Mungkin bukan saatnya

tadinya berpikir bahwa ke Korea mungkin bisa memberiku manfaat banyak, apalagi dari kemajuan korea yang telah terkenal selain boybandnya. saya pun memilih ke korea, kebetulan tiket promo kesana juga sudah mulai hot dibicarakan. memang berpindah haluan, dari sejak tahu yang namanya backpacker saya sudah memiliki rencana angan setelah asia tenggara itu India, sampe berteman dengan teman dari yogya karena tahu dia akan ke India. sudah hampir dua tahunan saya mengenalnya hanya melalui internet, tapi seperti sudah mengenal saja. namanya Galuh.
tapi tiket sudah ditangan, lagi pula banyak beberapa rute penerbangan ke sana dihapus. korea negara maju, siapa tahu aku bisa mendapat gambaran tentang ke idealisan yang ingin saya dapatkan sebagai contoh untuk memajukan diri sendiri dan lingkungan sekitar. istilahnya mungkin study banding, karena negara yang dibandingin sangat modern berarti banyak hal yang bisa diambil yang kemasa kinian.
apalagi seorang anak manajemen yang selalu dituntut untuk berinvoasi produk untuk bisnisnya. pasti akan banyak sekali manfaatnya. ya sayang sekali visaku ditolak, alasanya entah kenapa, yang pasti saya tidak melampirkan bookingan hostel. tabungan sudah ada 20juta (setengahnya punya saya dan setengahnya punya ibu) tidak bisa meyakinkan pihak kedubes. perasaan kurang nyaman ketika melampirkan dan penuh dengan ketergesa-gesaan membuat dokumen itin tidak sesuai.
yah setelah pasport ditangan dan 3 bulan selanjutnya baru bisa mengajukan kembali, saya pulang dengan perasaan aneh, bingung sudah bisa ditebak, hati tidak terlalu merasa kehilangan, tapi kerugian harus ditelan bagaimana, seperti ngasih cuma-cuma ke AA segitu, padahal ngasih sepuluh rebu ke ade aja kadang pelit. ya ALLAH, istigfar mengehela nafas.
waktu itu tergesa-gesa mengajukan visa kenapa? karena sudah musim liburan kuliah, saya ingin buru-buru dapat hasilnya, jikapun gagal, saya ingin cepat-cepat membeli tiket pesawat sebelum keburu mahal. takutnya nanti tidak keterima tapi malah diem dirumah gak kemana-mana. kalo masih asean rasanya gak bisa liat yang beda lagi.
dan benar saya perkiraan tidak akan bisa ke korea akhir-akhir ini terjadi. melihat kondisi ini, tiket tidak akan bisa di refund, rugi ini-itu, dan jadi renungan.
akhirnya kucari tiket pesawat ke India, negara yang dulu ada di benaku. KOlkata menjadi pilihan pertamnya, meski tiket dari Kuala Lumpur ke sana 2.1 juta dan tiket JKT-KL pp 1.1, aku beli. padahal kalau sya sungguh-sungguh melampirkan data untuk visa, dengan uang segitu saja apabedanya, tidak ada yang menguntungkan sama sekali, biaya yang dikeluarkan sama saja dengan perjalanan ke korea. oalah, sudahlah. jadikan pembelajaran, sebelum tahun depan benar-benar diterjunkan langsung ke usaha rumahan. sekarang kudu bisa belajar lagi dari perjlanan yang selalu memberikan pengaruh yang luar biasa. kerugian kemarin harus saya bayar dan harus kembali uang tersebut.
ini juga kalau jadi 20-24 july di KL, 24-21 agustus India. tetep gak mau rugi, pengen banget lama-lama.
ternyata banyak juga temen yang menghanguskan tiketnya. ahkkk semoga ini uang sama AA dijadikan CSR yang berguna buat masyarakat.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s