lazier

sebulan lebih kemarin bekerja, rasanya sedikit membebani perasaan dan kegitanku seolah banyak yang terhambat olehnya. ketika bekerja sepertinya, menginginkan kegiatan yang tak terganggu, karya-karya dan rencana dilaksanakan dengan baik. tapi ternyata sungguh sulit. kemalasan seketika menerpa dan apa yang aku inginkan itu telah berubah menjadi alasan untuk semakin menundanya.
aku tahu ini tidak baik, tapi seolah ada saja hal-hal yang menghalangi semangat kemarin. bekerja ternyata mampu memberikanku wawasan yang berbeda, rasa optimisme muncul dan aku bisa menggambarkan atau menganalisa kinerja dalam menunjang produktifitas bekerja.
sekarang aku kerampogan semangat itu, aku lebih senang memilih tidur dan akhirnya kena marah. ya mau gimana nlagi, semua pekerjaan ada yang pegang, aku diam diluarpun orang tuaku malah sering lihat, aku memilih di kamar dengan alasan ingin melakukan beberapa hal yang bisa menumbuhkan karyaku.
tapi aku bisa pergi kuliah dan belajar di pagi hari, seminggu ini ternyata aku menyadari bahwa cukup banyak tertinggal menguasai materi, aku terpesona dengan materi yang luar biasa. hanya itu yang bisa menyemangatiku untuk belajar lebih banyak dan lebih tekun. aku merasakan hal yang tidak biasa ketika sudah mulai saja merasa malas atau tidak melakukan hal berarti, tapi apakah cuma aku yang seperti itu? kok, melihat teman lainya yang bisa dikatakan aku lebih rajin, apakah mereka tidak berpikiran sepertiku? entahlah, kadang aku memang merasa tidak normal saja ketika aku tidak serajin kemarin atau sebelumnya.
kadang banyak juga yang perlu disyukuri dengan hal-hal yang datang merasukiku, itu menyadarkanku. bahwa aku ini harus melakukan sesuatu hal yang berguna bagi orang lain, dengan memanfaatkan potensi dari Tuhan ini. di sepanjang jalan ketika berkendaraan, otak ini terus bergaul dengan banyak sekali impian dan mimpi. kadang membuatnya merinding dan menangis seketika, atau bahkan tertawa terbahak-bahak sendiri.
aku rasa aku terlalu sensitif dan justru aku merasa memiliki kepribadian yang bisa aku unggulkan dengan rasa sensitif itu. bagaimana bisa aku terlarut dengan kemalasan sementara ini.
ya ALLAh setidaknya jangan perdengarkan aku dengan ucapan dia yang begitu membuat hatiku sakit dan ingin meledak. selain KAU, siapa lagi yang tahu bahwa aku sangat mencintainya.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s