percaya diri, karena kita CiptaaNYA

percaya diri adalah salah satu faktor yang membuat kita tampil lebih maksimal di hadapan orang banyak. biasanya percaya diri muncul di benak manusia dalah berbagai sisi. misalkan saja; anda lebih percaya diri dengan mengenakan kostum yang bagus, anda percaya diri dengan mempercantik diri anda, anda selalu percaya diri ketika harus berbicara di hadapan publik, dll.
tentu saja percaya diri itu juga bisa kita kembangkan atau pelajari. makanya untuk menumbuhkan percara diri, haruslah kita motivasi diri sendiri. beberapa faktor yang membuat anda percaya diri, seperti ; masuk dalam lingkungan baru yang kamu pikir, kamu memiliki peringkat rendah atau selalu merendahkan diri, sehingga orang lain dianggap menonjol, dan potensi yang anda miliki redup. dan lainya.
ALLAH menciptakan manusia dalam berbagai bentuk, jika hidung kita pesek (karena orang asia timur memang kebanyakan pesek) ya itulah diri kita, atau mata kita belo, sipit, banyak jerawat, dan lainya yang membuat kita tidak percaya diri atas apa yang ada pada tubuh kita. itu artinya kita tidak mensyukuri nikmat ALLAH atas tubuh ini.
begitulah ALLAH menciptakan manusia untuk menjadikan kita umatnya, lalu jika kita minder pada hal demikian, kapan kita mulai untuk bisa unggul dan percaya diri dihadapan orang lain?
memang rasa malu dan minder begitu menyelimuti pemikiran kita, kalo kita berpikir terus mengenai apa yang membuat kita tidak percaya diri, pasti akan kita perbaiki entah dengan berbagai cara apapaun.
yang jelas, sebagai mahluk Tuhan yang telah dicipitakanya. kita berarti sejajar dengan orang lain, atau bahkan kita lebih unggul dengan persaingan lainya yang ada di dalam diri kita. terlebih jika kita terus meningkatkan potensi pada diri kita, kamu akan lebih percaya diri ketika segudang ilmu dimiliki, orang tidak akan lagi melihat fisik, tapi melihat kemampuan. ditambah menigkatkan mutu diri kita agar memiliki standar bermutu, sehingga orang lebih melihat kepribadian anda, ketimbang fisik anda.
banyak orang yang mudah menceletupkan kata-kata, misalnya ‘lu banci, pesek, hideung’ kita jangan terlalu mengambil pusing dan mengingatnya, lihat saja kemampuan dia dibawah diri kita. dan kita haruslah meningkatkan apa yang tidak ia miliki.
dalam beberapa ceramah atau bacaan agama, bahwa kita dianjurkan untuk belajar dan belajar. dengan belajar bahwa kita itu mahluk ciptaan yang sejajar dengan manusia pada umumnya, apakah kita pantas mengecilkan diri sendiri dengan mahluk lainya? kalo begitu, anda hanya membuang waktu dan merendahkan diri sendiri saja.
misalkan ketika anda ke eropa, tubuh kita tentu berbeda dengan mereka, lalu jika anda minder, kapan bisa bersaing dengan mereka? padahal belum tentu mereka juga percaya diri pada sisi yang sama.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s