Bingung pamitanya kudu gimana?

Maklum saja mereka, orangtuaku. mungkin akan beranggapan apa? mendengarkan aku akan pergi ke luar negeri. sebulan yang lalu, saya membeli tiket ke India dari Kuala LUmpur dan tepat tanggal 20 juli saya akan memulainya dari Jakarta ke Kuala lumpur dan 4 hari berada di Kuala Lumpur, sebelum pergi ke Kolkata, India.

saya belum bekerja dan masih kuliah, orang tua selalu menyinggung agar saya cepat mencari pekerjaan, terutama ibu saya. padahal pendidikan itu penting, tapi dia seolah gak peduli itu terkadang. sepertinya kuliah hanya membuang waktu, padahal ketika memilih kerja dengan ijazah sekolah menengah tidak memberikan masa depan yang terang. meski memakan bangku kuliahpun belum tentu terang.

saya memang selalu membantu mereka di rumah, terkadang saya dipercaya mengumpulkan uang para pedagang yang telah berjualan, sebagai upah saya kumpulkan setiap hari, meski kadang saya mengambil tanpa bilang terlebih dahulu, karena ayah tak memberikanya setiap hari.

saya bersukur kehidupan yang sekrang ALLAH anugrahkan kepadaku, tak percaya bisa sampai pada tahap seperti ini, saya belajar dari mereka, bahwa kesuksesan itu memang perlu banyak pengorbanan dan orang-orang yang disekitarnya mendukung untuk mencapai hal itu. ayah yang rajin, ibu yang menghabiskan keseharian untuk pekerjaan rumah, anak-anak yang menurut, dan lainya. meski kadang perubahan-perubahan yang mereka alami, tetap saja bisa membuat mereka sehebat sekarang.

alhamdulilah sekarang ada para pekerja yang bekerja, dengan sistem pembayaran borongan, mereka lebih bersemangat dan kerja selalu mencapai target. saya sadar hal ini takutnya hanya sementara saja. kadang usaha rumahan, memang tak menentu, terkadang mudah mendapatkan pekerja, terkadang sulit sekali. namun sebagai usahawan, ayahku menunjukan bahwa titik sesulit apapun harus siap. jangan sampai tidur nyaman karena ada pekerja mengelabui kita hingga menjadikan kita malas.

saya merasa stamina dan semangat menjadi kendor, entah mengapa tak sesemangat dan seceria dahulu. saya yang dijuluki orang yang selalu tertawa, membuat lelucon. kini sudah jarang sekali. tapi teman-teman masih menilai saya terlalu rajin, hanya saya yang merasa tidak pada beberapa kegitan. kegiatan kampus memang hanya berjalan beberapa jam, selebihnya waktu dibuang percuma.

tanggal 20 juli, jam 7 pagi saya harus kudu di dalam pesawat. dengan menggunakan Tiger ariways pergi ke Kuala Lumpur. dari karawang saya akan pergi jam 3/4 am sehingga sampai Airport diharpakan pada jam 6. saya ingin meminta ayah mengantarkan, tapi mungkin terlalu sungkan untuk kulakukan.

entah bagaimana bicaranya untuk memberitahukan hal ini kepada mereka. saya juga tak tahu, apakah saya hanya akan menghabiskan uang saja. saya ingin menghasilkan sesuatu dari perjalanan ini. rasanya jika saya hanya melakukan perjalanan, lama kelamaan juga akan berlalu dan uang yang dihabiskan seolah mudah dihamburkan.

ya ALLAH beri petunjuk untuku agar aku berguna dan dapat membanggakan mereka, maafkan aku atas semua dosaku, aku janji semua itu harus aku perhitungkan, insya ALLAH, ENgkau tahu segala apa yang ada dalam hatiku.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s