
asik akhirnya ketemu juga, namun uang itu juga harus aku berikan kembali ke ibuku,. karena itu adalah uangnya. uangku telah diganti dulu olehnya.
aku sarankan untuk kutabung saja. hihihihihihihi.
tikus itu telah menggigit kakiku dua kali, bahkan aku seperti bermimpi seperti keslice oleh pisau tajam ketika digigit. dan jebakan tikus tidak berpengaruh, tikus itu benar-benar menjengkelkan, kadang dia lari kewajahku ketika malam hari dan kami sering saling liat. dia diatas palang-palang dan aku tiduran. bikin naik darah.
dan hari ini penghujung bulan maret yang mulai membaik. kucingku di rumah terus membawa-bawa tikus yang berhasil ia dapatkan, seolah ingin menunjukanya kepada majikanya. hmmm kucing yang pintar dan keren abis. tak lupa kupoto terlebih dahulu, kekesalanku pada tikus, sudah terobati. dan semua terjadi di bulan maret dan berakhir di penhujung bulan. aihkkkkkk tikus nyebelin.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s